
" mas, beneran mau ke dokter rani ? Mereka nggak kenapa - kenapa loh, " samar -samar alika mendengat ucapan aya.
" nggak apa sayang,mas kangen sama mereka berdua .. " jawab rama sambil mengusap lembut perut aya yang sudah nampak sangat membuncit itu.
' MAS ? AYA PANGGIL RAMA DENGAN SEBUTAN MAS ? LALU APA - APAAN ITU, TANGAN RAMA MENGUSAP PERUT AYA ..... ASTAGA !! AYA SEDANG HAMIL ?' pekik alika tidak percaya.
Tangan alika nampak mengepal erat. Ia begitu marah saat mengetahui faa yang sangat mencengangkan ini. Ternyata gadis yang ia kira polos malah menjadi seorang istri dari rama. Dan dengan mudah nya ia di tipu dengan penampilan nya.
Alika semakin menjadi emosi saat mengetahui jika memikirkan ada nya kemungkinan bahwa aya memang sengaja menerima permintaan nya untuk membantu nya ntuk kembali dengan rama.
Alika bahkan membayangkan jika selama ini aya pasti tengah menertawakan nya diam - diam karena permintaan nya tersebut.
Saat ini alika memutuskan untuk mengikuti kedua nya, ia melihat jika rama dan aya beranjak meninggalkan halaman ruang kelas aya dan menuju ke tempat parkir mobil.
' cih, masih saja berpura - pura miskin, " decih alika saat rama hanya mengendarai mobil sejuta umat.
Saat ini rama tidak terlalu memerhatikan sekitar nya sehingga ia tidak menyadari jika alika tenga mengintai kedua nya. Rama sedang fokus dengan jalanan dan sesekali nampak mengusap sayang perut aya.
" yank, kamu udah nyiapin nama ?" tanya rama. Ia bahkan menyempatkan untuk sedikit melirik ke arah aya.
" ehm, bukan kah masih terlalu cepat ? " tanya aya sedikit menaikkan alis nya.
" mereka sudah berumur 7 bulan, sayang. Lebih baik kita sudah mulai memikirkan nama untuk si kembar, " jawab rama lembut.
Aya nampak terdiam dan memikirkan ucapan rama. Benar juga, ia nampak nya juga harus segera menyiapkan nama cadangan dan mendiskusikan nya dengan rama.
" bagaimana dengan mas ?" tanya aya balik. rama terkekeh mendengar aya yang malah berbalik bertanya.
__ADS_1
" ehhmm, kita sepakat untuk nggak lihat jenis kelamin mereka, jadi mas sudah menyiapkan beberapa nama. Sepasang nama cewek, sepasang nama cowok dan sepasang nama beda kelamin, " jawab rama dengan santai. Mata aya berbinar, suami nya ini nampak nya memang begitu antusias dengan kehamilan nya.
" masya allah, mas udah siapin semua ? Kalau begit aya akan ikut nama yang mas siapin aja deh, " jawab aya dengan riang.
" heii, mana boleh begitu. Kamu juga sebaiknya menyiapkan nama. Biar mas nggak di kata otoriter dalam menentukan nama" sanggah rama cepat. Aya terkikik mendengar jawaban rama yang sangat jauh jangkauan nya.
" ehhmm, yaudah nanti aya akan siapin beberapa nama juga, " ucap aya sambil mengelus lembut perut nya.
" adduuuhh" keluh aya pelan.
Rama panik, seketika ia menginjak rem hingga akhirnya mobil berhenti di tepian jalan. Beruntung tidak ada mobil yang lewat.
" kenapa sayang, " panik rama, ia segera melepas seatbelt nya dan meraih tangan aya.
" mas, mereka menendang "ringis aya tertawa. Rama menghembuskan nafas nya pelan lalu ia menundukkan kepala nya ke arah perut aya.
Aya hanya tersenyum sambil mengusap surai rama.
" seperti nya mereka juga ingin berdiskusi mengenai nama mereka deh, " kelakar aya yang masih menahan ngilu akibat tendangan maut ari dua calon anak nya di dalam sana.
" eh, iya juga ya. Tenang anak - anak, abi akan berikan nama yang insya allah mengandung arti yang baik untuk kalian berdua" kata rama kepada anak - anak nya.
NYUT NYUT
" masya allah, mereka nendang lagi, yank " pekik rama heboh saat merasakan gerakan dari kedua calon bayi nya. Bukan hal yang mengejutkan sebenar nya. Fakta nya sejak umur 13 minggu mereka memang sudah sering beradu *** di perut umma nya. Tetapi jika rama mendekat atau meminta mereka untuk bergerak, para bayi memang nampak enggan untuk menurut. Beda cerita jika aya yang meminta. Seolah para bayi - bayi itu sudah memiliki sinyal di hati mereka.
" mereka seperti nya sudah mulai gencatan senjata dengan mas " ujar aya menggoda suami nya. Sering sekali aya mendengar rama mendumal panjang pendek karena ulah para calon bayi di perut nya yang tidak mau bergerak saat rama mulai menempelkan tangan atau pipi nya di perut aya.
__ADS_1
" ha ha ha, seperti nya seperti itu. Sayang, mari kita lanjutkan lagi perjalanan ke rumah sakit, aku ingin segera melihat bentuk mereka sekarang, " ucap rama yang begitu antusias.
Alika yang mengikuti mobil rama dari belakang nampak mengumpat. Tangan nya nampak mencengkeram stir mobil dengan kuat.
" sebenar nya kenapa mereka pake berhenti segala "
" aarrrgghhh, aya si**an ! Pasti dia yang udah godain rama ! Bisa - bisa nya gue tertipu dengan penampilan lugu dan polos nya !!!!" pekik alika.
Mobil rama sudah mulai berjalan lagi. Alika mulai mengikuti lagi dengan jarak yang aman. Ia tentu nya tidak mau jika rama sadar jika ia sedang membuntuti nya. Dan seperti nya rama memang sedang lengah, hingga alika dapat lolos begitu saja.
' awas aja, aku bahkan akan melakukan apapun untuk merebut rama kembali. Berani - berani nya si ja*lang itu merebut rama ! Rama sti sudah tertipu dengan penampilan nya yang nampak alim dan polos itu, ' batin alika.
Tak begitu lama, alika melihat mobil rama memasuki sebuah pelataran rumah sakit yang nampak biasa jika terlihat dari luar. namun alika tidak akan bisa tertipu lagi melihat penampilan rumah sakit yang bahkan nampak kecil di bandingkan dengan rumah sakit yang lain.
Pikir alika, selama hampir 10 tahun saja rama bisa menyembunyikan fakta mengenai kekayaan nya hanya dengan ber penampilan sederhana, jadi ia yakin jika rumah sakit yang rama kunjungi tidak lah sesederhana yang terlihat di permukaan.
Setelah alika melihat cukup lama rama masuk terlebih dahulu, sekitar menunggu 5 menitan, alika mengarahkan mobi ya menuju rumah sakit tersebut.
Tapi, alika langsung di berhentikan oleh satpam yang bertugas. Dengan kesal, alika nampak menurunkan spion nya dan segera merubah ekspresi nya menjadi pucat.
" selamat siang, ada yang bisa saya bantu ?" tanya seorang satpam rama.
" to .. Tolong pak, saya ingin memeriksakan tubuh saya, perut saya sedikit bermasalah sedari tadi, " ucap alika sambil sesekali nampak merintih.
Sang satpam nampak profesional, ia segera memindai mobil alika. Memeriksa apakah ia memiliki tanda khusus dari MAHES MOTO Group.
" mohon maaf nona, jika anda ingin memeriksakan diri, silahkan menuju di rumah sakit yang berada di ujung jalan ini,"
__ADS_1