Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
64


__ADS_3

" mereka siapa abah, umma ?" tanyaku penasaran.


Abah dan umma hanya tersenyum dan menyerahkan gandengan mereka berdua kepadaku.


" jaga cucu - cucu kami, ya neng, semoga neng bisa semakin bahagia hidup bersama suami dan anak - anak neng kelak, neng harus bahagia. Maafin abah sama umma yang ninggalin neng lebih dulu. Jaga sholat sama ibadah lain nya. Nurut dan patuh sama suami, " jawab abah.


Aku shock..


Anak ?


Anak - anak ?


Memang mereka berdua terlihat begitu menggemaskan dan sedikit familiar,


Tapi, aku bahkan masih belum hamil,


Tunggu ?


Hamil ?


Aku mendongakkan kepala melihat ke arah abah dan umma. mereka tetap terdiam dan hanya menyunggingkan senyum hangat mereka.


" umma, mereka ... "


" AYA.. "


Sebelum menyelesaikan ucapan ku, aku mendengar sebuah suara yang menyebutkan nama ku. Suara nya begitu ku kenal.


" nah, suami mu sudah memanggilmu, nak. Kembalilah "


" tapi abah, mereka ... ?"


" kembali lah nak, "


" ABAH ....UMMAA .... "


aku berlari mengejar abah dan umma yang nampak semakin menjauh dari ku. dan secara perlahan mereka menghilang begitu saja.


...----------------...


" UGGHHH" lenguh ku. Aku memegang kepala ku yang terasa pusing. Mataku terbuka perlahan.


Aroma karbol khas ruang kesehatan menadi yang pertama masuk di indera penciuman ku. langit - langit ruangan berwarna putih adalah pemandangan pertama yang aku lihat.


" in ... Ini di mana " gumam ku pelan.

__ADS_1


" sayang, syukurlah kamu sudah siuman " terdengar sebuah suara di samping ku. Aku baru tersadar jika di ruangan ini aku bukan hanya sendiri.


Di depan ku ada mas rama yang tengah memegang tangan ku dengan erat. Senyuman hangat nya sudah menyambut ku.


Aku mengedarkan pandangan ku ke sekitar. Ada revan, mira, rani dan acha yang nampak cemas dan panik.


Ah aku ingat, bukan kah aku tadi sedang makan dengan mereka di kantin. Lalu tiba - tiba kepala ku pusing dan aku mual. Apa mungkin aku pingsan ?


......................


AUTHOR POV


Rama dan yang lain merasa lega saat aya nampak membuka mata nya. Begtu mendapat telepon dar revan yang mengatakan jika aya pingsan, rama langsung menghentikan rapat mingguan nya dan menyerahkan kepada aric dan zain untuk di urus sisa nya.


Tanpa pikir panjang, bahkan ia masih menggunakan stelan jas lengkap. Ia menerobos jalan dan segera pergi ke kampus nya. Ia bahkan langsung berlari menuju ruang kesehatan untuk segera menemui aya.


Sampai di ruang kesehatan, ternyata di dalam revan dan mira sudah sampai. Begitu juga ada rani dan acha yang memang sejak awal yang mengantarkan aya ke ruang kesehatan.


" bagai mana keadaan aya, rev ?" tanya rama kepada revan.


Revan nampak merasa bersalah kepada rama .


" maafin revan bang, revan nggak tahu kalo kakak ip ... "


" nggak apa - apa revan, sedari tadi bangun tidur ia memang sudah mual dan muntah. Tapi tetep ngeyel buat masuk kelas, sekarang bagaimana keadaan nya ?" potong rama. Rama tentu tahu jika revan past ketakutan.


Rama nampak mengangguk dan mengalihkan pandangan nya kepada mira dan 2 orang lain nya.


" terima kasih sudah menjaga aya, dan langsung membawa nya ke sini, " ucap rama sedikit tersenyum sopan ke arah mira, rani dan acha.


Mereka bertiga bengong dan speechless. Benarkan yang mengucapkan terima kasih tadi adalah ketua geng BLACK KING yang terkenal dingin dan datar itu ? Ini dia senyum loh ?


" iy .. Iya kak, sudah kewajiban kami bantuin aya sebagai sahabatnya, " jawab acha yang pertama kali sadar. Mira dan rani segera sadar dan ikut - ikutan mengangguk.


" skali lagi terima kasih " ucap rama lagi. Ia lalu berjalan dan duduk di samping revan untuk ikut menunggu.


' apa ini ? Bahkan kak rama saja langsung ke sini, lalu kak rama juga pakaian nya mewah banget. Setelan jas loh ini tuh ? Dia beneran magang ? Kok malah kayak yang punya perusahaan ya ?' batin mira lagi.


' lalu tadi ? Kak rama bilang semenjak bangun tidur, aya sudah muntah sedari bangun tidur ? Apakah mereka juga tidur sekamar ? Meskipun mereka kakak beradik, bukan tidak baik kalau mereka tidur bersama ?' lanjut nya lagi.


Seperti nya, kecurigaan mira memang sudah final. nah aya, seperti nya kamu memang harus segera menjelaskan kepada sahabat mu, kan ?


CKLEK.


terdengar pintu ruang periksa sudah terbuka, seorang wanita paruh baya keluar dan sedikit menghela nafas saat melihat ke arah revan.

__ADS_1


" bagaimana keadaan nya, dok ?" tanya rama segera berdiri dan menghampiri dokter yang baru saja memeriksa istri nya.


Dokter paruh baya itu sedikit tertegun saat melihat rama yang terkenal sebagai mahasiswa yang dingin dan datar sedang bertanya dengan ramah kepada nya ? Lalu ? bukan nya dia juga sudah semester 6 yang sedang magang ?


" apa nak rama adalah keluarga pasien ?" tanya dokter annisa.


" saya ... Suami nya dok, " jawab rama dengan sedikit berbisik. Karena ia tidak ingin sahabat aya mendengar apa yang di kata kan oleh nya kepada sang dokter.


" HAH ? Ups " kaget dokter annisa namun ia segera menutup mulut nya saat menyadari nada bicara rama yang setengah berbisik.


" eh .. Oh mari kita berbicara di dalam saja, " ajak dokter annisa menuju ke ruangan nya.


Kedua nya masuk ke ruangan dokter annisa. Lalu duduk dengan santai.


" jadi, maksud nak rama, pasien yang berada di dala adalah istri dari nak rama ?" taya dokter annisa serius.


Rama tanpa ragu langsung mengangguk. Dan ia melihat dokter annisa yang tersenyum lega.


" haaahh, syukurlah. Duh maaf ya, saya sempat berpikir hal - hal yang jahat tai nya, " ujar dokter annisa dengan sedikit malu.


" sebenar nya ada apa dok, apa yang terjadi Dengan istri saya sampai pingsan seperti ini ?" tanya rama dengan tidak sabar. Kepanikan jelas terlihat di mata nya


" menurut dua teman yang membawa nya tadi, sebelum pingsan aya sempat memegangi kepala nya dan merasa mual, lalu kemudian ambruk, " ucap dokter annisa sambil memperhatikan ekspresi rama.


" sejak tadi pagi dia memang sudah mengeluhkan mual dan pusing, dok " jawab rama. Dokter annisa nampak mengangguk dan kemudian tersenyum.


" tidak apa - apa. Istri kamu baik - baik saja, " kata dokter annisa.


rama nampak sangat tidak puas dengan penjelasan dari dokter annisa. Bagaimana aya bisa baik - baik saja jika ia pingsan seperti ini.


" Rasa mual dan pusing saat hamil disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon HCG. Jadi wajar jika aya merasakan mual dan pusing terutama di saat pagi hari, " jelas dokter annisa.


Rama terdiam untuk mencerna penjelasan dokter annisa dan dokter hanya melihat nya dengan tersenyum. Ia tau jika rama sedang kaget.


" jadi maksud nya, istri saya ... "


" ya, selamat ya, nak rama. Menurut pemeriksaan saya, kemungkinan aya sedang hamil. Lebih baik kamu segera membawa nya ke dokter obgyn agar mendapat kepastian diagnosis nya, " kata dokter annisa.


Rama tersenyum cerah dan segera mengangguk penuh semangat.


......................


" in ... Ini di mana " gumam aya yang mulai membuka mata nya.


" sayang, syukurlah kamu sudah siuman " ucap rama. Aya menoleh dan melihat rama tersenyum ke arah nya. Ia mencoba untuk bangun. Rama dengan sigap membantu nya.

__ADS_1


" mas, kenapa mas di sini ? "


__ADS_2