
" mohon maaf nona, jika anda ingin memeriksakan diri, silahkan menuju di rumah sakit yang berada di ujung jalan ini," sahut satpam dengan menunjukkan letak rumah sakit lain yang berada di seberang jalan. Tepat berada di seberang jalan.
" tapi kenapa pak ? Perut saya sungguh tidak enak, " ucap alika tidak menyerah.
" maaf sekali lagi nona, rumah sakit yang ini memang tidak di buka untuk umum, silahkan datang untuk menjalani pemeriksaan di seberang, merek uga merupakan anak dari rumah sakit ini," jelas pak satpam sopan.
" tapi tadi saya lihat ada yang masuk ke sini sebelum saya " bantah alika lagi. Kali ini nada nya meninggi karena ia merasa emosi
" oh, yang barusan tadi adalah PEMILIK DARI RUMAH SAKIT INI DAN JUGA ISTRI NYA, maaf sebelum nya nona, tapi memang rumah sakit ini di khususkan untuk karyawan MAHES MOTO, sedangkan untuk umum, anda bisa berkunjung ke rumah sakit yang berada di seberang jalan ini, " jelas satpam dengan menekan kesabaran nya di dalam hati. Sebenarnya ia cukup merasa kesal melihat pasien yang sangat bandel ini.
Memang benar, rumah sakit yang di datangi rama ini adalah ruah sakit yang hanya di khususkan untuk keluara dan juga para karyawan MAHES Moto Group. Mereka pun di beri logo khusus atau stiker khusus yang menunjukkan identitas sebagai karyawan dari MAHES MOTO. Tetapi rama bukan lah orang yang kejam, ia mendirikan sebuah rumah sakit yang lebih besar ukuran nya tepat berada di depan bangunan MAHES MOTO HOSPITAL yang bisa di gunakan oleh umum.
Hal ini di sebabkan karena dulu ia sering melakukan aksi 'perang antar geng' sehingga anggota nya sering keluar masuk ke rumah sakit, jadi rama memutuskan untuk membangun sebuah rumah sakit khusus agar mereka tidak mengganggu pasien yang lain.
Bagaimana pun, penilaian masyarakat mengenai sebah geng motor adalah negatif. Rama hanya tidak ingin kehadiran para anggota geng nya mengganggu prosesi pengobatan yang terjadi.
...****************...
Alika semakin terkejut, ia memang sudah mengira jika aya dan rama adalah sepasang suami istri setelah mendengar percakapan mereka di kampus. Namun tentu nya ia masih memiliki sebuah pengharapan di hati, berharap jika semua hanya kesalahan pendengaran nya.
Namun, perkataan satpam ini dengan jelas mengklarifikasi kebenaran yang tentunya membuat hati nya semakin marah dan emosi.
Dengan tidak mengatakan apa - apa lagi, alika langsung tancap gas dan meninggalkan satpam tadi yang hanya menatap heran dengan kelakuan absurd nan kurang ajar dari alika.
__ADS_1
" wong edan, rak nduwe toto kromo babar blas ! Untung ayu " sungut satpam dengan logat khas daerah nya. ( orang gila, nggak punya sopan santun sama sekali, untung cantik )
Di dalam mobil, alika mengemudikan nya seperti sedang di kejar oleh polisi saja. Ia mengebut, memacu mobil nya seakan takut apapun.
Tentu saja pikiran nya tengah di kuasai oleh emosi yang membuncah.
Saat berada di jalanan yang sepi, alika mengerem mobil nya dengan tiba - tiba. Beruntung di belakang memang tidak ada mobil karena ia mulai memasuki kawasan komplek rumah nya.
CKIIIIIIIIITTTTTTT
Nampak jantung alika naik turun, bukan karena kaget dengan aksi pengereman nya yang ekstrem, melainkan karena ia tengah menahan murka di hati nya.
AAAARRRRRRRRRGGGGGHHHHHHH
Tanpa memedulikan keadaan sekitar, ia berteriak kencang. Tangan nya mencengkeram stir mobil dengan erat.
" bren*sek !!!! Wanita ja**ang sial****an !!! " maki nya. Mata nya nampak merah melotot dengan nafas terengah - engah.
Sedih, emosi, kecewa nampak nya adalah yang ia rasakan saat ini.
" lo lihat aja ram, jika gue nggak bisa dapetin lo, jangan harap kalo cewek jal**ng istri lo bakal dapetin lo juga ! " gumam nya dengan air mata yang menetes, tapi sedetik kemudian bibir nya mengeluarkan seringai kejam. Nampak nya otak nya pun sedang menyiapkan sebuah rencana kali ini.
...****************...
__ADS_1
Sementara itu rama dan aya..
Mereka kini sedang berada di ruang praktek dokter rani, aya sedang berbaring sedikit terlentang dan menyender di bed pemeriksaan. Gamis di perutnya sudah tersingkap dan sudah siap dengan gel khusus nya.
Dokter rani pun sudah siap dengan tranducer dan mulai memeriksa kandungan aya.
Rama dan aya nampak fokus melihat layar monitor di depan mereka, mulai nampak struktur wajah calon bayi mereka. Rama sudah meneteskan air mata haru nya meskipun dokter rani belum menjelaskan keadaan bayi nya.
" nah.. Masya allah, kami sudah berusia 31 minggu ayah, bunda. Hmmm yang satu bobot nya 1500 gr nih, sementara yang satu nya lebih besar sedikit, 1600gr, hmmm panjang nya, bentar, mari kita ukur dulu, " ucap dokter rani mulai menjelaskan keadaan kandungan aya. Rama nampak meremas tangan aya. Menahan getaran di hati nya saat mendengar calon bayi mereka.
" hmmmm panjang nya yang satu tadi 39cm, sementara satu nya lagi 40cm. Oke, berat dan panjang nya normal sesuai usia nya ya, " kata dokter rani sambil tersenyum.
Rama dan aya saling berpandangan dan saling tersenyum.
" lihat, perkembangan paru - paru sudah akan matang dan siap bekerja di luar rahim begitu memasuki usia 32 minggu, berarti sebentar lagi ya, mata mereka juga sudah mulai bisa mengedip. Bahkan aya pasti sudah bisa merasakan saat mereka cegukan kan ?" tanya dokter rani tersenyum kepada aya. Aya dengan antusias mengangguk.
" nah, cukup ya untuk perkembangan mereka. Intinya mereka alhamdulillah sehat, perkembangan mereka sesuai dengan usia nya.
" kalian mungkin harus sudah bersiap menyiapkan nama. Dengar rama, kamu harus ekstra hati - hati, kandungan kembar sangat beresiko lahir prematur. Sebaiknya kamu harus berhati - hati dan siaga, "
" sebaiknya aya udah mulai mengurus cuti, syukur -syukur aya bisa melahirkan di usia kandungan 36 - 38 minggu, " pesan dokter rani serius.
Jantung rama berdebar, ia menatap aya dan menggenggam tangan aya erat. Tiba - tiba, muncul rasa takut di hati rama saat dokter rani memberi peringatan tersebut. Entah kenapa perasaan nya tidak enak. Sementara aya hanya tersenyum saat raa menatap nya. Tangan satu nya terlihat mengelus sayang ke perut nya sendiri.
__ADS_1
" baik dok, kami akan menyiapkan semua nya. Saya juga akan mulai menyiapkan rumah sakit. Mungkin mulai hari ini, dokter rani hanya akan bersiaga untuk aya. Nanti saya akan berpesan langsung kepada dokter kepala agar dokter rani bisa fokus kepada aya, " ucap rama tegas. Hati nya benar - benar gelisah dan ia memilih untuk men - siagakan dokter rani untuk bersiap kapan pun dengan keadaan Aya nanti nya.
Aya hanya menoleh menatap rama, seakan tatapan nya tengah protes kepada rama. Apakah harus segitu nya ?.