Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
100


__ADS_3

" MAAF - MAAF ! SEENAK NYA LO BILANG MAAF ! LO ANAK BARU YA ? LO SENGAJA KAN !! LO MAU CARI MUKA KE ABANG GUE !! "


" gobl*k banget deh tuh cewek "


" sok gatel banget"


" anak baru aja berani berani nya deketin rama CS"


" pasti kehidupan nya nanti bakalan nggak tenang, "


" edan berani banget, kita yang udah lama nge fans sama rama aja nggak berani kek gitu .. "


" mahasiswi baru kan ya ? Pantes "


Desas desus semakin terdengar, membuat maya semakin merasa malu. Tak terasa air mata nya menetes. Bukan sakit karena jatuh yang ia rasakan, tapi malu nya itu !.


Ke tiga teman maya juga sama malu nya, mereka diam - diam merutuki rencana bodoh maya. Kenapa maya sampai nekat melakukan hal konyol seperti ini? Lihat lah, orang yang sedang menjadi target hanya diam berdiri di belakang sambil menikmati kekacauan yang di timbulkan oleh maya. Sungguh mereka sangat malu.


Maya sedikit melirik ke arah rama, terlihat rama masih saja terdiam. Malah ia dengan santai nya menyandar di tiang besi yang kebetulan berada di samping nya. Maya mengalihkan pandangan nya ke arah revan yang masih saja berteriak membentak diri nya.


' huh, cuma kacung aja, berani - berani nya ngebentak gue' batin maya di sela ketakutan dan rasa mau nya.


' kalau gue udah berhasil menaklukkan kak rama, gue bakalan suruh kak rama buat nindas lo, ' bati maya dengan mata yang menyorot tajam untuk revan, karena ia masih saja menunduk. Tidak berani ntuk menatap langsung mata revan. Selain takut dnegan sorot mata revan, ia juga merasa malu dengan tatapan para penonton di sekitar tapi hati nya malah komat kamit tidak terima dengan tindakan revan.


" SUDAH, EVAN " suara bass nan seksi rama menginterupsi bentakan - bentakan revan.


Membuat seluruh orang terdiam dan hening seketika. Begitu juga dengan revan yang langsung mendengus tidak suka. Abang nya ini memang tida terlalu suka jika berurusan dengan para gadis yang mendekati nya. Selalu revan atau zain yang akan menyingkirkan mereka semua.


" HUH, lo beruntung abang gue nyuruh gue buat nggak ngurus lo, sekali lagi lo begayaan, awas aja ! "ucap revan sambil menabrak bahu maya.


Rama dan yang lain pun meneruskan perjalanan mereka menuju gedung jurusan bisnis dengan santai nya.


Maya mengira, jika rama menginterupsi bentakan revan karena ia mulai tertarik kepada maya. Sedikit senyuman menghiasi wajah nya yang bangga.


Ketiga teman nya segera mengerubungi nya, sementara para penonton dadakan segera membubarkan diri dengan tetap saling berbisik - bisik menunjuk ke arah maya.

__ADS_1


" lo nggak apa kan beb ?" tanya nina dengan wajah memerah karena masih ketakutan.


" gila,, itu tadi kakak yang paling muda, masih semester 5 ini kata nya sih, " heboh nina.


" hmm, tapi mulut nya mercon banget " gidik windi.


"beb, may maya " panggil tina karena tidak mendapati jawaban dari maya. mereka bertiga malah mendapati maya yang tersenyum - senyum.


Mereka bertiga saling berpandangan. Ada apa dengan maya ini ? Gawat !! Jangan - jangan otak nya bergeser karena di bentak oleh senior tadi,!


" may , " nina menyenggol lengan maya. Membuat maya tersadar dar lamunan nya.


" ada apaan sih, " ketus maya.


" lo nggak apa - apa kan ? Kenapa malah senyum - senyum ? " tanya tina sekali lagi.


" otak lo nggak geser kan ?" tanya windi dengan b*go nya.


" ya enggak lah. Gue fine. fine banget malah, " jawab maya dnegan masih tersenyum.


" ah, kalian nggak tahu aja, kak rama emang sengaja berhentiin tuh senior galak karena udah naksir sama gue, " ucap maya penuh percaya dir


Sekali lagi ketiga teman maya berpandangan. Fix, maya sudah error !


" ah kalian pasti nggak percaya ? Tadi gue sempet ngelirik ke belakang, kak rama terus memperhatikan gue, iiihhh seneng deh " tambah maya yang semakin membuat ke tiga teman nya berpikir jika dia aneh.


Sudah jelas di hadapkan dengan amukan senior tetapi masih sempat - sempat nya melirik ke belakang !.


nina, tina, windi hanya bisa tertawa bersama dnegan maya meskipun dalan hati mereka mengumpat kelakuan teman nya ini. Mereka segera menggiring maya untuk pergi dari lorong jurusan bisnis karena para mahasiswa senior sudah semakin rama


...****************...


" dasar cewek prik ! Emang gosip tentang bos sama kakak ipar kurang santer apa ? Masih ada aja yang berani - berani pake cara basi kek gitu " mulut comel revan masih saja berkomat - kamit tidak jelas. Sementara rama masih tetap memasang wajah datar seakan tidak pernah terganggu dnegan kejadian tadi.


Aric, zin dan zul hanya menggeleng - geleng kan kepala mereka. Kali ini mereka setuju dnegan apa yang di ucapkan oleh revan. Apakah gosip yang beredar di forum mahasiswa di tambah desus - desus di kalangan mahasiswa masih kurang ?

__ADS_1


" udah lah, bocil " tegur zain yang merasa terganggu dengan kicauan revan.


" ih abang, revan tuh sebel aja. Ada ya cewek kayak gitu !! " bantah revan masih sengit.


" ada., lah itu bukti nya, ha ha ha" tawa zain.


" SUDAH, REVAN, ZAIN " hanya suara rama memang yang bisa membuat ke dua orang ini berhenti untuk berdebat,


" apa perlu di selidiki, ram ?" tanya zul. Ia pun juga merasa aneh dengan gadis tadi. Terkesan sangat nekat. Apa memang ia tidak memiliki urat malu ? Padahal mahasiswa baru.


" hmm, selidiki saja. Gue ngerasa wajah nya mirip dengan seseorang " ucap rama datar.


Memuat ke empat pria tampan lain nya merasa tegang dan atmosfir di sekitar menjadi hening. Siapa gerangan orang yang di maksud oleh sang ketua ?


" seseorang yang jahat.. Tentu nya " gumam rama lagi. Ia memang merasa sedikit familiar dengan wajah maya.


" baik " ucap zul sigap.


Mereka berempat akhirnya melanjutkan jalan mereka. Revan yang langsung berpisah ketika ke empat kakak nya sudah sampai di gedung jurusan bisnis, sementara ia meneruskan langkah nya untuk ke gedung jurusan farmasi.


...****************...


sementara di rumah maya..


Mita yang di tinggalkan oleh maya untuk ke kampus dan juga ardhana yang sudah bertolak ke ibukota merasa bosan. Lingkungan komplek maya memang sedikit sepi.


Mita memutuskan untuk berkeliling ke taman komplek, mencari sedikit penghiburan sementara ia menunggu kepulangan sang putri untuk melancarkan aksi nya tinggal sementara di kota B ini.


' aku harus segera menemukan di mana anak si**l itu tinggal, tapi harus kemana lagi ? Ketemu juga baru sekali, haaaah' desah mita dalam hati.


Ia memilih mengemudikan mobil dengan pelan, mobil yang sengaja ardhana tinggal untuk sarana maya ke kampus. Ia memarkirkan di samping taman komplek.


Entah kebetulan atau memag takdir, di sana ada aya yang sedang mengajak si kembar jalan - jalan dengan di temani oleh pak nardi dan juga bi mia.


' heh, gadis sekecil itu sudah punya dua anak saja ! Dasar mu**han '

__ADS_1


__ADS_2