Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
94


__ADS_3

" ya ampuunn, rama, ini beneran kamu nak ? Kemana aja kamu selama ini sayang ? Tante selalu nyariin kamu loh, "


" kamu apa kabar nya sayang ? Dimana kamu sekarang tinggal ? Pulang yuk,"


Mita terus - terusan menjilat rama, tapi rama hanya menyilangkan tangan nya di dada nya. Bibir nya menyeringai tipis menikmati pertunjukan yang di suguhkan secara gratis di depan nya.


" mas, mas kenapa diam aja sih, ini kita ketemu anak mas loh, kita bawa pulang ya. Kasian kan dia mas, " ucap mita sambil menarik - narik lengan ardhana yang sedari tadi masih sja terdiam. Ardhana hanya sedang mencoba memproses kehadiran sang putra yang tiba - tiba ia temui secara mendadak ini.


" tch, SEBENARNYA, APA YANG INGIN KALIAN KATAKAN?" rama menekan kan hampir seluruh kata - kata nya


DEG


Suara deep voice yang biasa nya terdengar seksi di telinga aya, kini berubah menjadi suara bak dewa neraka di pendengaran mita dan ardhana,


Wanita paruh baya itu sedikit banyak merasakan ketakutan di hati nya. Karena di hadapan nya sekarang bukan lagi rama 'kecil' bocah 15 tahun yang 8 tahun lalu bisa ia 'kadali'.


Kini, raa yang berada di hadapan nya adalah remaja yang tumbuh dewasa. Aura penguasa seakan menguar dari dalam tubuh rama, membuat mita yang awal nya ingin bermain licik seakan menelan rencana nya bulat - bulat.


Tapi, mengingat kehidupan mewah yang akan di jalani nya di masa depan bersama dengan putri nya jika ia bisa menggaet rama sebagai menantu nya, membuat mita menebalkan sedikit wajah nya. Ia mengeratkan genggaman tangan nya di pegangan tas mewah nya dan tetap berusaha tersenyum meskipun di hati nya ada ketakutan dan amarah.


" kenapa rama begitu ? Rama nggak rindu kami ?" kami selama ini mencari mu, nak " ucp mita samil berusaha menyentuh wajah rama.


Rama berpaling dan langsung mundur selangkah. Mata nya yang tajam terus saja menatap ke arah dua pasangan paruh baya yang sama sekal tidak memiliki rsa malu itu


" cih, benarkah ? Untuk apa TANTE mencari ku ? Bukan kah HARTA ayah adalah yang selalu TANTE incar?" sarkas rama.

__ADS_1


DEG


Entah kenapa, jantung ardhan berdetak cepat kala rama mengucapkan itu. Ingatan nya langsung berputar cepat saat ia pernah mendengar kalimat ini namun dengan versi orang yang berbeda yang mengucapkan nya.


Tapi, tetap saja ardhana tidak suka mendengar rama mengucapkan kalimat sindiran seperti itu kepada sang istri yang ia sayang.


" JAGA UCAPAN MU, RAMA ! 8 tahun tidak bertemu malah menjadikan mu sebagai seorang yang tidak sopan santun ! " hardik ardhana. Kerinduan yang sempat di rasakan oleh nya kepada rama tadi seolah menghilang begitu saja, saat a melihat raut wajah mita yang ketakutan dan memelas. Sungguh, ardhana sudah jauh uluh kepada mita dan segala tipu muslihat nya.


Bukan kah mita hanya memiliki keinginan untuk mengajak nya pulang ? Bukan kah malah seharusnya rama bersyukur, jika mita mengajak nya pulang dan tinggal di ruah yang besar seperti dahulu ?


Nampak nya, ardhana melupakan keberadaan mobil mewah rama yang sudah sangat mengungkapkan jika rama lebih kaya dari nya. Sungguh, otak ardhana sudah di cuci oleh sang istri ular nya.


" tch, " rama hanya berdecih saat mendengar ucapan pertama yang ayah nya ucapkan saat mereka bertemu. Mata nya yang bagaikan elang perlahan beredar, mengalihkan tatapan nya dari wanita pembuat onar di keluarga kecil nya yang dahulu terasa hangat.


Tidak ada sebuah kerinduan sama sekali di hati rama untuk sang ayah, mungkin kerinduan dan keinginan untuk bersama ayah serta semua kenangan di antara mereka sejak kecil memang sudah d kubur oleh rama bersamaan dengan kepulangan sang bunda.


Memang saat itu, rama sedang berkunjung ke kantor sang ayah karena iseng, sekolah nya pulang lebih cepat dan sang bunda tidak tahu sehingga belum menjemput nya. Raa memutuskan untuk berkunjung ke kantor sang ayah, karena sudah beberapa bulan rama tidak bisa 'me time' bersama sang ayah dengan alasan sang ayah yang selalu sibuk dnegan pekerjaan kantor.


Rama kecil yang hanya ingin memberikan kejutan untuk sang ayah, malah harus menjadi sang penerima kejutan.


Ia di suguhkan dengan pemandangan yang langsung membuat senyuman ceria nya membeku, tangan yang tadi nya ingin mendorong dengan semangat pintu ruang sang ayah, seakan kaku tidak bisa bergerak.


Di dalam sana, sang ayah sedang memangku mita, sekretaris baru yang dahulu empat di kenalkan kepada nya dan sang bunda.


Mereka sama sekali tidak sadar jika perbuatan mereka di pergoki oleh remaja kelas 1 SMP yang tentu nya sudah sangat paham dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


pantas saja,


Pantas saja sang bunda beberapa minggu ini selalu mengurung diri nya di dalam kamar setelah berkunjung ke kantor. Bahkan sng bunda hanya keluar saat hendak makan dan mengantarkan rama sekolah.


Sejak saat itu lah, hubungan rama dn ang ayah seakan renggang. Ardhana yang sama sekali tidak tahu jika anak dan istri nya udah tahu dengan kelakuan nya, sedangkan laksmi dan rama memilih untuk bungkam dan memendam semua nya.


......................


Sekelebat ingatan masa lalu tiba - tiba melintas di pikiran rama begitu sja. Membuat nya tersenyum menyeringai kejam yang membuat ardhana dan mita tertegun dan sedikit merasakan ngeri di tengkuk mereka.


Mereka tidak tahu saja, bagaimana kehidupanku rama di jalanan selama 8 tahun ini. Sehingga dengan berani nya mereka mengusik kehidupan rama.


" oh, anda juga ada di sini, tua bangka, " cibir rama sambil mengalihkan pandangan nya yang semula tertuju kepada mita ke arah ardhana.


Tidak ada perubahan dari nada rama, hanya rama saat ini tersenyum mengejek ke arah ardhana. Tangan ardhana nampak mengepal saat rama seolah - olah baru melihat keberadaan nya.


" apa kabar anda, wahai tuan ardhana putra? Ck ck ck, kenapa anda semakin lama semakin mengurus ? Apakah istri terCINTA mu bahkan tidak bisa mengurusi mu dengan baik ?" sarkas rama. Tetapi nada nya sama sekali tidak berubah, tenang tapi menusuk.


Lihat saja, bahkan ardhana semakin mengepalkan tangan nya lebih erat. Putra yang dahulu selalu mengikuti nya kemana pun ia beranjak, yang bahkan akan merajuk jika tidak di ajak ke kantor sekalipun, sekarang ia merasa asing.


Seakan ada jarak yang sangat jauh dan ada tembok yang sangat tinggi yang memisahkan antara mereka berdua.


Rama merasa miris sebenar nya. Tapi ia terus menguatkan hati nya.


" apa seperti ini cara didik ibu ... "

__ADS_1


" TUTUP MULUT MU, PAK TUA !!"


__ADS_2