
Dengan perasaan gugup, Senja duduk menunggu orang yang ingin ia temui. Entah apa yang akan ia katakan pada orang itu saat melihatnya nanti. Yang jelas ia sudah menyusun kalimat demi kalimat yang mewakili amarahnya.
"Waktu Anda hanya sepuluh menit!" kata petugas yang membawa orang tersebut.
"Senja," Orang itu duduk tepat di depan Senja. Senja merasa dunianya ikut runtuh seperti suaminya ketika melihat wajah laki-laki di depannya. Dadanya bergemuruh hebat, ingin sekali rasanya ia mencakar, memukul atau bahkan membuat laki-laki di depannya lumpuh, sama seperti suaminya. Lebih parahnya lagi, ia ingin sekali melenyapkannya dari dunia ini.
Di lain sisi, dalam hati Senja sangat merasa bersalah mendapati kenyataan bahwa Niko, mantan kekasih sekaligus bawahannya adalah orang yang dengn sengaja mencelakakan suaminya.
Niko tampak diam saja, tak bersuara. Bahkan ia menunduk, tak berani menatap wajah Senja yang mengisyaratkan kebencian yang teramat sangat. Entah apa yang ada di dalam pikiran laki-laki tersebut. Menyesalkah? Atau justru bersorak dalam hati atas apa yang sudah ia hasilkan.
Senja hanya bisa menatap benci laki-laki di depannya tersebut dengan penuh rasa sedih, ia kehilangan kata-kata yang sudah sejak keluar dari kantor tadi di susunnya untuk mengumpat dan menghardik pelakunya. Kini ia mengerti, kenapa semua orang, termasuk suaminya sendiri merahasiakan siapa pelakunya darinya selama ini. Karena mereka ingin menjaga perasaan Senja dari rasa bersalah yang pasti.
Sepersekian menit Senja masih terdiam, mencoba menata hatinya yang mendadak terasa begitu sakit dan sesak. Bagaimana tidak? Orang yang wrnah menjadi bagian penting hidupnyalah penyebab suaminya lumpuh, yang secara tidk langsung dirinyalah penyebabnya Niko melakukan hal sejahat itu.
Pun dengan Niko, laki-laki itu hanya mampu diam dan diam. Penampilannya sangat awut-awutan, tak mengherankan juga. Sih sebenarnya, berada di dalam penjara, pasti membuat siapa saja merasa frustrasi. Sangat susah di tebak bagaimana perasaan laki-laki tersebut sast ini. Senja merasa tak lagi mengenal sosok laki-laki di depannya tersebut, terasa seperti orang asing.
"Kenapa? Kenapa tega sekali melakukan itu?" akhirnya, Senja bisa bersuara meski dengan suara bergetar, penuh amarah dan benci sekaligus.
"Karena kamu," ucap Niko langsung tanpa basa basi.
Senja mendongak, Keningnya mengernyit, menatapnya penuh tanda tanya. Apa maksud dari ucapan laki-laki di depannya itu.
"Semenjak si pecat dan semua fasilitas kantor di tarik, aku nggak bis nyari kerja di tempat lain. Tidak ada perusahaan yang mau menerima bekerja di perusahaan mereka. Aku di black list. Sedangkan Mitha baru saja melahirkan. Aku butuh uang, dan saat itu ada orang yang menawarikubuabg dalam jumlah yang banyak asal aku mau melakukan hal itu. Aku terpaksa melakukannya,"
Senja menggelengkan kepalanya tak percaya, matanya sudah berkaca-kaca, hanya demi uang, Niko tega melakukannya.
__ADS_1
"Siapa yang menyuruhmu, Niko?"
Niko sedikit terkejut, tak ada lagi rasa sopan dari Senja untuknya. Ini pertama kali Senja terang-terangn memanggil namanya secara langsung dengan tegas.
"Nyonya Jolie," jawab Niko to the point.
Senja menghela napasnya dalam, dadanya kian terasa sesak. Berarti, dalang utama yang di maksud oleh polisi dan tidak mau menemuinya itu adalah tantenya sendiri.
"Semua gara-gara kamu, Senja. Jadi salahkan diri kamu sendiri atas apa yang terjadi kepada Suamimu itu," ucap Niko.
"Jika tak ada lagi yang ingin kamu bicarakan, pulanglah. Suamimu pasti sudah menunggumu untuk mengurusnya. Sampaikan maafku untuknya, tapi, aku tidak pernah menyesal melakukannya. Karena kamu! Dia telah merebut kamu dariku!"
Senja benar-benar terkejut mendengarnya," Heh, lucu sekali. Kamu yang selingkuh, menghianatiki, menduakan aku dengan sahabatku sendiri. Dan kamu yang merasa di khianati? Di sakiti? Sungguh aku ingin tertawa mendengarnya,"
" Nja, kamu harus tahu, aku masih dan selalu sayang sama kamu. Tapi kamu terlanjur benci dan marah sama aku, atas apa yang pernah aku lakukan sama kamu," kata Niko dengan tidak malunya. Siapa yang tidak sakit hati dan benci melihat kekasihnya tengah mencari keringat bersama di atas kasur di depan matanya sendiri. Hanya orang tidak waras yang akan menerimanya.
Petugas yang membawa Niko kembali dan mengatakan jika waktu kunjungannya sudah habis. Senja hanya diam menatap jengah keada Niko yang bangkit dari duduknya untuk kembali ke dalam sel dengan tangan di borgol.
"Tunggu!" Senja menghentikan langkah petugas yang membawa Niko dan juga Niko.
Bugh!
Satu hantaman Senja layangkan ke wajah Niko, "Itu untuk seorang wanita yang hampir saja kehilangan suaminya," ucap Senja.
Bugh!
__ADS_1
Satu hantaman lagi mendarat di wajah sisi kiri Niko, "Itu untuk suamiku yang kini tidak bisa berjalan," geram Senja.
"Nona, tolong hentikan. Anda bisa kena pasal karena menganiaya tersangka," ucap petugas.
Senja bergeming, seolah tak peduli dengan peringatan petugas,
Dan... Dugh...!!!
Satu tendangan Senja layangkan tepat diantara dua paha Niko yang mana membuat Niko belingsatan tak karuan karena nyeri di bagian itunya.
"Dan itu untuk seorang janin yang tak bersalah yang hampir kehilangan ayahnya!" ucap Senja dengn mata berkaca-kaca.
"Nona, Anda..." petugas tersebut kembali mengingatkan. Namun, Senja Lagi-lagi bergeming. Sebelum petugas selesai bicara, Senja sudah angkat kaki dari sana dengan membawa sebuah kebencian dan penyesalan. Menyesal pernah mengenal laki-laki bernama Niko dalam hidupnya.
" Wow bumil keren! Ngilu itu pasti di tendang begitu!" tiba-tiba suara seseorang yang kini sedang bersandar di pintu kantor polisi mengejutkan Senja yang setengah berlari sambil terus mengusap air matanya yang tak lagi terbendung.
Senja terpaksa menghentikan langkah kakinya lalu menoleh demi melihat siapa yang diam-diam menguntitnya sampai kantor polisi tersebut. Orang itu tampak menyenderkan bahunya dan tersenyum kepada Senja.
Senja tak membalas senyumnya, ia masih di kuasai amarah sambil mengatur napasnya yang naik turun karena menahan sesak di dadanya.
🌼 🌼 🌼
💠💠Maaf baru bisa up, kemarin sihuk banget di Real life...
Jangan lupa, like komen dan kopinya 😊😊
__ADS_1
Salam hangat author 🤗❤️❤️💠💠