
Wanita yang ia bela, yang ia pilih, yang ia percaya ternyata tak lebih adalah seorang penipu.
Lalu maya ? Putri yang selama ini ia sangat sayangi, ternyata bukan anak nya ? Betapa hancur hati ardhana. Tangis nya kembali tergugu.
TRING
✉️
...BAGAIMANA ? APAKAH ANDA SUDAH PUAS ? BAGAIMANA PERASAAN ANDA SETELAH MENGETAHUI KENYATAAN INI ? SAYANG NYA, PENYESALAN ANDA TIDAK AKAN MEMBUAT BUNDA SAYA KEMBALI, ATAU KAH ANDA MALAH TIDAK MENYESAL ?!!...
Mata ardhana membola saat menerima pesan teks setelah ia selesai menonton video terakhir.
Bunda saya ?
Apa arti nya, sang pengirim email ini adalah rama? Putra nya ?
Tangan nya nampak mencengkeram dada nya yang terasa sesak. Tangis kekecewaan kepada diri nya sendiri tidak bisa di hindarkan.
Ardhana rasa nya ingin mati saja, saat kenyataan demi kenyataan terpampang di depan nya. Satu persatu terbuka begitu saja.
Entah bagaimana perasaan di hati ardhana, sungguh tida bisa di lukiskan sama sekali.
Sakit hati, marah, kecewa menyesal dan tentu saja ... Malu.
✉️
...SEBAIK NYA ANDA SEGERA MEMBAWA KEMBALI ISTRI DAN 'ANAK' TERCINTA ANDA DARI KOTA TEMPAT TINGGAL SAYA ! LIHATLAH, KELAKUAN HAUS HARTA DARI WANITA YANG SELAMA INI ANDA BELA !!...
...📎vidbyhoney.bee...
Belum selesai ardhana terkejut dengan kenyataan dari seorang mita, ia kembali di kirimi sebuah lampiran video dari pengirim email yang sekarang ardhana tahu jika itu adalah sang putra, putra dari wanita yang mencintai nya tanpa memandang status dan harta, wanita yang mau menerima diri nya apa ada nya.
Ardhana kembali menguatkan hati nya untuk membuka link video yang baru saja terkirim untuk nya.
__ADS_1
Tangan ardhana mengepal saat mendapati maya dan mita yang ternyata tengah menyatroni rumah rama, entah bagaimana mereka bahkan bisa menemukan rumah rama yang terlihat mewah daripada milik nya.
' laksmi, maaf kan aku. Lihat lah, kini anak kita bahkan lebih sukses dari ku,' batin ardhana trenyuh saat mata nya melihat background maya dan mita.
Ia juga melihat bagaimana angkuh nya istri dan anak baru nya itu, karena video terambil melalui kamera belakang karena terpasang di bros aya.
..." ...Kakek rama sudah menunjuk pertunangan ini dengan keluarga gadis ini, karena memang pertunangan ini sudah terjalin saat rama masih kecil dan gadis ini baru lahir, .. "...
..." saat itu rama sedang marah dengan maya, karena kesalahpahaman, sehingga ia kabur dari rumah dan menghilang, maya menjadi sakit- sakit an karena memikirkan rama, kami juga sudah mencari keberadaan rama dan baru sata ini kami menemukan jejak nya. Siapa sangka, karena kesalahpahaman nya ia berani menikahi mu, bahkan melupakan janji nya kepada maya, "...
Terdengar di telinga ardhana sang istri kembali membual. Tangan ardhana terkepal erat. Apa maksud ucapan mita ? Jelas - jelas rama pergi karena ia yang telah menikah dengan mita.
Lalu apa maksud na dengan kakek rama yang ingin menikahkan rama dengan maya? Bahkan orang tua ardhana sudah meninggal sebelum laksmi berpulang.
Ardhana memiliki pemikiran liar saat ini, akan kah mita ingin menikahkan maya dengan rama agar ia bisa mengambil harta milik rama ? Begitu serakah nya wanita tua itu ! Sungguh ardhana tidak pernah menyangka jika mita se keji itu.
Bukan hanya belum puas dengan membunuh calon anak dan istri nya, lalu kini mita masih saja mengincar harta rama !
Sebelum pergi, ardhana menyempatkan diri untuk memblokir semua kartu milik maya dan mita tanpa terkecuali. Kartu kredit dan kartu debit kedua nya !.
...****************...
" bagaimana ?" tanya aric yang masih terfokus dengan kemudi mobil nya.
Ia melihat jika rama tengah memijit kening nya setelah tadi ia nampak menguatkan mengirimkan email kepada sang ayah.
Mata rama masih terfokus dengan laptop yang masih menampilkan video mita dan maya.
" gue dah ngirim semua, " lirih rama, aric hanya mengangguk dan tidak berniat untuk bertanya lagi. Ia hanya ingin memberikan rama waktu untuk tenang sebelum sampai di mansion untuk kembali beradu urat dengan dua penyihir yang kini tengah mencoba mengganggu pernikahan rama dan aya.
" percepat, ric" ucap ra dingin begitu mereka sudah memasuki kawasan perumahan blok D, tepat di ujung jalan sana, mansion milik MAHESWARI berdiri.
Aric mengangguk dan segera menambah kecepatan. Beruntung mereka pulang ke rumah bukan saat jam- jam rame hingga aric berani menambah kecepatan meski di jalanan komplek.
__ADS_1
Begitu mobil berhenti di depan pintu utama, rama segera membuka pintu mobil tanpa menunggu aric melakukan nya. Langkah nya dengan cepat mengikis jarak antara halaman dan pintu utama, bahkan ia sayup - sayup bisa mendengar kan suara mita yang tengah berteriak kepada sang istri. Tangan rama nampak mengepal erat. Hawa membunuh yang sempat menghilang akibat ketenangan hidup akhir - akhir ini kembali menguar dari tubuh rama.
" ti.. Tidak bu, bahkan saya tidak tahu jika mas rama seperti ini saat menikah dulu, "
" bohong, pasti lo cuma ngincer harta kak rama kan ! Hah sudah gue duga sih, lo pasti ngerayu kak rama pake tubuh j*lang lo ! ... " sembur maya.
" APA YANG ANDA LAKUKAN DI SINI !
DEG
Tubuh mita dan maya membeku saat mendengar suara yang begitu datar dan dingin menerpa indera pendengaran mereka.
Sementara aya tersenyum di balik cadar nya, rama akhir nya sampai juga.
" ka... Kak rama .. " cicit maya takut - takut. Namun ketakutan it anya berlangsung sebentar saja, kini maya malah terlihat angkuh dan sombong setelah melihat rama yang menatap dingin ke arah aya. Tanpa maya tahu, jika rama bukan marah kepada aya melainkan hanya gemas dengan tingkah nekat sang istri.
" rama, akhir nya kamu pulang juga nak, ibu sudah lama nungguin kamu, " ucap mita yang langsung menguasai diri nya. Ia bhkan langsung berusaha menjilat rama.
" cih, ibu ? Ibu saya sudah meninggal, TANTE !" cibir rama membuat mita membeku,
Rama segera menghampiri aya dan berdiri di samping sang isti. Dengan gemas memencet hidung mancung aya yang tertutup cadar
" ssshhh, sakit mas, " aduh aya.
" siapa yang menyuruh mu nekat, heh? Bukan kah mas sudah bilang jika kamu harus segera menghubungi mas jika ada apa - apa, " jawab rama tanpa mengindahkan aduhan aya.
Pak nardi yang melihat aya di salahkan, ikut merasa bersalah, karena ia juga menyembunyikan hal ini dari tuan muda nya.
" kembali lah ke belakang, pak nardi. Saya akan mengambil alih mulai dari sini, " ucap rama sambil melirik pak nardi yang nampak canggung. Bagaimanapun, pak nadi tidak menghubungi nya pasti karena aya.
" Kak ra .. "
DIAM
__ADS_1