
Sementara itu, di rumah maya dan mita.
TAP TAP TAP
Nampak maya turun dari tangga lantai 2, ia melihat ada sesosok yang familiar sedang menyiapkan makan malam nya, mata nya sedikit menyipit untuk melihat sosok siapa kah gerangan.
Langkah nya sedikit di perepat setelah ia tahu siapa yang berada di ruang makan itu.
" mama !! " pekik maya kegirangan. Memang ia tahu jika sang mama akan tinggal dan menemani nya, tapi ia mengira jika itu hanya gurauan sang mama.
" eh, sayang.. Duhh kamu tidur nya lama banget deh, magrib gini baru bangun, " jawab mita sambil menoleh dan tersenyum kepada sang putri.
" mama beneran mau nemenin maya dulu ?" tanya maya tanpa menjawab ucapan sang mama.
" hmmmm, iya dong." ucap mita sekena nya, ia ingin mengatakan sesuatu kepada maya setelah makan malam saja. Bagaimana pun, mereka ibu dan anak sama saja. Sama - sama serakah, pati maya akan setuju dengan rencana nya meski ia harus membuka kisah asal usul sang putri nanti nya.
" pas maya pulang tadi, mama nggak ada sih, jadi nya maya kira mama nggak jadi nemenin maya di sini dan ikut pulang bareng papa, ucap maya sambil duduk dan bersiap menyendok makan malam nya.
" hmmm, udah nanti lagi bicara nya, kita makan dulu, mama mau ngomong sesuatu sama kamu, " ucap mita.
Kedua nya kemudian tenggelam dalam dentingan sendok dan menghentikan obrolan mereka.
.
tak sampai 30 menit, acara makan malam ibu dan anak itu usai begitu saja, kini mita mengajak maya untuk duduk di ruang tamu.
" ada apa ? Kenapa mama kelihatan seneng banget ? Mama menang arisan ?" tanya maya yang nampak penasaran sekaligus antusias.
" lebih, mama baru aja dapat jackpot !" ucp mita misterius.
Membuat maya mengerutkan kening nya, semakin penasaran dengan ucapan sang mama.
__ADS_1
" hmmmm, kamu tahu, sekarang perusahaan papa sedang tidak bagus ? Kita jadi sedikit harus berhemat dalam shopping " cebik mita setelah berbicara. Maya mengangguk dan setuju dnegan apa yang di ucapkan oleh mama nya. Pasal nya memang jatah bulanan nya dari sang papa sedikit di kurangi hampir setengah tahun ini dan itu membuat nya kesal,
" lalu ? Apa hubungan nya sama mama dapat jack pot ?" tanya maya.
" dulu, papa sebelum menikah dengan mama, papa sangat kaya, harta nya bukan hanya perusahaan, ada rumah sakit dan yang lain nya, "
Maya semakin mengerutkan kening nya. Rumah sakit dan masih ada aset yang lain nya ? WOW, bukan nya itu sangat banyak ?
" tapi, mantan istri j*lang nya malah mengalihkan harta itu ke pada PUTRA mereka ! " lanjut mita.
JEGERR !!!
Mata maya membola! Sebentar, mantan istri papa ? Lalu? Maksudnya mama nya adalah istri ke dua ? Atau mama malah menjadi pel*kor ?
Lalu ?
PUTRA ?
Papa nya memiliki putra dengan pernikahan nya yang dulu? Itu arti nya dia memiliki kakak tiri ?
DEG
...****************...
" mas seneng banget kita bisa berkumpul seperti ..." ucap rama tiba - tiba. Membuat aya menghentikan pekerjaan nya dan menoleh ke arah rama. Aya tersenyum hangat melihat rama yang nampak menikmati suasana hangat ini.
" alhamdulillah, semoga kita tetap bisa seperti ini sampai kita tua nanti ya, mas " timpal aya. Rama menoleh kepada aya dan tersenyum lalu mengangguk.
" apa nak ? Kenapa tarik - tarik baju abu? " tanya rama saat aqila menarik baju rama.
Segera rama mengangkat aqila ke pangkuan nya, menyembur perut bulat dari gadis kecil nya ini dan menyebabkan gelak tawa sang gadis. Aqil hanya melihat dengan bengong dari tempat berbaring nya, ia masih setia memainkan kaki nya dan masih berusaha memasukkan jempol nya ke dalam mulut. Nampak nya pelajaran dari sang kakak masih belum begitu bisa di aplikasikan nya.
__ADS_1
" kenapa putri abu ? Ngerasa di cuekin abu ya? Abu nya manjain umma terus ya ? Kamu cemburu hemm ?" ucap rama menggoda aqila, yang di sambut oleh tawa polos aqila.
Aya hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah rama dalam menggoda sang putri.
" bos, dah mateng nih, " teriak zain. Di tangan nya nampak beberapa tusuk sate dan juga jagung bakar. Dengan wajah yang penuh cemongan abu, zain dengan bangga menggoyangkan sate hasil bakaran nya.
Aric, zul, dan juga revan juga tidak ingin kalah dalam memamerkan karya - karya mereka.
Aya, rani, mira dan acha segera menggelar daun pisang dan mulai menggelar nasi liwet yang sudah di siapkan oleh para bibi. Aya memanggil pak nardi untuk memanggil yang lain dan segera bergabung dengan mereka.
Para bibi dan juga pak nardi tentu merasa terharu karena mereka di ajak untuk makan bersama dengan majikan nya. Air mata diam - diam merembes dan dengan cepat mereka seka.
Suasana yang nampak harmonis tercipta di halaman belakang mansion rama. Tidak ada perbedaan antara majikan dan pelayan, mereka nampak berbaur satu sama lain.
Para sahabat aya nampak berdiskusi riang bersama para bibi, menanyakan berbagai macam resep makanan yang biasa di hidangkan untuk masing - masing kekasih.
Sementara para pria sedang membahas seputar bisnis sementara rama menemani pak nardi bermain catur.
Aya tentu tidak lupa untuk memisahkan makanan untuk 3 satpam di depan yang tidak bisa meninggalkan posko mereka.
...****************...
Saat ini, mansion milik rama sudah berkurang ramai nya, itu karena ketiga sahabat aya sudah pulang.
Terang saja, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, acara makan - makan barbeque dan nasi liwet sudah berakhir sedari tadi.
Kini hanya tersisa ARIC, ZUL, DAN ZAIN di ruang tamu, mereka tengah menunggu rama dan aya yang sedang mendurkan si kembar yang sudah terlelap sedari tadi. Mungkin si kembar sudah kelelahan setelah sempat mengikuti acara makan - makan abu, umma, uncle dan aunty nya.
REVAN sedang bertugas untuk mengantar para kekasih sang kakak. Kata revan, diri nya sungguh sial ! Nasib menjadi bontot, begitu dumal nya tadi. Para kakak hanya terkekeh, karena rama memang memberi tugas kepada zul, zain dan aric untuk berkumpul di ruang tamu, ia ingin mendengar informasi mengenai sang ayah bersamaan dengan ia memberi tahu semua nya kepada aya.
" sudah mas, mereka udah pules banget, " ucap aya kepada rama ketika rama masih menepuk - nepuk pelan bokong aqil dan aqila.
__ADS_1
" ya sudah, mas akan suruh mereka buat naik dan kita bisa berbicara di ruangan depan, takut nya nanti si kembar bangun dan kita malah ada di lantai 1, " ucap rama sambil merogoh ponsel nya untuk menyuruh aic dan yang lain nya ke atas.
" NAIK, .... "