Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
68


__ADS_3

" ehhm, insya allah usia mereka berdua sudah 7 minggu ya, dalam trisemester pertama ini, neng akan merasakan yang nama nya mual, muntah,. Itu sudah menjadi hal yang biasa. Sebisa mungkin vitamin harus tetap masuk. Makan masih oke kan ?" ucap dokter rani.


" masih dok, hanya terkadang pada makanan tertentu seperti aroma daun seledri akan terasa mual, "jawab aya.


Kini pertanyaan kenapa aya bisa mual dan pusing saat berada di kantin tadi akhirnya terjawab. Mira tengah menyantap bakso dan tercium aroma seledri di dalam nya.


" oke, tidak apa - apa. Untuk di masa depan cukup di hindari saja makanan yang bisa menimbulkan mual dan muntah. Tetap di penuhi untuk kebutuhan zat besi dan kalsium. Kehamilan kembar lebih rentan dengan keguguran. Sampai sini ada pertanyaan ?" tanya dokter rani ramah.


Rama dan aya serempak menggeleng. Yang berada di pikiran mereka adalah, kehamilan aya memang harus extra hati - hati karena ada dua nyawa di dalam perut aya.


Dokter rani nampak memperhatikan rama yang sedikit gelisah, seakan ada yang ingin di tanyakan namun merasa malu.


" ada apa , nak rama ? Coba tanyakan saja, " ucap dokter rani. Rama nampak melihat ke arah aya dan dokter rani secara bergantian.


" ehmm, dok, apakah saya harus menahan ... Terlebih dahulu ?" tanya rama dengan canggung, aua bahkan sudah merasa malu dengan apa yang di pertanyakan oleh suami nya.


Sedangkan dokter rani malah tersenyum maklum mendengar pertanyaan rama. Ia jelas sudah biasa dengan pertanyaan ini. Terlebih dari calon ayah. Dan menurut dokter rani, sikap rama sangat tepat karena berani menanyakan hal tersebut.


" tidak apa - apa, neng Aya. Hal ini memang sudah hal yang wajar untuk di tanyakan oleh nak rama." hibur dokter rani kepada aya.


" karena neng aya sedang hamil kembar, sebaiknya nak rama sedikit menahan nya sampai neng aya memasuki trisemester ke dua. Kita masih harus memantau kondisi kedua janin ini. Karena neng aya juga masih berusia muda, tentu kehamilan kembar haris di pantau secara khusus," jelas dokter rani. Rama menganggukkan kepala nya. Biar bagaimanapun, kesehatan aya dan calon kedua anak nya adalah yang paling utama bagi nya.


rama menoleh ke arah aya dan menatap istri nya dengan lembut. Ia merasa sangat bersyukur, setelah kepergian bunda nya kini rama akan memiliki keluarga nya sendiri.


" nah, ada yang ingin di tanyakan lagi ? "


" neng aya ? Jangan sungkan untuk bertanya, ya" lanjut dokter rani ramah.


Rama dan aya serempak menggeleng. Mereka cukup paham jika mereka harus berhati - hati saat ini.


Dokter rani mengakhiri sesi wejangan nya dan meresepkan beberapa vitamin dan obat anti mual yang harus di tebus oleh rama nanti nya.

__ADS_1


Kedua nya mengucapkan terima kasih. Lalu rama dengan sigap membimbing langkah aya berjalan keluar dari ruangan dokter rani.


Di luar ruangan, sudah berdiri 4 pria muda yang menatap penuh cemas ke arah datang nya rama dan aya. Rama hanya bisa menghela nafas karena ulah mereka. Apalagi kepada zain yang masih menatap ke arah rama penuh dengan cemoohan. Hei, apakah dia masih berpikir jika rama tengah membully aya ?.


Jauh berbeda dengan revan, dia nampak begitu santai malah terkesan antusias dengan keluar nya rama dan aya. Ia bahkan bisa langsung menebak saat melihat rama yang memperlakukan jalan aya dengan pelan. Dia akan benar - benar menjadi seorang uncle !!


" apa ? Apa yang terjadi dengan aya ? Kenapa kalian masuk ke dalam ruangan dokter rani ?" zain langsung memberondong kedua nya dengan banyak pertanyaan.


" heem, benar kata zain ? Kenapa ke dokter rani ?" sahut Zul yang tidak sabar. Beruntung aric hanya mengangguk tanpa menambah deretan pertanyaan.


" bang ? Bagaimana ? Positif kan ?" tanya revan mengabaikan pertanyaan abang - abang nya. Rama dan aya menoleh kepada revan, satu - satu nya orang yang waras menurut mereka.


Rama dann aya tak bisa menyembunyikan senyum nya dan mengangguk kepada revan.


" wohooooooooo,, alhamdulillah . Yeay yeay yeay , " revan berteriak kegirangan. Beruntung jadwal praktek dokter rani di kosongkan hingga 3 jam ke depan, jadi teriakkan revan tidak mengganggu pasien yang mengantre.


Sedangkan zain, zul dan aric hanya terbengong melihat revan yang berteriak kegirangan. Jangan lupakan selebrasi revan yang sangat absurd menurut meeka.


" kenapa revan berteriak ?"


" lalu, apa maksud nya positif ?"


Zain dan zul bergantian melontarkan pertanyaan mereka lagi.


Rama memapah aya untuk duduk di kursi tunggu. sementara ia langsung menatap jengah kepada ketiga sahabat nya yang masih menuntut penjelasan dari nya.


" dengar baik - baik, pertama, aya bukan kelelahan karena aku membully nya di malam hari !. Kedua, kondisi aya sedang tidak fit. Dan ketiga ... " ucap rama serius.


" dan ketiga ?" beo ketiga nya gemas menunggu lanjutan ucapan rama.


" kita akan menjadi uncleeeee ... " pekik revan memotong penjelasan rama.

__ADS_1


" HAAAAH ?" teriak mereka serempak. Otak pintar mereka mulai merespon dan mencerna informasi yang di berikan oleh revan.


" kita akan jadi uncle ? Aya hamil !!! " teriak aric menjadi yang pertama kali sadar.


zain dan zul langsung menatap ke arah aya yang tersipu malu dan berlindung di pelukan sang suami.


" beneran bos ?" tanya zain dengan mata berbinar.


" apa itu benar ? Akan ada calon bos kecil di perut kakak ipar ? " pertanyaan lain terlontar dari mulut aric. Bahkan mata nya nampak berkaca - kaca.


Aya merasa begitu bersyukur, para sahabat suami nya bisa menerima nya dan nampak antusias dengan kabar gembira ini.


" hmmm, kembar. Di dalam sini akan ada dua calon anggota baru kita, " jawab rama terharu sambil mengusap lembut perut aya yang terhalang gamis dan jilbab lebar nya.


" APAAA ?"


" KEMBARR "


Teriakkan kembali terdengar. Bahkan revan juga ikut berpartisipasi kali ini. Ia tentu belum tahu mengenai berapa calon keponakan nya itu.


Rama mengangguk dengan mantap. Lalu ia kembali melayangkan ciuman nya ke kepala aya yang tertutup jilbab.


Lihatlah wajah para calon uncle ini, begitu antusias, terharu dan senang. Bagi mereka yang tidak pernah memiliki arti keluarga, rama adalah orang yang berjasa. Yang mengangkat dan menyelamatkan mereka dari kehidupan yang kejam.


Dan mereka akan segera memiliki anggota keluarga lagi. Tidak ada yang merasa malu saat mereka meneteskan air mata haru. Hati mereka penuh sesak dengan luapan rasa kegembiraan ini.


Bahkan evan si bungsu sudah mulai terisak - isak, aric sibuk menepuk - nepuk punggung bungsu mereka sambil sesekali menyeka air mata nya yang juga mengalir deras.


Zain dan zul malah sudah berpelukan erat. Rama dan aya saling memandang dan tersenyum haru melihat pemandangan ini.


" sayang, terima kasih " bisik rama ke pada aya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2