Senja Untuk Elang

Senja Untuk Elang
Episode 95


__ADS_3

Elang telah selesai masak ala kadarnya yang ia bisa. Meski tak profesional, ia cukup pintar memasak. Ia membawa masakannya ke kamar dimana Senja sudah menunggu. Istrinya tersebut memang sejak pagi tadi mengeluh sedikt tak enak badan, namun ia tetap pergi ke ke kantor.


"Sayang, ini makanannya siap," ucap Elang seraya membuka pintu kamar. Perlahan ia masuk lalu menutup kembali pintunya hanya dengan satu kali dorongan kakinya. Ia mendekati Senj yang kini tengah tiduran di atas tempat tidur.


"Sayang, apa kau semakin tidak enak badan? Sebaiknya aku panggilkan dokter saja," ucap Elang seraya menemoelkan punggung tangannya di kening Senja.


Senja bangun lalu menggeleng, "Aku baik-baik saja. Hanya sedikit pusing, nanti setelah makan juga enakan," ucapnya seraya tersenyum.


"Kau yakin?" Elang mengusap kepala Senja dengan sayang.


"Hehem," Senja mengangguk mantab, jangan lupakan bibirnya yang selalu tersenyum.


"Sepertinya kau demam, tadi pagi aku sudah melarangmu pergi, tapi kau keras kepala malah pergi ke kantor," omel Elang karena khawatir.


"Tenanglah boo, aku baik-baik saja. Jangan ngomel begitu. Ini aku mau diomeli terus atau di suruh makan. Aku sudah sangat lapar," ucap Senja nyengir.


"Ck, Dasar! Aku bukannya mengomel, tapi aku khawatir, kau tampak pucat," Elang mengusap kepala Senja lagi.


"Agak pusing memang, mungkin karena lapar," sahut Senja asal. Padahal ia memang merasa tidak baik-baik saja, namun tak ingin membuat Elang khawatir.


"Makanlah, lalu aku akan panggilkan dokter. Kamu pucat sekali, dan... Demam," ucapnya seraya menyodorkan piring berisi makanan kepada Senja.


"Suapi aku," rengek Senja dengan manja namun suaranya sedikit lemas. Senja merasa semakin lemas saja.


"Dengan senang hati nyonya Erlangga," ucap Elang tersenyum. Ia mulai menyuapi Senja suap demi suap sambil mengajak Senja bicara.


"Sayang," panggilnya.


"Hem?" sahut Senja sambil mengunyah makananya. Makan kali ini, Senja merasa sedikit tidak berselera dari biasanya. Namun demi menghargai Elang, ia tetap semangat memakannya.


"Kamu tahu?" tanya Elang.


"Tentu saja tidak, kau belum memberitahuku," jawab Senja, nada bicaranya sedikit rendah.


"Kamu cantik, makin berisi dan... Seksi," ucap Elang seraya menyelipkan anak rambut Senja yang berantakan ke belakang telinganya. Ia perhatikan Senja memang tampak lebih chubby pipinya dan di bagian-bagian favoritnya semakin padat berisi, baik dada maupun bo*kongnya.


" Oh kalau itu aku tahu, kalau aku tidak cantik mana mungkin tuan Erlangga bisa tergila-gila hingga cinta setengah hidup, kalau... Makin semok bukannyabitu karena kerjaan kamu boo?" ucap Senja nyengir.


"Astaga! Istriku makin pintar sekarang," ucap Elang tersenyum. Ia kembali menyuapi Senja.


"Kamu juga makan Boo, sudah waktunya makan siang," Senja mendorong sendok yang di pegang oleh Elang mendekati mulutnya.


"Baiklah," Elang membuka mulutnya sendiri dan ikut makan lalu bergantian menyuapi Senja lagi.

__ADS_1


Awal-awal memang Senja berusaha semangat untuk memakan makanan yang di buatkan Elang, tapi makin lama ia merasa mual dan tidak enak. Badannya juga semakin terasa tidak enak.


" Sudah boo, aku mual. Mau muntah!" Senja segera turun dari tempat tidur untuk menujunke kamar mandi. Namun, sebelum sampai depan pintu kamar mandi, tubuhnya limbung. Elang segera berlari menangkap tubuh Senja, sebekum istrinya itu jatuh pingsan.


"Sayang... Sayang bangunlah! Sayang!" Teriak Elang yang langsung panik. Ia segera membringkan Senja di tempat tidur.


"Sayang, sayang bangunlah," Sekali lagi, Elang memanggil-manggil istrinya, ia menepuk-neouk pelan pipi Senja.


Karena panik, Elang langsung menelepon Kendra, "Halo ken, cepat bawa dokter Ke sini, Senja pingsan!" ucapnya langsung.


"Apa? Nona pingsan? Bos apakan nona? Kalian main berapa ronde sampai nona pingsan?" ucapan Kendra di seberang telepon membuat Elang ingin sekali menyumpal mulutnya tersebut.


"Cepat panggilkan dokter KEN!" ucapnya kesal.


"Dokter siapa Bos? Kalau saya kirim dokter dari sini, takutnya nona keburu...death..." ucap Kendra yang merendahkan nada bicaranya di akhir.


"Istriku cuma pingsan dodol, kamu nyumpahin aku jadi duda?" sambungnya bersungut-sungut karena ucapan Kendra yang tidak di filter.


"Bukan begitu bos, sekarang saya sedang berada di Jakarta, kalau bos minta saya bawa dokter ke saan, kapan sampainya. Takutnya nona Senja keburu..." Kendra tak berani melanjutkan bicaranya. Takut kena amukan Elang yang sedang dilanda panik.


Elang baru ingat kalau Kendra sudah ia kirim kembaki ke Jakarta, "Sial!" umpatnya.


"Kenapa nggak bilang dari tadi, buang-buang waktu saja dasar! Awas kamu kalau aku kembali ke Jakarta nanti!" Elang langsung mengakhiri panggilannya.


"Tapi, nona pingsan kenapa ya? Pasti gara-gara bos genjotnya terlalu semangat ini sampai nona kelelahan. Ck dasar, bos mesum!" gumamnya lagi bermonolog.


"Eh tapi gimana kalau serius? Aduh jadi kepikiran nona kenapa, mau ke sana jauh. Astaga! Kenapa kemarin bos malah menyuruhku pulang sih," tiba-tiba saja ia merasa khawatir dengan Senja dan juga Elang.


Sementara Elang langsung menyuruh pelayan untuk memanggilkan dokter terbaik yang mereka tahu, "Maksimal sepuluh menit, sudah harus datang dokternya," ucapnya


"Jika tidak, kalian yang akan tanggung akibatnya, cepat!" perintahnya. Ia benar-benar panik, takut istrinya kenapa-napa.


🌼 🌼 🌼


"Bagaimana dok? Apa istri saya baik-baik saja? Dia tidak keracunan makanan yang saya buat kan dok?" tanya Elang polos setelah dokter wanita itu selesai memeriksa Senja, ia ingat Senja baru saja makan masakannya sebelum pingsan. Ia lupa jika Senja memang sudah tidak enak badan sejak semalam.


"Tidak keracunan kan dok?" tanyanya sekali lagi, jika keracunan sudah pasti ia akan menyesal.


"Anda ikut makan?" dokter tersebut malah balik bertanya. Meski kesel karena dokter tersebut seperti tak tahu kekhawatirannya, Elang tetao menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Dan Anda baik-baik saja," ucap dotker tersebut tersenyum. Sungguh Elang kesa sekali, istrinya belum sadar dokter tersebut malah tersenyum seerti bahagia, minta di tabok emang, pikir Elang.


"Intinya saja dok, istri saya kenapa? Dia baik-baik saja kan? Awas kalau dokter bilang dia tidak baik-baik saja!" ancamnya. Ekspresi dokter yang semakin tersenyum membuat Elang semakin kesal.

__ADS_1


"Istri Anda baik-baik saja tuan...."


"Lalu kenapa dia pingsan?" serobot Elang tak sabar menunggu penjelasan dokter.


"Itu karena kini di dalam perutnya ada kehidupan lain tuan," ucap dokter. Elang mengernyit.


"Jangan bertele-tele. Katakan dengan jelas!" ucap Elang tegas, ia tak ingin banyak basa-basi.


"Selamat tuan, istri Anda sedang hamil, usia kandungannya..."


"A~apa hamil?! Dokter serius? Di sini ada bayi kami?" lagi-lagi Elang memotong ucapan dokter karena tak sabar. Ia duduk di sisi ranjang dan menyentuh perut Senja.


"Iya tuan, istri Anda sedang mengandung, nanti saya akan berikan resep vitamin dan oenguat kandungan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, Anda bisa memeriksakannya ke rumah sakit supaya lebih jelas," jelas Dokter.


Elang sudah tak menggubris dan tak peduli ucapan dokter tersebut. Ia kini fokus memandangi perut Senja," Sayang... Akhirnya.. kamu hamil. Di sini ada calon anak kita. Kita akan punya anak," ucapnya, sudut matanya berkaca-kaca karena terlalu bahagia.


Dokter menghela napasnya seraya tersenyum, "Kalau begitu saya permisi tuan," lagi-lagi Elang tak menyahut, ia tengah khusyuk menikmati kebahagiaannya.


Pelayan yang mempersilahkan dan akan mengantar dokter tersebut keluar.


"Tunggu!" cegah Elang tanpa menoleh.


"Ya tuan?" dokter itu menghentikan langkahnya.


"Kenapa istriku belum. Juga sadar sampai sekarang? Kapan ia akan sadar?" tanyanya yang tetap khusyuk memandangi perut Senja yang tertutup blous berwarna abu-abu monyet tersebut.


"Sebentar lagi, sebentar lagi istri Anda akan sadar. Saya permisi," kata dokter.


"Hem, terima kasih," ucap Elang.


Dokter tersebut hanya mengangguk dan tersenyum. Ia bisa melihat betapa bahagianya Elang saat ini atas berita kehamilan istrinya.


🌼 🌼 🌼


💠💠


Jangan lupa like komen di setiap bab dan jangan lupa 🌹🌹🌹... Kalau masih ada sisa vote juga boleh banget buat mereka.. Terima kasih...


Tetap jaga kesehatan dan patuhi prokes...


Salam hangat author 🤗❤️❤️


💠💠

__ADS_1


__ADS_2