Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
65


__ADS_3

" mas, kenapa mas di sini ? " tanya aya bingung karena rama berada di samping nya. Bukankah seharusnya sami nya tengah berada di kantor ?


Rama tidak menjawab, ia langsung memeluk aya dengan erat.


" terima kasih sayang, terima kasih sudah memberikan mas kebahagiaan, " ucap rama di pelukan aya.


" terima kasih bagaimana sih mas ? Kan emang sudah kewajiban aya, " sahut aya yang masih belum ngeh dengan apa yang terjadi.


" sayang, kamu hamil, " bisik rama di telinga aya.


Tubuh aya menegang seketika. Namun lama kelamaan, rama merasakan jika tubuh aya bergetar. Istri nya tengah menangis ?


Rama langsung melepaskan pelukan nya dnegan panik.


" hei, kenapa ? Ada apa ? Kamu nggak seneng ?" tanya rama panik. Aya menggeleng tapi tetap air mata nya menetes.


" mas nggak bohong kan ?" tanya aya dengan gemetar.


Apa yang di bilang rama ? tentu saja aya merasa bahagia jika benar ia hamil. Meski pun a masih muda dan masih menjalani kuliah nya. Bukankah anak adalah anugerah dari Allah ? Bukankah banyak pasangan suami istri yang mengharapkan kehadiran seorang buah hati di pernikahan mereka ? Maka, apa yang membuat aya tidak bahagia dengan kehamilan nya.


Itu berarti, mimpi nya tadi adalah kenyataan? Abah dan umma nya mendatangi nya dalam mimpi untuk memberi tahu ia jika ia tengah mengandung ? Tanpa sadrar aya menglus lembut perut nya.


" dokter Annisa bilang ada kemungkinan kamu hamil. Bagaimana pun kita belum test pack. Nanti kita pulang langsung ke dokter kandungan untuk periksa ya, sayang ?" kata rama pelan. Aya mengangguk dan tersenyum ke arah rama.


EHEM


Rama dan aya kaget dengan suara dehaman. Mereka serempak menoleh. Aya menelan ludah nya kelat. Bagaimana ia lupa jika tidak hanya berdua dengan rama ?


Terlihat mira, rani dan acha melihat ke arah aya dan rama dengan tatapan yang sulit untuk di art kan. Penasaran, kaget dan bingung nampak terlihat di mata mereka.


Sedangkan revan nampak tersenyum saat melihat aya yang sudah sadar.


" kakak ipar, lo akhirnya bangun juga, gue khawatir banget, " kata revan senang.


Aya tersenyum dan mengangguk di balik cadar nya.


" makasih revan. Aku udah mendingan, " jawab aya dengan lembut.


Aya mengalihkan pandangan nya ke arah ketiga sahabat nya. Aya menarik nafas nya kasar dan menoleh ke arah sang suami. Rama hanya tersenyum dan mengangguk.


" mira, rani, acha ... " lirih aya yang merasa tida enak dan takut. Rama menggenggam tangan aya mencoba menyalurkan semangat nya.

__ADS_1


" maafin aku udah sembunyiin ini semua, " cicit aya lirih. Aya melirik ke arah ketiga teman nya yang masih saja bungkam.


" sebenarnya, aku dan mas rama bukan kakak adik, " lanjut nya.


rani dan acha nampak mengangkat alisnya heran, merek berdua tentu merasa kaget saat melihat rama yang langsung memeluk aya dan menangis bersama. Sedangkan mira sekarang tengah menahan nafas, menantikan lanjutan ucapan aya.


" kami adalah pasangan suami istri, " sahut rama yang melihat istri nya nampak sangat ketakutan dengan reaksi teman nya.


JEGEERR


Mira, rani dan acha nampak melotot kan mata mereka melebihi kuning telor ceplok yang siap santap !.


Kaget dan bingung serta kecewa tentu mereka rasakan. Namun melihat status seorang rama, mereka bertiga dengan cepat bisa menarik garis besar nya kenapa aya dan rama harus menutupi status Mereka. Apalagi melihat penampilan aya. Akan banyak spekulatif, ketidakpercayaan di lingkungan kampus akan status mereka.


" haaaahhh, gue udah nyangka sih sebelum nya. Kalo kalian berdua bukan hanya sekedar kakak dan adik " mira menghela nafas. Nampak nya kecurigaan nya memang berdasar.


Rani dan acha langsung mengarahkan pandangannya ke arah mira.


" kenapa ? Kalian berdua emang nggak curiga gitu ? Kk rama sangat posesif ke aya. Meskipun kakak adik, pasti nggak akan sampai segitu nya. Bahkan kak rama nggak ngebiarin aya buat duduk dempet sama sahabat - sahabat nya, " jelas mira.


Rani dan acha hanya diam dan sejenak berpikir. Iya juga ya ? Selama mereka berada di kantin jika sedang makan bersama dengan rama cs, aya pasti akan menempati posisi paling pojok dan sebelah nya pasti rama.


" hmm, aku juga nggak nyangka sih, " sahut acha menempelkan telunjuk nya di dagu nya.


" ka ... Kalian nggak marah kan ?" tanya aya dengan memasang puppy eyes nya.


Duh, siapa yang bisa menghindar dari pesona mata hijau zamrud nan teduh itu ?


Apalagi sekarang mata itu melancarkan pandangan sendu dan sedih.


Rani, mira dan acha kompak menahan nafas karena gemas. Jika tidak ada rama, kemungkinan nasib pipi aya akan di pertaruhkan dari target uwel - uwel ke tiga sahabat nya.


" emmmpp.. Kami masih marah, " mira segera mengubah mode wajah nya menjadi sedikit terlihat garang. Begitu juga dengan rani dan acha.


Aya langsung menunduk dan memainkan jari jari lentik nya.


" maafin aya ya, saya yang nyebapin dia nyembunyiin status kami. Kalian tahu sendiri jika BLACK KING banyak yang ngincer, " ucap rama angkat bicara setelah sedari tadi hanya diam menyimak percakapan istri dan anak nya.


Mira, rani dan acha langsung mengenyahkan wajah garang mereka dan tersenyum malu - malu karena ucapan rama. Mereka tentu merasa tidak enak jika rama sudah berbicara.


" ha ha aha, kami hanya becanda kak, senang kali rasa nya mengusili ay, lihat pipi nya akan merona jika sedang salah tingkah atau merasa tidak enak." ucap mira sambil tertawa.

__ADS_1


" benar kak, lucu tau, gemas" tambah rani. Acha hanya mengangguk kalem seperti biasa.


" dasar kalian ini, jahat banget. Aku udah ketakutan tahu. Jadi kalian masih mau kan temenan sama aya ?" tanya aya senang.


" tentu saja, lagian, memang nya kenapa kalau kamu udah menjadi istri kak rama ? Kalian cocok" ucap mira dan di setujui oleh rani dan acha.


Wajah aya langsung merona di goda oleh mira. Rama tersenyum tipis. Ia senang, istri nya ternyata mendapat sahabat yang baik - baik.


" bang, bang aric sama bang zain mau nyusul ke sini. Kalo bang zul kayak nya lagi melipir ke KONDOU deh, ada sesuatu yang mau dia bahas bareng myra sama ken. " revan masuk setelah tadi nya semat keluar menerima telpon serta sekalian meminta ijin kepada dosen nya untuk tidak menghadiri kelas.


" bilang sama mereka, kita ke MAHES HOSPITAL. Suruh mereka langsung ke ana saja, " titah rama.


" MAHES hOSPITAL ? RUMAH SAKIT ? Aya kenapa kak ?" tanya rani heboh.


" iya, kakak ipar kenapa bang ? Gue mesti nelpon dokter siapa ?" tanya reva yang langsung panik. Mengira jika ya kenapa - kenapa.


" telpon dokter rani, bilang aku akan ajak aya buat konsul, usahakan dia nggak terima pasien dulu sampai aku selesai, " perintah rama. Tangan nya masih bertengger di kepala aya.


Revan membeku. Dokter Rani ? Spesialis kandungan kan ? Jangan - jangan aya ...


" iya benar, aya kemungkinan sedang hamil " kata rama sambil tersenyum tipis.


" APAAA ... "


" HAMIL ??"


.


.


.


.


.


.


Selamat HARI RAYA IDUL ADHA BAGI YANG MERAYAKAN ❤️❤️


Terima kasih atas dukungan nya❤️

__ADS_1


__ADS_2