Senja Untuk Elang

Senja Untuk Elang
Episode 94


__ADS_3

Elang membuka pintu sebuah ruangan, "Sayang, apa kau sedang sibuk?" ucapnya setelah tubuhnya tenggelam masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Boo, kau datang?" ucap Senja dambil tersenyum melihat suaminya.


Namun, pandangan Elang langsung tertuju pada Ervan yang ternyata sudah berada di ruangan tersebut Ia menatapnya tajam, "Kenapa dia ada di sini?" tanya Elang dingin.


"Emangnya harus ada alasan aku mendatangi sahabat kecilku? Hah, kau perlu ingat, sebelum kau bertemu Senja, aku lebih dulu mengenalnya, kami sahabat waktu kecil, aku beritahu jika kau tak tahu hal itu, bahkan mungkin dulu aku sudah menciumnya sebelum kamu," sahut Ervan santai.


"Yang kau datangi itu istriku! Jadi apapun alasanmu, jika tidak penting dan aku tidak ijinkan, jangan terlalu percaya diri!" kata Elang yang langsung kesal mendengar celotehan Ervan yabg sengaja memanas-manasinya.


"Aku bekerja cumi! Emangnya situ yang kayak orang nggak ada kerjaan. Kerjaannya nempel Senja mulu. Udah sana! Kalau di sini nggak ada kerjaan, balik ke Jakarta aja," bukan senja yang menjawab melainkan Ervan.


Akhir-akhir ini Elang memang seperti laki-laki pengangguran yang kerjaannya hanya menempeli Senja yang kini mulai melakukan tugasnya sebagai pewaris BaileyTex.


Sebulan lebih berada di Paris, Senja sedang berusaha beradaptasi untuk memimpin perusahaan sebelum ia dan Elang kembali ke Jakarta. Di luar dugaan, ternyata Senja cepat sekali mempelajari soal BaileyTex. Kemampuannya tak di ragukan lagi. Wanita itu kini baru sadar, ternyata kakek Hardian menyiapkan dirinya untuk ini. Sejak dulu Senja sudah di gembleng secara diam-diam oleh kakek Hardian. Elang sendiri tak menyangka istrinya secerdas itu, sehingga ia tak perlu banyak mengajari sang istri. Tak heran jika pertama kali memandang wanitanya tersebut saat di rumah sakit, Elang melihat ada banyak kelebihan tersembunyi dri istri hebatnya tersebut. Tuan Bailey memang terkenal cerdas dan cekatan, tak heran jika IQ yang menurun daribtuan Bailey dan EQ yang terus di asah dengan baik oleh kakek Hardian, di padukan dengan keramahan dan kelembutan nyonya Bailey membuat Senja semakin menakjubkan di balik kesederhanaannya.


"Dia kesini buat bahas pekerjaan boo jangan salah paham. Emm, kau kesini untuk mengajakku makan siang?" Senja berdiri dan mendekati suaminya lalu meraih lengan Elang dan mendekapnya posesif. Ia tahu suaminya pasti akan marah melihat Ervan ada di ruangannya.


" Hem..." sahut Elang singkat, ia mencium kening Senja sambil melirik sinis kepada Ervan yang duduk dengan anteng.


"Ck, pamer!" decak Ervan.


"Jika tidak ada lagi yang di bahas dengan istriku, kau bisa pergi dari sini," ucap Elang. Ia masih berusaha menahan diri, karena Bagaimana pun Ervan telah membantunya.

__ADS_1


"Ayolah El, kau masih saja posesif dan selalu posesif. Apa...Kau tidak percaya diri dengan dirimu sendiri hingga masih aja suka cemburu tidak jelas begini. Apa kau tidak bisa percaya dengan istrimu? Hem, Senja lihatlah suamimu tak cukup percaya akan kesetiaanmu kepadanya. Ck. Dasar bodoh! Apa masalah BaileyTex kemarin tak cukup membuatmu bersyukur, Senja tanpa ragu lebih memilihmu daripada aku, bahkan ia tak ragu-ragu melepas BaileyTex hanyabdemi dirimu," ucap Ervan.


Elang mendengus sebal dengan mantan sahabatnya itu, terlalu malas untuk berdrbat dengannya. Namun, jika di biarkan hatinya merasa terusik," Pertama, posesif adalah sebagau bentuk rasa cintaku untuknya, aku tidak rela berbagi dengan laki-laki lain, maskipun hanya sebatas pendanganpun. Kedua, aku kebih tamoan dan lebih kaya darimu, kenapa harus tak percaya diri. Ketiga, aku sngat percaya dengan istriku, tapi tidak dengan pria sepertimu yang bisa saja dengan tak tahu malunya mengganggu dan menggida istriku," ucap Elang tegas dan penuh penekanan di setiap kalimatnya.


" Nah, itu artinya sama saja, kau tak percaya ada istrimu," kata Ervan.


" Sudah-sudah! Kakian kalau ketemu apa tidak bisa untuk tidak berdebat atau bertengkar?" ucap Senja


" Tidak..." jawab Elang dan Ervan bersamaan.


Senja menatap Elang dan Ervan bergantian, mereka berdua sebenarnya masih saling menyayangi tapi terlalu gengsi untuk mengaku.


Ervan yang masih saja belum mau mengakui kakau Elang tak bersalah atas kematian adiknya dan Elang yang kecewa atas ketidakpercayaan dan tuduhan Ervan terhadapnya. Senja tahu, sebenarnya mereka berdua saling peduli, apalagi saat ia tahu jika Ervan diam-diam membantu Elang soak BaileyTex kemarin. Ia yakin jika mereka berdua sebenarnya tak benar-benar saling membenci.


Elang dan Ervan saling menatap tanpa bersuara.


"Sudahlah, udah waktunya makan siang. Ayo kita makan siang bertiga," ucap Senja yang langsung mendapat tatapan tajam dari keduanya.


"Bertiga?" tanya Elang dan Ervan kompak.


Senja mengangguk, ia harus melakukan oendamaian untuk keduanya, tidak bisa dibiarkan seperti ini terus atau akan merusak moodnya setiap kali dua pria itu bertemu.


"No!" jawab keduanya kompak lagi.

__ADS_1


"Lebih baik aku pergi saja, dari pada nanti di jadikan menu makan siang oleh suamimu yang pencemburu ini," ucap Ervan yang langsung berdiri dan berjakan keluar.


"Lain kali kita bisa makan siang hanya berdua Senja! Atau... Makan malam juga bisa!" seru Ervan dari balik pintu yang terbuka sambil tersenyum membayangkan seperti apa piasnya wajah Elang saat ini.


"Dasar curut!! Beranibya dia mengajak istriku makan berdua, cari perkara!" subgut Elang.


"Sudah, sudah... Dia hanya bercanda. Ayo kita makan siang," Senja mengambil tasnya lalu menggandeng lengan Elang kembali.


"Kau mau makan dimana?" tanya Elang.


"Emm, aku mau makan di rumah aja. Akubibgin kau memasak makan siang untukku," ucap Senja tersenyum.


"Ya ampun, mentang-mentang suamimu ini sedang menganggur, akhir-akhir ini kau selalu menyuruhku memasak untukmu," ucap Elang seraya mengusap puncak hidung Senja menggunakan punggung jari telunjuknya.


"Bukan begitu sayang, aku lagi suka masakan yang kamu masak. Apapun itu kalau kamu yang buat aku suka. Apa... Kau keberatan masak untukku?" tanya Senja.


"Tentu saja tidak sayang. Anything for you, ma amour," sahut Elang.


Tiga puluh menit kemudian, mereka sudah sampai di kediaman BaileyTex. Sudah dua minggu terakhir Elang dan senja menempati rumah peninggalan kedua orang tua Senja yang memang menjadi haknya. Rumah mewah tersebut awalnya di tempati oleh nyonya Jolie dan keluarganya , namun mereka terpaksa harus pindah karena rumah itu sudah sah menjadi milik Senja. Mereka tinggal di rumah tersebut untuk menghabiskan sisa bulan madu mereka.


Ya, hari-hari mereka di Paris, mereka habiskan untuk Senja lebih mengenak BaileyTex dan selebihnya mereka gunakan untuk bulan bercinta, bercinta dan bercinta.


🌼 🌼 🌼

__ADS_1


__ADS_2