Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
120


__ADS_3

" baik, mas akan mengajak kamu, aqil dan aqila untuk mengunjungi bunda, beliau pasti akan merasa bahagia, " jawab rama.


" ... Tapi, setelah mas selesain ini semua ,,, " lanjut rama, membuat aya mengernyitkan kening nya bingung.


" menyelesaikan apa ? Memang ada apa lagi ?" tanya aya. Rama memang belum menceritakan pasal ada nya kemungkinan mama tiri dan juga adik tiri nya akan mendatangi nya karena belum ada waktu.


Tapi, sekarang rama berpikir jika ini adalah waktu yang sangat tepat untuk menceritakan semua nya. Agar aya bisa mempersiapkan diri, tidak seperti saat terakhir mereka menghadapi alika.


" sayang, kamu tahu kan jika ' wanita itu ' ada di sini bersama dengan anak nya ?" tanya rama sambil membelai rambut aya. Aya sedikit berpikir dan kemudian ia tahu siapa yang di maksud dengan wanita itu oleh rama.


Aya mengangguk saat ia sudah paham, memberikan rama kode jika ia siap mendengarkan info yang akan di katakan rama lebih lanjut.


" mas dan yang lain memikirkan, jika pasti tidak akan lama lagi mereka akan mencari tentang mas, apalagi saat itu mas sempat bertemu dengan pria tua bang ... "


" ayah, mas. Yang sopan, " peringat aya memotong ucapan rama. Membuat rama sedikit kikuk tetapi juga enggan secara bersamaan. Aya hanya menggeleng karena rama seperti nya masih enggan untuk memaafkan pria berjuluk ayah nya itu dengan ikhlas.


" beri mas sedikit waktu, sayang " lirih rama menjatuhkan dagu nya di bagu aya. Menghirup aroma aya ketika perasaan sesak di hati nya kembali muncul meski sudah berkurang. Aya mengangguk dan mengusap - usap punggung rama, menenangkan lelaki nya.


" hmmm, aya mengerti, ayo lanjutkan lagi " ucap aya


" ... Hmmm, mas sudah bertemu dengan nya bersama dengan istri baru nya, kami memang terlibat sedikit percakapan, dan jika mas lihat dari sifat wanita itu, kemungkinan ia akan mencari mas, " ucap rama. Kini ia memilih menggunakan paha aya sebagai bantal dan meneruskan cerita nya lagi


" tapi untuk apa mereka mencari mas ?" tanya aya lagi.


" bukan merea, jika mas benar, pasti hanya wanita itu yang akan mendatangi mas, mendatangi kita, " tebak rama yakin. Aya mengernyit.


" wanita itu pasti akan mengincar harta mas, karena saat ini menurut kabar yang mas dengar dari zul, perusahaan pria itu engah tidak baik, " pandangan mata rama nampak menatap tajam ke depan.

__ADS_1


" mas ingin kamu selalu hati - hati, gunakan selalu jam tangan yang mas kasih dan jangan lupa kenakan bros itu juga, "


" sebisa mungkin jika mas sedang sibuk di kantor, akan ada di antara ke empat sahabat mas yang berada di rumah, entah revan, zain atau zul karena aric pasti akan selalu di samping mas, " peringat rama. Aya sedikit tegang, tapi jika memikirkan rama, aqil an aqila ia kembali menguasai diri nya. Bukan kah akan ada rama dan yang lain yang akan menjaga nya. Toh, setelah ia selesai masa nifas kemarin, ia juga melanjutkan latihan nya bersama dengan rama, dan ia menjadi semakin kuat dari pada saat bertemu dan di sekap oleh alika.


" hmmm, aya mengerti jawab aya.


Rama tersenyum dan mengangguk, ia segera memposisikan badan nya dnegan benar dan berbaring di seelah aya.


' tidak akan lagi aku akan membiarkan wanita itu mengusik keluargaku !' batin rama.


Kedua nya kembali mengobrol hingga akhir nya suara tangisan aqil dan aqila nampak menyadarkan mereka berdua.


......................


" ma, apa yang akan kita lakukan ? " tanya maya saat mereka sudah berada di dalam rumah nya.


' laksmi baj**ngan, ja**ng nggak tahu diri' geram nya dalam hati. Seolah - olah ia lah yang menjadi pihak yang tersakiti dalam pernikahan laksmi dan ardhana.


" ma .. MAMA !" teriak maya menyadarkan mita dari lamunan nya.


" hmm, apa sayang, maaf mama tadi sedang memikirkan apa yang harus kita lakukan," ucap mita sedikit tergagap. Maya hanya mendengus mendengar jawaban sang mama.


" ma, mansion itu sangat mahal kan? Maya pengen menjadi nyonya di sana, " rengek maya.


" hmm, sangat mahal, dan itu pasti bukan hanya kekayaan rama secara menyeluruh, kamu juga lihat kan mobil nya tadi, itu jelas berbeda dengan yang mama tahu saat di supermarket dan juga kampus mu, " jawab mita.


" ya, tapi siapa wanita itu ?" tanya maya dengan emosi saat kembali mengingat sosok aya yang berada di samping rama.

__ADS_1


" sebenar nya mama pernah melihat wanita itu, " ucap mita tiba - tiba, menjadi kan maya terkejut.


" kapan ma ? Kok mama nggak cerita, " maya memberondong mama nya dnegan pertanyaan.


" ssttt tenang dulu, mama bertemu dengan nya saat pertama kali di sini, saat itu mama iseng ke taman komplek untu sekedar jalan - jalan dan ingin menghafalkan jalan di sini, " jawab mita.


" apa papa ikut ?" tanya maya. Mita menggeleng.


" nggak, saat itu mama kan mengantarkan apa ke bandara sebelum nya, " jawab mita.


" saat itu, ia hanya bersama dengan dua orang, yang lebih tua dari nya, se umuran dengan mama lah, sambil mendorong dua anak nya dalam stroller, " ceria mita. Tangan maya mengepal kembali saat teringat jika bukan hanya memiliki istri, tetapi rama juga memiliki dua anak sekaligus.


" saat itu mama hanya merasa aneh, karena mama kira jika usia perempuan itu seumuran dengan mu saat melihat postur tubuh nya, sudah memiliki dua anak, ma anggak mengira jika wanita itu adalah anak dan istri dari rama, " sesal mita. Jika ia tahu, ia pasti akan menghabisi nya saat itu.


" mantan ma, karena sebentar lagi kak rama akan menceraikan nya " protes maya. Mita tersenyum dan membelai rambut maya dnegan sayang.


" ya, tentu saja seperti itu, mama akan pastikan kamu bisa menjadi nyonya rama, " ucap mita dengan penuh arti.


...----------------...


" sayang, ingat ya. Jika ada apa - apa segera tekan tombol nya, " peringat rama. Berkali - kali bahkan. Aya dengan sabar tersenyum dan mengangguk, di tangan nya ada aqila yang sedang di gendong, sementara aqil berada di gendongan abu nya.


Sudah hampir seminggu, sejak kejadian maya dan mita menguntit dan menemukan kediaman rama, rama selalu memberikan peringatan kepada aya untuk hati - hati.


saat ini aqila dan aqil sedang berbaring dan bermain di matras karet yang sengaja di bentangkan di ruang tamu lantai 1. Aya nampak menemani mereka sambil membaca buku - buku kuliah nya bersama dengan bi narti.


" maaf nya, di luar ada yang mencari nyonya .... "

__ADS_1


__ADS_2