Senja Untuk Elang

Senja Untuk Elang
Episode 89


__ADS_3

Deru napas menggelora kembali terdengar ketika mereka melakukan penyatuan tubuh mereka kembali. Namun kali ini, mereka melakukannya di kamar mandi, tepatnya di dalam bath up berisi air susu yang berhiaskan kelopak bunga mawar merah memenuhi seluruh permukaan air susu tersebut. Di temani Lilin-lilin aromatherapy, Elang kembali memacu gairahnya.


Tak puas hanya di dalam bath up, mereka melakukannya di berbagai sudut kamar mandi tersebut.


Sebenarnya agenda di kamar mandi tersebut audah Elang jadwalkan untuk semalam, tapi mengingat istrinya sudah kelelahn semalam, maka agenda tersebut baru bisa terealisasikan saat ini. Beruntung, kelopak-kelopak mawar itu masih tetap segar dan Lilin-lilin aromatherapy itu masih menyala indah, sehingga membuat suasana kembali romantis meski di kamar mandi.


Senja dapat melihat apa yang sedang suaminya lakukan dari kaca berukuran besar yanh terdapat di dalam kamar mandi tersebut, sungguh menakjubkan pemandangan indah di depannya, dimana kini Elang sedang menghujaminya dengan penuh kenikmatan.


Elang kembali mencium bibir cherry Senja, "Enak, rasa ramen," dasar Elang, masih saja sempat bergurau dalam keadaan nafsu sudah di ujung ubun-ubun begitu.


Senja tak menyahut, ia hanya bisa mendesah dang mengerang menikmati perlakuan suaminya.


Setelah sama-sama saling mencapai puncak kembali, keduanya benar-benar membersihkan diri tanpa selingan lagi.


Senja benar-benar sudah kelelahan, Elang membiarkannya langsung terlelap meringkuk dalam pelukannya setelah mereka membersihkan diri.


Berkali-kali Elang mendaratkan ciuman di kening Senja penuh sayang, "Terima kasih sayang, karena sudah begitu mencintaiku. Sudah begitu memperjuangkanku, sudah lebih memilihku di saat harus memilih. Terima kasih sudah membuatku merasa berharga, namun sesungguhnya dirimu lebih berharga," gumam Elang. Bagaimana tidak mengatakan hal itu? Senja terang-terangn lebih memilih untuk tetap bersamanya, memilih kehilngan semuanya asal bisa tetap bersamanya. Ini ertama kali Elang merasa benar-benar di cintai dengan tulus.


" Aku janji, seceatnya akan menyelesaikan semuanya, biar kita bisa menyelesaikan agenda bulan madu kita tanpa gangguan," Elang kembaki mendaratkn sebuah kecupan sayang di kening Senja. Istrinya tersebut hnya menggeliat dan semakin meringkuk di dalam pelukannya dengan perasaan nyaman dan damai.


Jika tahu menikahi Senja sebahagia ini, Elang jadi berpikir kenapa tidak dari dulu ia menabrak kakek Senja, dengan begitu mungkin jodohnya dengan Senja dipercepat dan sekarang mereka sudah memiliki anak. Ternyata di balik musibah waktu itu ada bahagia yang sebenarnya, pikir Elang membayangkan ia memiliki sebuah keluarga kecil yang bahagia.


Astaga! Elang merutuki pikiran berdosanya barusan, kenapa ia malah berandai-andai seerti itu. Punya anak dan bahagia itu tidak salah, yang salah ia berandai-andai kalau sedari dulu kalau ia menabrak kakek, dasar cucu mantu durhaka! Elang Berkali-kali minta ampun kepada almarhum kakek dalam hati.


🌼 🌼 🌼


Tiga hari kemudian...


Elang dan Kendra tampak sibuk sekali berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menemui para pemegang saham di BaileyTex.


"Setelah ini kita akan menemui Mr. Smith dan Mr. Andrew. Jika mereka deal, besok tidak akan ada kendala bos," ucap Kendra melihat Elang dari kaca mobil.


"Hem, aku mengerti. Cepat kuta temui mereka," sahut Elang. Ia sudah sangat lelah, ingin segera kembaki ke hotel dan menemui obat lelahnya, yaitu Senja. Malam ini, ia tak ingin melewatkan makan malam bersama sang istri lagi seperti malam-malam sebelumnya. Ia melihat ponselnya, ah ponselnya mati kehabisan baterai ternyata.


Tanpa menjawab, Kendra mempercepat laju mobilnya menuju ke salah satu restauran di hotel bintang lima di kota Paris.


Sementara di tempat lain...


Senja sedang menatap dirinya di depan cermin, ia baru saja menyelesaiakna ritual mandi sore itu. Ia mengambil ponsel di meja rias lalu melihat apakah ada pesan dari Elang saat ia mandi karena sejak pagi tadi suaminya tersebut tak mengiriminya pesan sama sekali.


Tak ada pesan maupun panggilan dari Elang. Ingin meneleponnya, takut jika suaminy sedang sibuk. Senja mendesah panjang lalu meletakkan ponselnya kembali, ia melanjutka menyisir rambutnya.


"Apa pulang larut malam lagi?" gumamnya. Jujur saja ia kesepian, pasalnya sejak percintaan panas malam itu, Elang sering pergi meninggalkannya sendirian di hotel. Pergi dari pagi buta hingga larut malam baru kembali ke hotel. Ponselnya juga lebih sering tidak aktif. Entah apa yang suaminya itu lakukan di luar sana, ia tak tahu karena Elang hanya mengatakan ada hal penting yang harus ia urus. Jika sudah begitu, Senjabtak berani bertanya lagi, takut di bilang bawel dan tidak percaya dengan suami sendiri.

__ADS_1


Hingga waktu makan malam tiba, Elang tak kunjung kembali, Senja hanya melihat menu makan malam yang sudah di antar ke kamarnya beberapa saat yang lalu tanpa berniat memakannya. Selain tak berselera, ia juga masih merasa kenyang.


Senja memutuskan untuk berbaring di ranjang sembari terus memandangi ponselnya.


"Kenapa tidak mengabari sama sekali sih? Kemana kamu boo, kalau begini bagaimana aku nggak curiga coba," gumam Senja menatap layar ponsel yang di penuhi photonya bersama Elang, manis sekali.


"Astaga, apa yang mesti di curigai sih sayang? Istriku aja udah paling perfect begini, mau cari yang gimana lagi coba?" Elang yang baru saja kembali berdiri teat di depan pintu menatap Senja yang posisinya membelakanginya.


Mendengar suara Elang, Senja langsung tersenyum kegirangan. Ia meletakkan ponselnya dan bangun. Dalam sekejap, ia kini sudah bergelayut manja di lehar suaminya, kakinya melingkar di pinggang Elang, persis seperti koala.


Elang tersenyum, rasa lelah dan kesalnya karena tidak berhasil membujuk pemegang saham yang terakhir ia temui, tiba-tiba sirna karena sikap sang istri yang menggemaskan tersebut.


"Kenapa baru kembali? Kenapa nggak kirim pesan? Kenapa nggak telepon? Kenapa ponselnya nggak aktif?" Tanya Senja merepet tanpa jeda.


"Seharian aku sibuk," jawab Elang lalu mengecup bibir Senja seraya kakinya melangkah dengan pelan menuju ke ranjang.


"Samoai nggak ada waktu buat pegang ponsel," lanjutnya dan satu kecupan mendarat lagi di bibir Senja.


"Saat mau menghubungi kamu, ponselku ternyata mati, kehabisan baterai," tukasnya menjawab semua pertanyaan sang istri. Tak lupa ia kembali mengecup bibir cherry Senja banyak-banyak kali ini.


Elang menurunkan Senja di atas tempat tidur, "Kenapa? Apa kau sangat merindukan aku?" tanyanya sembari merapikan rambut sang istri lalu membelai pipi berlesung pipit milik Senja.


"Tidak, siapa yang rindu? Rindu itu berat!" kilah Senja, adahal reaksinya tadi saat mendengar suara Elang terlihat jelas kalau ia merindukan suaminya itu.


Elang berpikir bagaimana caranya mengatakn keada Senja kalau ia mungkin akan gagal membuat BaileyTex menjadi milik istrinua tersebut. Jika Senja tetap memilih bersamanya, maka ia benar-benar harus merelakan peninggalan orang tuanya tersebut.


"Boo, apa besok aku tetap harus datang ke kantor?" pertanyaan Senja membuyarkan lamunan Elang.


"Ya, kita tetap harus datang," jawab Elang. Ia mencium puncak kepala Senja.


"Sayang..."


"Hem..?" Senja mendongak menatap rahang kokoh milik suaminya.


"Gimana kalau kamu benar-benar harus kehilangan BaileyTex? Aku mungkin tidak bisa membantu," ucapnya penuh penyesalan. Hanya sebuah keajaiban yang merubah hati Mr.Andrew besok. Setidaknya ia sudah berusaha semaksimal mungkin.


"Tidak masalah, percayalah, aku tidak butuh itu, asal tantw Jolie bisa mengurus perusahaan dengan baik, aku tidak apa-apa. Bukankah selama ini aku hidup dengan baim meski tanpa harta?" ucap Senja meyakinkan Elang. Ia bis melihat ketidak berdayaan suaminya, Elang merasa tak berguna sebagai suami.


"Kau sudah melakukan banyak hal, jangn berpikir kalau tak berguna, kamu udah melalukan semuanya untukku, dan itu lebih lebih dari cukup. Kau suami terbaik, Terima kasih untuk semuanya boo. I love you," Senja mencium bibir Elang lalu semakin mengeratkan pelukannya.


"I love you more," Elang lega, karena Senja sellu mengerti dirinya dalam hal apapun. Paling pandai menenangkan hatinya di saat gundah gulana.


"Sayang," panggilnya lagi.

__ADS_1


"Hem?" sahut Senja.


"Boleh tolong siapkan air untukku, aku lelah ingin mandi," pinta Elang dengan lembut.


"Tentu saja, tunggulah biar aku siapkan airnya," sahut Senja. Ia berusaha meleas pelukan suaminya namun sulit, terlalu erat.


"Sayang, leaskan dulu. Kalau memelukku teru begini bagaimana bisa aku menyiapkan airnya. Aku tidak bisa sulap yang hanya berkedip air bisa tersedia begitu saja," rengek Senja.


"Astaga, aku jadi menyesal memintamu menyiapakan air. Padahal aku masih ingin memelukmu. Hangat," ucapnya seraya melepas pelukannya dengan berat hati.


Selesai mandi, dengan masih memakai jubah mandi, Elang menghampiri istronya yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang.


" Sayang, ayo. Aku udah wangi, udah seger, "Elang menyibak selimut yang menutupi ujung kaki Senja.


" Kemana?" tanya Senja.


" Kalau makan malam, aku masih kenyang sayang," tolaknya halus.


"Iya makan malam, tapi makan malam special," kata Elang dengan senyum smirknya.


"Aku masih kenyang, tapi jika kau mau makan ayo aku temani!" Senja bersiap turun dari tempat tidur.


"Tidak, tidak jangan turun, kita akan makan malam di atas ranjang. Ayolah, aku capek butuh asupan tenaga," ucapnya.


"Mau di pijit?" tawar Senja.


"Boleh, tapi pijat ples-ples ya?" ucap Elang.


"Katanya capek, butub asupan tenaga malah minta ples-ples nnti maik capek boo," senja mulai memijat kaki Elang.


"Tidak akan, justru malm semakin bertenaga. Ya ya ya? Kita honeymoon lagi, ya sayang ya please...." rengek Elang.


Senja mendesah pelan lalu memgangguk seraya tersenyum. Ia tak bisa menolak jika suaminya sudah menginginkannya.


"Beneran ini! Beneran boleh?" tanya Elang antusias.


"Iya, boleh," jawab Senja.


Tanpa ba bi bu, Elng langsung mendorong tubuh Senja lalu menindihnya... Malam itu mereka kembali bersatu dalam desahan dan erangan....


🌼 🌼 🌼


💠💠Udah hari senin lagi nih, yok votenya boleh buat Elang sama Senja... Like komen dan mawarnya jangan lupa ya... Tengkyu 🙏🏼

__ADS_1


Salam hngat author 🤗❤️❤️💠💠


__ADS_2