
dua bulan berlalu begitu cepat setelah kejadian rama berbincang ria dengan leo. Aya menjalani kehidupan mahasiswa nya dnegan aman, damai, sentosa tapa ada gangguan dari alika yang sebelum nya terus terusan merongrong nya.
Alika nampaknya cukup ibuk dengan kegiatan kampus nya yang memang mulai banyak tugas dan kegiatan karena ia mulai memasuki semester ke 4. Belum lagi kemungkinan ia belum berani berurusan dengan rama cs.
Aya dengar dari rama, jika setelah malam itu, leo mendatangi alika dan mempertanyakan kebenaran video - video tersebut. Ke dua nya terlibat baku hantam dan alika menerima beberapa siksaan meski pada akhirnya leo tidak tega juga. Alika hanya mendapat berapa kali tamparan keras dan jambakan di rambutnya.
Setelah itu, leo memutuskan untuk pergi dari negara ini. Leo lebih memilih pergi ke luar negeri dan melanjutkan kuliah nya di sana. Maka geng LION COBRA resmi bubar dengan keadaan yang epik. Semua anggota tidak banyak yang tahu kenapa bs nya memilih pergi ke luar negeri. Dan parah nya bos nya pergi setelah menghajar wanita yang selama ini di kejar nya. Nando dan anak buah 1 nya tidak memberi tahu peristiwa kelam leo kepada yang lain. Mereka tentu saja merasa iba. Dan juga bukan ranah untuk mereka berdua bercerita.
Rama, aric, dan zain serta zul sudah mulai magang di MAHES MOTO. Meskipun setiap hari rama tetap saja menyempatkan diri untuk mengantar aya ke kampus. Dan untuk pulang nya, terkadang revan yang akan mengantar atau supir dari mansion yang akan menjemputnya.
" ay, lo beneran cuma kakak adik sama kak rama ?" di suatu hari mira mengajukan sebuah pertanyaan ke pada aya.
UHUK UHUK
Aya tersedak es yang sedang ia minum, pertanyaan mira sungguh sangat mengejutkan nya.
" aduh, yang pelan dong ay, " panik rani dan juga acha. Mira segera menyodorkan segelas air putih.
" uhh. Makasih , " ucap aya lirih. Ia kaget karena mira nampak nya sudah mulai curiga dengan hubungan rama dan diri nya.
" kenapa mira nanya kayak gitu,"tanya aya mencoba untuk tetap tenang.
" yaa, gimana ya, soal nya perhatian kak rama ke lo tuh nggak kayak perhatian kakak ke adik, lebih ke .... "
" ke apa ?" desak aya. Walaupun hati nya juga nampak ketar ketir saat ini. Apakah ini sudah saat nya untuk ia jujur kepada mereka?
" ke pacar, " ucap mira hati - hati. Ia tent tahu jika aya sangat tertutup. Bukan hanya penampilan atau pun mengenai kehidupan nya.
Uhuk ..
Lagi, aya nampak tersedak saliva nya. Ia menggigit bibir bawah nya di balik kain cadar nya.
Tiba - tiba kepala aya berasa pusing. Mual menyerang nya. Kenapa dengan diri nya?
ia nampak memegang kepala nya. Kini nampak berputar - putar.
" ay, kamu nggak apa - apa ? " tanya acha yang sedai tadi memperhatikan aya yang terdiam karena pertanyaan mira.
" ehm, aya nggak kena .... "
BRUK
Aya terjatuh pingsan sebelum ia sempat menyelesaikan kalimat nya. Membuat ketiga teman nya membulatkan mata mereka.
Acha yang pertama sadar dengan cepat mencoba membangunkan aya dibantu oleh rani kemudian. Sedangkan mira, ia dengan cepat berlari ke gedung fakultas kedokteran untuk segera memberi tahu revan. Karena mereka bertiga tahu, jika selama rama magang, maka jika terjadi apa - apa dengan aya mereka harus mengubungi revan.
TOK TOK TOK .
__ADS_1
MIra dengan nafas yang naik turun segera mengetuk pintu kelas revan. Mira tahu jadwal revan karena rama sempat memberi perintah untuk saling berbagi jadwal agar ke dua nya bisa saling memberi kabar. Memang se protect itu rama kepada aya !.
" assalamualaikum, maaf pak saya mengganggu, "
" waalaikum salam, "
" kamu ? "
" oh maaf pak, saya mahasiswa tahun pertama jurusan bisnis manajemen, saya ijin ada perlu sama kak revan, boleh pak ?"
" revan ? Oh baiklah. Revan, silahkan, "
Dari barisan paling belakang, mira melihat revan yang berjalan bergegas ke arah nya. Dalam hati nya sudah khawatir melihat sahabat nyonya bos nya. Hati nya mengutuk kenapa ia terlalu fokus sampai tidak sempat melirik honey bee di tangan nya.
" ada apa ?" tanya revan dengan gelisah.
" itu kak, ay .. Ay pingsan, " gugup mira. Ia juga sedang bertarung melawan rasa paniknya.
" HAH ? SERIUS " pekik revan. Dengan panik ia mengotak - atik jam tangan nya dan mengaktifkan honey bee yang terpasang di bros milik aya.
" **** " pekik revan. Dengan kalut ia segera mengeluarkan ponsel nya.
Jangan sampai si nyonya bos kenapa - napa atau rama bakal ngereog di kampus.
TUT TUT TUT
Sedangkan mira tengah memperhatikan revan yang semakin terlihat kelabakan saat menghubungi rama.
' meeting ? Asa iya pegawai magang bisa ikut meeting ' gumam mira dalam hati penuh dengan kecurigaan. Semakin ia penasaran dengan identitas rama dan teman - teman nya.
' ay. Sebenarnya kamu siapa ?' gumam nya lagi.
" assalamuaikum.. Ba .. Bang, "
" ..... "
" it .. itu bang, ka .. Kakak ipar pingsan "
" .... "
" maafin revan bang, tadi Revan ada kelas. Ini aja revan di samper sama mira."
" .... "
" oke bang, abang ati - ati ke sini nya. ini biar revan langsung nyusul ke ruang kesehatan"
" .... "
__ADS_1
" walaikum salam "
' hah ? kakak ipar ? Bukan nya selama ini kak revan selalu panggil aya dengan sebutan kakak sepupu ?' mira kembali tenggelam pada pikiran nya sampai - sampai ia tidak menyadari jika revan sudah meminta ijin ke dosen nya dan dengan tergesa - gesa menyeret nya untuk menyusul aya ke ruang kesehatan.
......................
Aya POV
Di sebuah taman yang di penuhi oleh padang ilalang, aya tengah duduk di sebuah kursi panjang.
' di mana ini ?'
aku menatap ke sekeliling ku, hanya terlihat padang ilalang sejauh mata memandang.
Tiba - tiba, di depan ku aku melihat sebuah pemandangan yang membuat mata ku berkaca - kaca.
Bagaimana tidak, di depan sana aku melihat abah dan umma ku tengah berdiri dengan senyum di bibir mereka. Tangan mereka masing - masing menggenggam tangan mungil dua bocah kecil, laki - laki dan perempuan.
Meskipun aku bingung, tapi aku segera menampik pemikiran ku dan segera menghambur ke pelukan mereka.
" abah, umma, " teriak ku air mata ku sedari tadi sudah menetes.
Aku rindu mereka ya allah, benar - benar rindu. Terima kasih sudah mengirimkan mereka dalam mimpi ku.
Eh ini mimpi kan ?
Aku mengingat - ingat sejenak. Bukan kah aku tadi tegah makan bersama dengan teman - teman ku ? Lalu aku mendadak pusing dan mual ?
Jadi aku pingsan ?
" Abah, umma. aya kangen banget, " aku memeluk mereka berdua dengan erat.
" duhh, masa udah jadi istri kok masih aja cengeng dan manja ?" goda Abah. Mataku membeliak. Abah dan umma tahu ?
" abah dan umma tahu ? " tanya ku.
" tahu dong, suami kamu baik ya neng. Dia pernah mengunjungi kami, " balas abah dengan senyum khas nya.
aku tersenyum tapi juga bingung. Kapan mas rama pergi ke makam abah sama umma ?
Mata ku menatap wajah sepasang bocah kecil nan menggemaskan. Tapi, semakin di lihat, wajah mereka seperti mirip dengan seseorang, terasa sangat familiar.
" mereka siapa abah, umma ?" tanyaku penasaran.
Abah dan umma hanya tersenyum dan menyerahkan gandengan mereka berdua kepadaku.
" jaga cucu - cucu kami, ya neng "
__ADS_1