Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
31


__ADS_3

" yank, mas mau ajak kamu buat tinggal di mansion mulai sekarang " ucap rama hati - hati.


Aya hanya terdiam, ia masih menanti penjelasan dari rama. Meskipun ia sudah menduga jika hal ini pasti akan terjadi. Karena sejati nya istri akan dan harus mengikuti kemanapun suami mengajaknya


" mas memiliki rencana untuk tetap membiarkan rumah ini tetap seperti ini tanpa melakukan renovasi. Bukan karena mas pelit, tetapi hanya agar kenangan mu dengan mendiang abah dan umma tetap utuh, kamu bisa kapan pun untuk menginap di sini, dengan catatan harus dengan MAS, "


Aya terkekeh pelan saat rama menekankan kalimat harus dengan mas. Memang siapa juga yang akan pergi tanpa ijin dan tanpa dnegan nya ?.


" mas melakukan ini karena demi keamanan kamu, sekarang kamu sudah menjadi nyonya Maheswari. Mesipun tidak banyak orang yang tahu jika mas adalah pemiliknya tetapi mas di kenal sebagai ketua geng jalanan. Akan ada banyak musuh yang aka mengincar mas, dan mas takut jika nanti kamu malah yang akan di incar, "


" bukan berarti kamu akan menjadi beban mas nanti nya, jangan pernah sekalipun kamu memiliki pemikiran seperti itu. Mas yang pilih kamu, meski pernikahan kita baru berumur 2 hari, tetapi kamu pilihan mas. Mas Hanya ingin melindungi apa yang menjadi milik mas, " lanjut rama.aya tersipu mendengar jika ia adalah milik rama. Hei gadis, nyata nya memang kamu milik rama kan?


"nanti nya jika di mansion, akan ada pak nardi, ada yang lain nya bahkan ada keempat saudara mas meski mereka jarang tinggal di mansion karena lebih memilih tinggal di apartemen atau malah di markas geng, "


" jadi, kamu mau kan ikut ke mansion bersama dengan mas ? Kita jalani biduk rumah tangga kita di sana, ?" pinta rama. Rama menatap aya dengan penuh harap.


Aya tersenyum, ia mengusap rahang tegas milik rama.


" aya akan ikut emana mas akan bawa ay. Bukan kah memang sudah tugas aya untuk menuruti suami aya asal kan itu demi kebaikan ?" jawab aya lembut. Sedari aal ia menerima qabul dari rama, ia sudah mendedikasikan kehidupannya kepada pria yang ada di depan nya ini.


Rama tersenyum puas. Ia menarik aya ke dalam pelukan nya.


" mas akan jaga kamu,yank. Tidak akan ada orang yang bisa menyakitimu, insya allah " kata rama. Dalam hati ia pun bersumpah hal yang sama. Ia akan menjaga anita ini dengan sepenuh hati nya. Ia tidak ingin kehilangan lagi.


" aya percaya mas, " balas aya mengeratkan pelukan suami nya.

__ADS_1


" ya sudah, sebaiknya kita segera bersiap - siap. Biar nanti sehabis magrib kita berangkat ke mansion, "


" kamu nggak usah banyak - banyak bawa barang sayang, yang penting aja. Surat - surat penting, buku tabungan , sertifikat rumah, toko, saah, bawa semua. Nanti mas akan buatkan brankas pribadi untuk mu d mansion. Kita harus berjaga - jaga karena nanti nya kamu akan lebih banyak tinggal di mansion, " titah rama yang di angguki oleh aya.


Kedua nya lekas mengemas barang - barang yang sekira nya penting. Hingga waktu sudah menunjukkan waktu magrib.


Rama dan aya berjamaah melaksanakan ibadah mereka, tanpa makan malam terlebih dahulu, rama langsung mengajak aya untuk berangkat.


💨💨💨


Tepat pukul 7 malam, aya dan rama sampai di mansion. Di tempat parkir, rama bisa melihat berturut - turut mobil milik aric, mobil merk mahes dengan plat nomor a121 c, moil besutan MAHES MOTO tentu nya, lalu mobil zain, dan dua motor sport milik zul dan juga revan yang menandakan jika mereka semua sudah berada di dalam mansion.


" ayo sayang, " ajak rama sambil membantu aya turun dan menggandeng gadis muda itu. Kedua nya msuk dengan tangan rama yang menggenggam tangan aya dan tangan satu nya nampak menggendong tas ransel aya. Aya benar - benar tidak membawa banyak barang. Tas ransel nya hanya berisi surat - surat penting. 2 stel baju yang tadi aya debatkan karena rama bersikeras untuk tidak usah membawa baju karena di mansion sudah lengkap, laptop serta dompet nya.


Sontak kehadiran kedua nya langsung di sambut hangat oleh kelima sosok di ruang tamu. Aric, zain, zul dan revan di tambah sosok pak nardi yang sedang menanyakan ke empat nya ingin makan malam dengan menu apa.


" waalaikum salam, " jawab semua nya.


Mereka langsung berdiri. Rama menyuruh aya untuk duduk di sofa, sedangkan dia menyalami ke empat saudara nya dengan salam ala mereka dan menyalami takzim kepada pak nardi.


Setelah pak nardi selesai menanyakan menu kepada masing - masing orang, ia berpamitan untuk menuju ke dapur, meninggalkan 5 anak manusia yang masih muda - muda itu.


" macet bos ?" tanya zul basa - basi tanpa mengalihkan mata nya dari layar laptop nya.


" kalau lagi ngomong liat muka nya sue, " jitak zain di kepala zul yang berbuah ringisan serta cengiran dari zul.

__ADS_1


" hmm, ya biasa lah. Bagaimana kantor sama markas ?" tanya rama. Nampaknya rama sedari kemarin sudah menahan diri untuk tidak bertanya mengenai perusahaan dan markas karena ada nya aya.


Tapi kini aya sudah tahu semua nya, maka ia tidak akan menutupi apapun lagi.


" kantor lancar, ya hanya masalah blueprint tadi, " jawab aric dengan mantap.


" hemm, gue udah kasih solusi nya tadi, segera atur jadwal. Lebih cepat lebih baik agar proyek MAHES RACE cepat terealisasikan, " kata rama di angguki oleh aric.


" laporan dari markas, ada anak buah kita yang menjadi mata - mata di LION COBRA, ia mengatakan jika leo masih mencari keberadaan mu bos, seperi nya dia tidak akan puas jika belum melihat jasad tubuh mu, " ucap zain dengan santai. Ia sudah tahu jika aya sudah mengetahui jati diri rama, maka ia tidak berhati - hati lagi dengan ucapan nya.


" hmm.. Terus saja awasi ia, untuk sementara waktu aku akan berdiam diri dulu hingga aya siap masuk kuliah, " kata rama. Ia nampak mengelus - elus kepala aya. Sedangkan sang empu nya hanya menunduk malu.


" nyonya bos, akan menjadi junior kita kan, kak ?" tanya revan yang sedari tadi nampak menyimak pembicaraan. Ia sudah di beri tahu aric jika ia akan segera berangkat ke luar negeri dengan aric.


" ya, bukan kah mahasiswa baru akan memulai pelajaran minggu depan ini ?" tanya rama.


" iya bos, besok nyonya bos hanya perlu melakukan verifikasi dan pembayaran karena hari ini dia hanya di wakilkan saja. Juga untuk mengambil pas foto untuk kartu mahasiswa nya, " jelas revan.


" bagaimana dengan kegiatan ospek ?" tanya rama. Meskipun ia tidak ikut serta dalam organisasi BEM, tetapi ia juga memiliki otoritas di dalam mya. Entah kenapa ketua BEM yang juga sahabat nya di kampus begitu sungkan jika rama meminta bantuan kepada mereka. Karena dasar nya rama tidak pernah meminta bantuan untuk hal yang merugikan kampus bahkan untuk BEM itu sendiri.


" gue udah bilang kevin buat mengadakan kegiatan di indoor. Tepat nya di aula besar. Dan kevin juga setuju krena kebetulan cuaca sedang tidak kondusif. Rejeki nyonya bos ini mah, " kekeh zain.


Rama tersenyum kecil dnegan tidak menghentikan kegiatan tangan nya yang mengelus kepala aya.


" lalu, bagaimana dengan ALIKA "

__ADS_1


__ADS_2