
" bagaimana dengan pergerakan dua penyihir itu ?" tanya rama setelah mereka memasuki ruangan rama, lantai paling atas yang juga berisi ruang kerja aric, revan, zain dan zul serta beberapa asisten dan sekertaris mereka masing - masing.
" seperti nya adik lo mulai nyari info soal lo, " cibir aric. Rama hanya tersenyum miring, sedikit mencibir juga.
" jangan pernah sebut dia sebagai adik gue, !" ucap rama dengan dingin. Aric hanya menanggapi ucapan rama dengan santai.
Bagaimana pun, aric jelas tahu bagaimana perasaan rama yang harus kehilangan bunda nya akibat perbuatan sang ayah. Dan itu tentu tidak ps dari peran wanita penyihir, ibu tiri nya.
Di tambah lagi sebuah fakta jika sang ayah menyayangi seorang anak lain yang bahkan bukan darah nya sendiri.
Bukan kah itu semua sebuah ironi yang menyedihkan ?
Seorang ayah menelantarkan anak nya sendiri dan malah merawat anak dari laki - laki lain. Yaa, meskipun nyata nya ardhana memang tidak tahu mengenai fakta itu.
Diam - diam aric menunggu momen di mana ardhana mengetahui mengenai fakta ini, aric pasti akan menjadi orang pertama yang akan menertawakan nya.
" bos, bagaimana jika penyihir kecil itu mencari mu jika ia tahu lo adalah ' kakak tiri ' nya ?" tanya aric. Penyihir kecil tentu merujuk ke pada maya.
" biarkan saja, biarkan mereka yang mencari kita. Kita hanya perlu menyiapkan panggung untuk pertunjukkan yang akan mereka tampilkan, " jawab rama dengan santai. Agan nya sudah mulai mengambil dokumen - dokumen yang sudah menumpuk di meja nya.
" yang harus kita perhatikan adalah keselamatan aya dan si kembar, " lanjut nya sambil menatap aric serius.
Aric secara tidak langsung menjadi peka terhadap maksud rama. Ia mengangguk.
" aya bukan wanita yang mudah di intimidasi, bos" ucap aric santai.
Setelah mengenal aya selama hampir 1,5 tahun, aric dan yang lain nya tenu paham gadis cerdas itu.
Aya bukan hanya sholeha, ia tegas dan lembut secara bersamaan. Sikap nya bisa menyesuaikan dengan segala keadaan yang berada di depan nya.
__ADS_1
Mengingat bagaimana aya menghadapi seorang ALIKA tempo lalu, aric berpikir jika seorang maya tidak akan ada arti nya di depan aya.
Gadis pemukiman itu hanya polos mengenai pergaulan saja, tapi jika attitude, aya bisa di sandingkan dengan nona - nona kaya di ibukota.
" ya, lo benar. Umma nya anak - anak memang bisa berpikir kritis. Tapi tetap saja, tempatkan beberapa pengawal di mansion, apalagi mengingat para penyihir itu tinggal di lingkungan yang sma dengan kita, " perintah rama. Aric segera mengangguk dan mengirimkan pesan kepada zain untuk melakukan perintah rama.
" bagaimana dengan perusahaan si tua bangka itu ?" tanya rma lagi.
Aric yang sedang bertukar pesan dengan zain seketika mendongakkan kepala nya dan menatap rama. Rama sedang menanyakan ayah nya kan ?
" sejauh ini, mereka masih cukup bisa untuk mempertahankan posisi perusahaan nya, namun dana dalam kas mereka hanya mencapai batas minimum sebuah perusahaan, ada salah sedikit saja, gue yakin mereka akan di sambangi oleh tim audit, " jawab aric menjelaskan situasi terkini perusahaan ardhana.
" lalu, apa benar pria dari penyihir tua itu sudah mati ?" tanya rama lagi.
" ya, pra bernama antonio itu tewas saat melakukan aksi perampokan. Ia di pukuli oleh massa dan berakhir sekarat di rumah sakit lalu kemudian meninggal, " ucap aric mantap.
Rama mengangguk - anggukan kepala nya paham.
...----------------...
Sementara itu, di UNIVERSITAS UNGGULAN
Maya dan ke tiga sahabat nya sudah menyelesaikan kelas pagi. Maya dengan semangat berjalan menuju lorong kelas bisnis di ikuti oleh ke tiga dayang - dayang nya.
Meskipun mereka bertiga sebenar nya merasa enggan untuk ikut mencari masalah di jurusan bisnis, tetapi mereka tentu tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti maya.
Ingatan tentang perlakuan revan kemarin tentu saja masih melekat di benak ketiga gadis itu. Dan itu cukup membuat mereka menggigil ketakutan.
Belum lagi fakta jika revan ternyata adalah anggota geng yang paling sadis meskipun geng itu sudah di bubaran, tetapi tetap saja mereka merasa ketakutan.
__ADS_1
Mereka bertiga bahkan bersumpah dalam hati nya, begitu maya membuat masalah dnegan salah satu dari geng nya rama, mereka akan pergi meninggalkan nya tanpa perduli bagaimana dengan hubungan orang tua mereka lagi.
Saat maya mulai memasuki kantin di gedung jurusan bisnis, suasana relatif masih sepi. Hanya ada beberapa orang di sana.
Di sana, maya melihat ketiga gadis yang kemarin berkumpul dengan rama dan geng nya. Maya langsung menaikkan dagu nya dengan sombong dan berjalan angkuh menuju meja mereka.
" oi, gue lupa lah kembaliin kart kak rama kemarin, " keluh mira kepada acha dan rani.
" waah, iya ya, kemarin keasyikan main sama si kembar, padahal kita bisa kasih ke aya bae, " sahut rani.
" yasudah , nanti tinggal titipin ke bang aric aja, " santai acha sambil menyeruput jus alpukat nya.
" heemm, ia deh, nanti gue titipin ke ayang ..."
BRAK
" bagaimana jika lo kasih ke gue aja, " ucap sebuah suara seiring meja di gebrak.
Suasana kantin yang tadi nya tenang, menjadi lebih hening lag setelah ada yang menggebrak meja.
Banyak tatapan mata yang mengarah kepada meja 3 gadis yang di kenal sebagai kekasih para anggota inti geng BLACK KING itu.
Banyak yang merasa penasaran, ada pula yang menatap iba kepada rombongan maya.
Tent saa, siapa yang tidak kenal dengan mira, rani, dan acha. Mereka sudah terkenal sejak semester 1 sekolah mereka di tambah dengan aya sebagai gadis - gadis baik hati. Bahkan mira, rani dan acha terkenal karena keluarga mereka cukup berpengaruh di kota B ini. Di tambah sosok aya yang sangat syar'i dan sopan sera lemah lembut. Belum lagi akhir - akhir ini tersebar jika ketiga gadis itu memiliki kekasih yang tak lain adalah para anggota inti geng motor BLACK KING yang sangat terkenal di kota B.
Sementara aya, meskipun ia tidak terlalu menonjol, para mahasiswa jurusan bisnis bahkan para penggemar rama di berbagai jurusan mulai menebak identitas nya sebagai istri rama yang misterius. yang baru - baru ini di umumkan oleh rama.
Mira, rani, acha serempak menaikkan alis mereka sebelah. Menatap heran dan jijik ke arah maya yang muncul dengan gaya angkuh dan sombong nya.
__ADS_1
" serahkan kartu milik RAMA, gue calon istri nya ... "