
Video berganti menjadi waktu 1,5 bulan kemudian. Di sebuah apartemen seseorang, menampilkan seorang gadis yang sangat ia kenal. Itu alika ! Ia nampak memegang sebuah testpack !
Dan dengan jelas leo melihat jika hasil nya adalah positif. kali ini video di lengkapi dengan suara,
..." SIAAALLLLL "...
..." Guee hamil ?!"...
..." nggak nggak, ini pasti nggak mungkin !"...
..." AAARRRGGGGGHH "...
..."gue hamil anak leo ? Ck si**an !!!!"...
Tubuh leo membeku, saat mendengar jika alika mengaku jika ia tengah hamil anak nya saat itu. Ia menatap rama ragu - ragu. Yang hanya di balas dengan seringai an kejam di mulut rama.
..." gue harus pergi dari negara ini. Ya benar, gue bisa lanjutin sekolah ke luar negeri, dan singkirin b**i si****n ini dulu ! "...
Kembali tubuh leo gemetaran, bahkan kedua anak buah di samping nya yang kini tengah ikut menyaksikan video dari awal hanya bisa mengatupkan mulut mereka meski gigi mereka nampak gemeletukan menahan marah dan sedih untuk bos mereka.
' jadi benar ? apa yang di katakan sama rama ? Kalo ternyata alika hamil anak gue ?' batin leo menggigil.
Video selanjutnya kembali berputar. Kini zul berhasil mendapatkan sebuah cctv yang meskipun rada buram tetapi masih bisa terlihat apa yang terjadi di layar. Posisi alika sudah berada di newy**k.
Sosok alika tengah mengambil sebuah paket di luar apartemen nya. Kemudian alika masuk dan segera membuka paketan tersebut. Sebuah botol obat yang entah apa nama nya. lalu alika nampak menegak 1 butil pil yang di ambil dari botol tersebut.
Tak lama kemudian, alika nampak sangat kesakitan dan memegangi perutnya. Nampak nya zul sengaja memotong durasi video nya hingga hanya menampilkan saat perlahan ada darah yang merembes di pangkal paha alika merembes keluar melalui dress yang di kenakan nya. Meskipun saat itu alika tengah terengah - engah. Berkeringat sangat deras, tetapi ia malah menyunggingkan sebuah senyuman yang kini di mata leo nampak sangat menjijikkan.
Leo dan yang lai tahu apa arti nya itu. Apalagi saat leo sempat melihat ke arah genangan darah, ada sebuah daging yang menggumpal di sana.
Itu calon anak nya,
Si jabang bayi yang berada di perut alika,
__ADS_1
Buah hati nya yang eharus nya sudah besaar sekarang.
Leo nampak terguncang. tubuhnya bergetar hebat. Air mata nya luruh. Seorang yang iasa bengis kini tengah tergugu.
Kedua anak buah leo nampak memegangi bahu bos nya. Di mata mereka kini sedang menatap iba ke arah bos nya. Bayangkan saja, selama hampir 8 tahun, mereka tahu jika bos nya sangat mendendam ke ketua geng BLACK KING. Hanya karena sang bos berpikir jika ketua geng tersebut telah merebut wanita yang selama ini ia suka.
Tapi kenyataan yang mereka terima, wanita yang selalu di idam - idam kan malah dengan sadis membunuh calon anak mereka.
" AAAAARRRRRRRRGGGGGGHHHHHHHHHHH ... "
Leo berteriak keras, seakan ia tengah melepaskan segala beban di hati nya.
Air mata nya semakin deras. Rasa kecewa, sedih namun amarah yang mendominasi yang sekarang ia rasakan.
" kita kembali, " lirih rama. Ia membiarkan leo untuk melampiaskan segala rasa di hati nya.
" apa nggak apa - apa kita tinggalin kak leo, mas ?" tanya aya nampak khawatir. Aya juga nampak meneteskan air mata. Ia tidak bisa membayangkan apa yang di rasakan oleh leo. Dia yan hanya orang luar saja merasa sangat sakit saat melihat adegan itu, apalagi leo, calon ayah dari sang janin, janin dari orang yang ia kejar dan puja.
" nggak apa - apa, nando pasti bisa jagain leo, " ucap rama sambil masih menatap leo yang mengamuk dan di tenangkan oleh nando, sang tangan kanan dan 1 lagi anak buah nya.
Lawan yang selalu terlihat angkuh, saat ini tengah dalam keadaan yang terpuruk.
Bisa di pastikan, jika saat ini rama mengambil kesempatan untuk menghancurkan LION COBRA, mereka pasti akan menang telak.
Rama mengajak aya dan ke empat nya pulang ke mansion. Meninggalkan leo yang tengah menangis.
...----------------...
" ssshhhhh, pelan - pelan, yank " rintih rama saat aya mulai menempelkan kain berbalut alkohol untuk membersihkan luka d sudut bibir rama dan beberapa tempat lain nya.
" mas tahan sebentar ya, ini biar nggak infeksi aja, " jawab aya. I dengan lembut dan hati - hati.
Sedangkan ke empat jomblo hanya duduk di sofa melihat bos nya tengah di obati oleh sang istri, mereka tengah menunggu apa yang harus di lakukan oleh nya setelah ini.
__ADS_1
hampir setengah jam, aya beres memberikan pertolongan pertama kepada rama. Kini ia tengah duduk di samping rama.
" jadi, apa setelah ini ?" tanya aric membuka percakapan.
" gue rasa leo nggak akan biarkan alika begitu saja, untuk sementara aman lah dari gangguan alika , " ucap zain memberi pendapat.
" benar, tapi tetap beri pengawasan kepada alika, seminggu lagi kita bertiga akan magang, lalu Revan, tugas mu masih sama, tetap awasi aya di kampus jika tidak sedang ada kelas" titah rama kepada revan
" ya bang, " revan menyanggupi.
" padahal aya sekarang juga udah berani, mas" sanggah aya. Ia hanya tidak ingin merepotkan revan. Bagaimana pun ia dan revan beda fakultas dn gedung mereka juga cukup jauh.
" tenang aja, sayang. Revan juga ngawasin nya lewat cctv" kekeh rama. Aya hanya mengangguk pasrah. Toh, apa yang bisa lakukan ? Ia hanya bisa menurut kan ?
" baik, sekarang kita istirahat. Kejadian hari ini cukup menguras energi dan pikiran, " ajak rama. Rama dan aya segera bersiap naik ke lantai 4. Sedangkan ke empat sahabat rama pergi ke kamar masing - masing.
......................
" as bener nggak apa - apa ?" tanya aya saat ia dan rama sudah berbaring manja di ranjang. Sungguh sebenar nya aya masih sedikit shock dengan kejadian hari ini. Melihat suami nya baku hantam tepat di depan nya.
" mas nggak apa - apa sayang, kamu jangan terlalu khawatir. Mas mah sudah biasa " rama menjawab sambil terkekeh.
Ia mengusap lembut wajah sang istri.
" kamu nggak takut kan, sama mas ?" tanya rama hati - hati. Tentu saja ia merasa khawatir kalau - kalau aya merasa takut kepada nya.
" nggak, mas. Aya hanya sedikit kaget, masih shock aja ngeliat mas terluka di depan aya. Ini beda sama di saat pertama kali kita bertemu, " jawab aya menggelengkan kepala nya.
" maafin mas, mas janji ini terakhir, mas akan segera keluar dari jabatan ketua geng mas, " janji rama. Aya menatap lembut netra rama.
" mas yakin ?" tanya aya. Ia tahu jika semua teman - teman suami nya lah yang menunjuk rama sebagai ketua.
" mas yakin, " jawab rama. Aya tersenyum dan mengangguk. Ia segera masuk ke dalam pelukan sang suami.
__ADS_1
" yank, dia bangun " cicit rama. Aya seketika mendongak. Otak nya langsung terkoneksi dan melihat ke arah rama menunjuk. Aya terkikik geli dan tahu apa yang di inginkan oleh rama.
Dan, malam ini rama meminta jatah olahraga nya meski sekujur badan nya penat setelah perkelahian ...