Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
40


__ADS_3

Tepat setelah pembicaraan a.ka musyawarah singkat di sabtu pagi itu, setelah nya ke empat sahabat rama dan juga tentu saja beserta rama membantu aya untuk melancarkan teknik menyetir aya.


Hingga akhirnya aya sudah semakin luwes dalam mengendarai mobilnya. Perihal SIM, zul sudah langsung menyelesaikan nya. Meskipun dengan menggunakan sedikit koneksinya.


Saat ini, minggu malam. Rama dan aya tengah bergelung di kasur mereka setelah kegiatan olahraga malam yang membuat rama candu. Kini mereka tengah berbaring istirahat di ranjang mereka, bersiap untuk pillow talk yang rutin rama terapkan sebelum mereka terlelap tidur.


" mas, " ucap ya sambil memainkan jari - jari rama .


" kenapa hm ? Mau nambah ?" goda rama. Aya mencebik dan mencubit perut rama gemas,


" itu sih mau nya mas, " sahut aya.


" ha ha ha, lalu ada apa sayang?" tanya rama yang tertawa kecil setelah berhasil menggoda istri kecil nya,


" gimana jika aya hamil ? Apa mas akan menerima nya ?" tanya aya sendu. Mendadak mata nya berembun siap meneteskan air mata.


Rama terkejut mendengar suara sedih sang istri. Apalagi ini membahas tentang kehamilan. Hei, itu yang ia tunggu - tunggu, right ?.


" apa maksud kamu, sayang ?" tanya rama lagi. Ia kini bangkit dan di raihnya tubuh aya yang tengah berbaring hingga masuk ke pelukan nya.


Rama merasakan tubuh sang istri bergetar, ia lalu merenggangkan pelukan nya dan melihat ke arah. Istri kecilnya itu tengah menangis sedih.


" hei, kenapa hm ? Kenapa malah menangis ? " tanya rama lembut.


Butuh waktu 5 menit hingga tangisan aya berhenti, entah kenapa, rama juga tidak tahu sang istri tiba - tiba menanyakan perihal kehamilan dan menanyakan pendapat rama. Eh, apa jangan - jangan aya sedang isi ? Isi risol, gorengan ?🤭.


" sudah lega ?" tanya rama. sedari tadi memang rama hanya membiarkan aya menangis menumpahkan rasa tanpa ingin menginterupsi nya. Hanya tangan nya yang senantiasa membelai rambut aya yang memang tergerai indah. Keinginan rama agar setiap memasuki kamar mereka, aya membuka jilbab lebar nya.


" kita baru saja menikah, aya hanya takut jika mas suatu saat akan menyesal dan meninggalkan aya, " kata aya saat ia sudah mulai tenang. Tapi tak ayal stelah mengatakan hal tersebut membuat mata aya berkaca - kaca.


Ama termenung mendengar ucapan aya. Memang benar, mereka masih sangat muda. Jika di lihat secara sekilas, oang yang baru pertama melihat rama pasti akan berpikir jika lelaki ini hanya akan main - main pada ikatan pernikahan nya. Hal ini pula yang membuat aya setuju untuk menyembunyikan hubungan mereka sementara waktu.

__ADS_1


Rama tahu kemungkinan besar sang istri tengah tidak percaya diri. Kehidupan aya jungkir balik berubah 180 derajat. Ia yang hanya gadis pemukiman meski tidak kekurangan sesuatu apapun, tiba tiba di nikahi oleh seorang pemuda misterius yang menyimpan banyak misteri. Meskipun sekarang aya sudah mengetahui semua rahasia yang di simpan suami nya.


Masih ada sebersit rasa takut di hati aya ternyata, selama ini ia menanamkan keyakinan di dalam hati nya ika semua pasti akan baik - baik saja.


Rama memandang wajah ayu istri nya lekat. Ia menyunggingkan senyuman manis yang hanya di perlihatkan kepada istri dan orang terdekat nya.


" hei, dengarkan mas, ... "


" di hati ini, sudah sangat yakin. Mas ingin, hanya ingin memiliki istri dan anak yang terlahir dari rahi mu. Kita memang masih muda, tapi mas sudah siap jika Allah memberikan rejeki berupa anak kepada kita di usia muda kita, "


" kita sudah menikah, jadi sah - sah saja jika kita memilik anak, mas akan sangat bahagia jika ia hadir sekarang pun."


" sayang, kamu sudah tahu jika masa lalu mas dengan ayah mas sangat lah menyakitkan. Maka mas akan menjadikan semua nya sebagai pelajaran buat mas. Tidak akan mas biarkan darah daging mas terlantar, tidak akan mas biarkan hadir nya orag ketiga di antara kita, "


" mas sudah berjanji kepada mendiang bunda mas, mas akan memperlakukan pasangan mas lebih baik lagi daripada ayah mas, mas nggak akan melakukan kesalahan yang sama, "


" kamu bisa pegang janji mas, hm?" kata rama panjang lebar. Aya bahkan sampai menangis lagi. Tapi kali ini yang keluar adalah air mata bahagia dan haru.


" ya, mas berjanji, " kata rama mantap.


💨💨💨


Setelah drama yang terjadi sebelum tidur, rama dan aya tertidur pulas. Aya terbangun karena alarm yang ia setel pukul 4 pagi. Seperti biasa, ia akan membangunkan rama untuk mandi wajib dan melaksanakan kewajiban mereka.


Setelah itu, rama akan masuk ke dalam ruang kerja nya sebentar untuk memeriksa berkas - berkas kantor yang sudah di kirim oleh aric kemarin sore.


Hari ini, adalah hari pertama aya masuk kuliah setelah kegiatan ospek nya. Cukup antusias dan juga gugup. Ia akan memasuki kampus untuk belajar lagi.


" mas, nanti aya berangkat duluan aja ya, nggak usah nungguin revan ?" kata aya saat mulai meyiapkan sarapan untuk rama.


Hari ini rama juga akan masuk kuliah kembali setelah hampir 10 hari ia ijin.

__ADS_1


" kamu yakin sayang ? Nggak mau bareng sama mas aja ? Mas juga ada kuliah pagi sma aric dan juga zul" tanya rama.


" yakin mas, kan kemarin juga dah bilang, mas selesaikan semua urusan mas terlebih dahulu, baru nanti nya kita akan hidup tenang, " jawab ms lembut. Rama tersenyum dan mengangguk.


" ya sudah, yang penting kamu hati - hati. Mas akan mengikuti mu dari belakang." putus rama. Aya menghela nafas nya kasar. Padahal tidak harus seperti itu. Tapi tentu saja ia akan memilih menuru kepada rama.


aya segera menyelesaikan sarapan nya. Setelah selesai, ia menuju kamar nya untuk mengambil tas dan juga laptop nya. Sedangkan milik rama memang sudah ia bawa saat rama turun dari ruang keja nya tadi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Aya memilih berangkat lebih awal. bukan hanya karena ini adalah hari pertama, ia juga ingin menghindari dari tatapan para mahasiswa senior terhadapnya. Bagaimanapun penampilan aya yang serba tertutup pasti akan menimbulkan reaksi yang berbeda dari teman dan juga senior nya.


" atm dari mas jangan lupa di bawa. Pegang uang cash juga jika nanti membeli makanan di kntin. Nanti saat kelas kamu selesai, revan akan menjemput mu ke kelas, " peringat rama mewanti - wanti.


" ya mas, udah kayak anak sd aja aku tuh, " kikik aya saat mendengar suami nya ini begitu mewanti diri nya.


Rma hanya tersenym sambil mengacak pelan kepala aya.


Kedua nya kemudian menuju garasi di basement 1. Kemarin rama benar - benar menukar salah satu mobil mewah nya dengan mobil type a*ya yang nampak seri lama hanya untuk memenuhi keinginan aya.


Aya mengendari mobil tersebut seoang diri, sedangkan rama akan mengendarai motor sport kesayangan nya setelah mengirim pesan revan jika aya tidak bareng dengan nya.


" bissmillahirrahmanirrakhim ... "


💨💨💨


Aya sampai di pelataran parkir kampus nya dengan selamat sentosa. Ia cukup gugup saat menyetir tadi karena kali ini ia menyetir tanpa ada sang suami di samping nya. Aya memilih memarkirkan mobil nya di tempat yang sudah ramai dengan motor dan mobil milik mahasiswa lain nya. Padahal rama sudah menyuruhnya untuk ikut memarkirkan di tempat khusus bareng milik rama dan ke empat sahabat nya.


Aya keluar dari mobil nya, merapikan sedikit jilbab nya dan mulai berjalan menuju gedung fakultas nya. Belum terlalu rama saat aya melewati lorong - lorong kelas. Karena sebagian mahasiswa memilih pergi ke kantin dan juga berkumpul di area parkir entah apa yang mereka tunggu.


Tak lama aya berjalan, ia samar - samar mendengar teriakan - teriakan yang menyeutkan nama sang suami.


" WAAAHHH ... LIHAT ITU, "

__ADS_1


" RAMA SUDAH MASUK LAGI ... "


__ADS_2