Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
39


__ADS_3

" aya ingin berlatih bela diri. " kata rama dengan singkat. Tetapi sanggup membuat ke empat teman nya menjadi terbengong kaget.


" kakak ipar serius mau berlatih bela diri ?" tanya revan meyakinkan. Ia yang pertama sadar dari keterkejutan.


Aya yang merasa jika diri nya di sebut, mendongakkan wajah nya dan mengangguk singkat ke arah revan.


" woaaahhhh,, serius lo mau latihan bela diri ya ? " tanya zain, setelah beberapa hari berlalu semenjak rama menikah mereka berempat memang akrab dan langsung ramah kepada aya. Meskipun aya tetap menerapkan batas - batas saat mereka bercengkrama. Hingga sekarang mereka memanggil aya dengan sebutan yang lebih santai kecuali revan yang tetap memanggil aya dengan sebutan kakak ipar.


" ini sudah kupikir kan matang - matang. Gue nggak bisa selama nya bersembunyi dari leo ataupun yang lain. Kita juga tidak akan bisa terlalu lama menyembunyikan tentang kepemimpinan MAHES MOTO. akan ada saat nya kita harus tampil di depan khalayak umum, " jelas rama.


" maka dari itu, sebelum kita go public, entah hubungan ku dengan aya, masalah kantor, aya harus kuat. Setidak nya dia bisa menjaga diri sampai kita datang jika amit - amit nauzubillah ada penyerangan."


" setidak nya aya tahu gerakan - gerakan dasar agar bisa menahan sedikit nya pukulan atau serangan lawan, " jelas rama panjang kali lebar.


Ke empatnya nampak terbengong saat melihat dan mendengar rama yang berbicara panjang kali lebar.


" HEBAAATTT " gumam keempat nya secara bersamaan tanpa mereka sadari.


Aya terkikik karena ia langsung paham dengan penyebab semua teman rama terbengong. Hidup dengan rama hampir 10 hari langsung bisa membuat aya hafal dengan tabiat sang suami.


Sedangkan rama hanya memutar mata nya jengah.


" hei, kalian mendengarkan ku atau tidak ?" tanya rama dingin. Mereka semua langsung tersadar dan secara bersamaan mengangguk paham.


" jadi nanti gue yang akan melatih dasar - dasar nya, setelah aya sudah mahir dan siap melakukan gerakan lanjutan, kalian yang akan bergantian mengawasi aya, "


" INGAT, kalian tidak boleh menyentuh aya. BUKAN MAHRAM " tekan rama penuh aura penindasan.

__ADS_1


Seketika ke empat nya mencibir malas ke arah rama.


' dasar bos bucin, bilang aja lo posesif !' batin keempat nya .


Aya hanya merona merah saat rama mulai menunjukkan siap posesif nya. Nampak sekali jika rama sudah sangat menerima aya di dala kehidupan nya.


" oh iya kakak ipar, bagaimana kegiatan ospek mu kemarin ?" tanya revan yang mulai mengalihkan pembicaraan.


" sangat menyenangkan, kami di ajak mengelilingi gedung fakultas untuk mengenal setiap sudut nya, " cerita aya langsung riang. Mata hijau zamrud nya nampak ber binar - binar. Bak anak kecil yang tengah mendapatkan permen setelah lama merengek kepada sang ibu.


Rama dan ke empat sahabat nya tersenyum kecil melihat aya yang langsung saja berceloteh menceritakan kegiatan saat ospek kemarin.


Kemarin selama 5 hari, rama dengan sabar mengantar jemput aya meskipun harus menggunakan penyamaran yang sangat konyol menurut aya.


Tapi dengan penyamaran itu, aya sukses menikmati kegiatan ospek dengan tenang.


" jadi, mulai senin besok, aya harus berangkat dengan siapa ?" tanya aya. Setelah menceritakan pengalaman nya, ia langsung ingat mengenai transportasi nya ke kampus.


" tentu saja membawa mobil sendiri dong, ya" jawab zain. Ya menoleh ke arah rama, yang di angguki oleh rama.


" mas yakin ? Mas nggak takut mobil nya lecet - lecet ?" kata aya lucu. Terang saja membuat ke lima pria muda itu terbahak - bahak.


Hei, seorang owner perancang mesin mobil sedang di tanyakan perihal kerusakan yang belum tentu terjadi.


" ha ha ha. Aduh Perut ku, " tawa zain sambil memegang perutnya yang krm karena kaku kebanyakan tertawa


" lo nggak perlu khawatir mengenai mobil ya, bos nggak akan kekurangan hanya karena lo ngerusakin 1 2 mobil, " jawab zul setelah menyusut air mata yang keluar karena kebanyakan ketawa.

__ADS_1


" lagian, kata rama lo juga sudah siap untuk test drive sendirian, hari ini kita akan membantu melancarkan menyetir mu, " lanjut aric. Aya hanya terbengong mendengar nya. Apa kata mereka tadi ? Rama tidak akan bangkrut hanya karena ia merusakkan 1 / 2 mobil ?. Tapi jika sejenis mobil yang di gunakan untuk mahar kemarin yang rusak ya sayang - sayang lah. Jiwa emak - emak emat nya seketika bergejolak meskipun ia sudah menjadi istri sultan.


" tapi mas, aya mau pakai mobil yang standar aja, nggak mau yang ada di garasi mas, " cebik aya ke arah rama. Rama menatap mata aya dengan gemas.


" lalu ? Kan di garasi cuma ada mobil sport sayang, " kata rama lembut.


" tapi kan nanti malah akan menarik perhatian mahasiswa lain mas, " protes aya.


" bos, di markas seperti nya ada 1 mobil type a**a yang tipe lama. Mobil itu milik pandu. Seperti nya cocok untuk kriteria yang di minta oleh aya, " kata zul menginterupsi pembicaraan suami istri itu.


Mendengar apa yang di katakan oleh zul, kedua nya langsung menoleh ke arah sang pembicara. Mata aya memancarkan sinar penuh harap. Rama hanya bisa menghela nafas kasar. Ia memang harus menuruti permintaan sang istri. Karena memang benar, jika aya sampa memakai mobil mahar dari nya, maka akan membuat heboh warga kampus. Apalagi aya adalah mahasiswi baru.


" haah, zain segera hubungi pandu, minta barter mobil nya dengan salah satu mobil yang berada di garasi basement 1, " titah rama telah turun.


Ke empat nya tidak lagi kaget, tetapi aya yang melotot tak percaya. Ia tidak menyangka jika suami nya dnegan mudah nya membarter salah satu mobil mewah nya hanya untuk sebuah mobil sedan standar tipe a**a dan itu hanya untuk menuruti permintaan nya.


" kenapa ? Nggak apa - apa. Pandu orang mas, dia yang sering membantu zain dalam urusan geng motor, " kata rama yang seolah - olah menjawab pertanyaan aya.


Aya mengangguk mengerti. Ia meraih tangan rama dan mencium seperti pose salim.


" terima kasih mas, " ucap aya tulus. Rama tersenyum dengan tulus dan mengangguk.


" ehem, cang kacang. Mohon di ingat di sini ada anak kecil dan jomblo, " deham zain yang mengingatkan kedua sejoli yang sedang memamerkan kemesraan mereka tanpa tahu tempat.


semua nya tergelak, aya bahkan merona merah dan menyembunyikan wajah nya di dada rama. Padahal ia kan memakai cadar, jadi mereka tidak melihat ekspresi wajah aya.


" jadi bos, mulai senin besok lo akan masuk kuliah juga kan ?" tanya aric. Ia harus memastikan jadwal rama. Sepuluh hari rama bersembunyi cukup membuat jadwal yang sudah tersusun menjadi tertunda. Meskipun aric di bantu oleh ketiga sahabat lain nya, mereka merasa kuang sreg saja.

__ADS_1


" hemm, ya, saat nya gue keluar dari persembunyian, " seringai rama yang nampak menakutkan bagi ke empat sahabat nya. RAMA IS BACK.


__ADS_2