
"Ada apa? Apa ada hal penting?" tanya Senja yang melihat Elang melamun saat berjalan mendekatinya.
"Tidak ada, ayo kita kembali ke hotel!" ajaknya.
Kendra mengekori keduanya yang berjalan dengan saling bergandengan tangan mesra. Membuatnya iri saja, ia jadi ingat slogan 'truk aja gandengan, masa kamu enggak'. Kendra langsung mengempaskan jauh-jauh slogan yang dengan lancangnya melintas di kepalanya tersebut.
🌼 🌼 🌼
Senja yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung duduk di depan cermin untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Setelah setengah mengering, ia memakai toner dan pelembab untuk wajahnya. Ia tak perlu merias wajahnya terlalu tebal cukup dengan pelembab dan sun protection saja, bibirnya yang sudah merah bak buah Cherry hanya perlu sedikit sapuan hydrogloss berwarna trnsparan sudah terlihat merah. Kecualibia akan pergi ke acara tertentu, sedikit polesan make up akan ia lakukan ada wajahnya tersebut.
Elang yang sejak tadi duduk bersandar di tempat tidur sambil memainkn ponselnya, mengalihkan pandangannya dari layar pipih itu kepada sang istri, "Masih siang udah mandi lagi sayang?" tanya Elang.
"Tadi kegerahan jadi nggak enak di badan boo, makanya mandi lagi," jawab Senja sambil menepuk-nepuk wajahnya pelan.
"Padahal habis ini mau aku buat kegerahan lagi, nanti mandi lagi ya?" ucap Elang tersenyum.
Senja diam seolah tak mendengar ucapan suaminya, ia berdiri lalu mendekat ke ranjang dan duduk bersila tepat di depan suaminya dengan masih memakai bathrobe.
"Sayang, terima kasih untuk semuanya. Aku meras jadinperempuan paling berintung di dunia bisa menjadi bagian dari hidup seorang Erlangga," ucap Senja dengan tulus.
"Emmm hanya ucapan terima kasih?" tanya Elang memperlihtkan mimik wajah cemberut.
__ADS_1
"Suamiku mau minta apa sebagai ucapan terima kasih?" Senja balik bertanya sambil membenarkan posisi duduknya. Tangannya menyentuh pipi Elang.
"Emmmm..." Elang tampak berpikir, tangannya memyentuh tangan yang menempel di pipinya.
"Yang enak-enak," sambungnya cepat swraya tersenyum.
"Mau enak-enak apa? Mau makan apa? Ayo kita belanja, aku akan masakin apa aja yang booboo mau makan. Kalau sulit, nanti aku akan belajar," ucap Senja antusias. Ia pikir enak-enak makanan. Apapun akan ia lakukan untuk membalas menyenangkan suaminya tersebut.
Mendengarnya, Elang langsung tergelak. Masih saja polos pikiran istrinya itu. Masa iya, jauh-jauh ke Paris hanya di suruh masak di dapur.
"Ih malah ketawa, aku serius ini. Sayang mau apa? Aku nggak punya apa-apa, semua udah aku serahin buat kamu. Hidup dn cintaku semua udah aku kasih buat kamu. Uang? Nggak mungkin, suamiku nggak butuh itu pastinya," ucap Senja tampak berpikir. Ia ingin melakukan sesuatu untuk membalas apa yang sudah Elang lakukan untuknya, namun ia tak tahu harus berbuat apa. Semuanya sudah suaminya punya, lalu apa lagi yang bisa ia lakukan selain mencintainya sepenih hati?.
Ya ampun, gimana nggak jatuh cinta setengah hidup coba punya suami yang begitu baiknya, Syaratbyang bwgitu mudah namun sebenarnya juga berat. Isrei dn ibu yang baik itu yang seperti apa, Senja masih harus banyak belajar untuk mejadi seperti itu, pikiran wanita itu menerawang.
"Terus sekarang booboo mau apa? Yang enak-enak apa? Di tawarin di masakin makanan malah ketawa, aku nggak ngerti. Gimana mau jadi istri yang baik coba," ucap Senja dengan nada semakin lirih dan terus berpikir . Elang benar-benar gemas di buatnya, ia mengangjat dagu Senja," Sini aku ajari jadi iatei yang baik, mulai dari atas ranjang dulu, "ucap Elang yang langsung membaringkan tubuh Senja ke tempat tidur.
Astaga, Senja mengerti sekarang enak-enak yang di maksud suaminya. Ia membalas denga panas pagutan yang kini sedang suaminya lakukan. Suara decakan dari kedua bibir yang saling memagut itu memenuhi kamar hotel tersebut.
Sekali tarik, Elang mampu melepas tali bathrobe yang di pakai Senja, ia langsung mengajak bibirnya berkelana ke seluruh penjuru tubuh sang istri tanpa terlewat. Mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki tak luput dari sapuan bibirnya.
Elang terus melakukan pemanasan terhadap tubuh sang istri dengan bibir dan tangannya yang juga tak tinggal diam di bawah sana hingga Senja mencapai puncak pertama.
__ADS_1
Kini Senja bangun dan akan mengambil alih permainan, kali ini ia yang akan memuaskan suaminya, "Biar aku yang melakukannya," ucapnya ketika Elang menatapnya dengan sebuah pertanyaan.
Elang langsung tersenyum dan mengerti maksud istrinya, "Dengan senang hati, lakukanlah apa yang ingin kamu lakukan padaku sayang," ucapnya yang langsung setengah mengwrang karwna kini Senja sudah menggenggam si ujang.
Siang itu suasana panas kembali menghiasi kamar hotel tersebut. Masalah sudah selesai, kini saatnya mereka berdua benar-benar menikmati bulan madu yang tersendat-sendat kemarin.
Sementara itu, di lobi hotel tampk Kendra sedang duduk seraya menyesap secangkir kopi. Kepalanya sesekali bergerak ke kanan dan ke kiri mengikuti langkah para pengunjung hotel. Dan sesekali juga ia menelan ludahnya ketika melihat perempuan-perempuan yang keluar masuk hotel dengan baju yang terlalu seksi hingga menampilkan seluruh benda menonjol pada tubuh mereka, "Heeeeemmmm," dehemnya panjang ketika seorang wanita seksi yang berjalan dengan...kekasih... Atau mungkin suaminya itu mengedipkan matanya dengan sedikit menjulurkan lidahnya untuk menggoda Kendra, "Oh shit!" umpat Kendra pelan. Sedang bersama pria lain saja wanita itu berani menggodanya.
Kendra mendesah panjang, habis ini ia mau melakukan apa di Paris? Pekerjaannya sudah selesai di sana, masa iya dia harus menunggui bosnya yang sedang bulan madu. Bosnya enak-enak terus, sementara dia enek yang ada mah kalau matanya selalu tercemar oleh pemandangan yang membuatnya merutuki kejombloannya. Mau liburan sendiri di Paris? Nggak asyik banget pikirnya, udah kayak pendekar aja kesana sini sendiri. Lagian Paris doang mah dia sudah bosan, sudah sering ke sana, ya walaupun untuk urusan bisnis.
Kendra benar-benar dilema dengan nasibnya setelah ini, tinggal nunggu keputusan bosnya saja bagaimana, apa ia di suruh balik kandang atau mengawal mereka bulan madu. Ia hanya perlu menyiapkan mental jomblo kebalnya jika harus terus mengikuti acara bulan madu Elang dan Senja.
"Dari tadi nggak kelihatan, nggak keluar pasti lagi pada main film laga di kamar," gumamnya saat memikirkan Elang dan Senja.
Mata Kendra langsung menyipit ketika melihat sepasang laki-laki dan perempuan berjalan di depannya sambil berciuman tanpa malu. Bibir mereka seakan ada magnet yang terus membuat keduanya menempel dan saling memagut. Bebas saja, karena ini Paris, yang nggak bebas tuh hatinya Kendra yang melihatnya, gelisah.
"Pamer, emang situ doang yang punya pasangan, norak," cebik Kendra, risih melihatnya. Bukan risih tapi mungkin lebih ke... pengin nyoba rasanya gimana, karena sampai sekarang di umurnya yang sudah seperempat abad lebih itu bibirnya masih suci, baru ia gunakan untuk mencium pipi Almarhumah ibunya dan juga adik perempuannya yang yang sedang kuliah di Jogja.
" Masih mendingan bos sama nona, masih punya urat malu, tidak sembarangan begitu," cebiknya lagi, si jomblo lagi sensitif tingkat kelurahan rupanya.
🌼 🌼 🌼
__ADS_1