Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
57


__ADS_3

" ha ha ha, dia ingin membayari mu bos, duh, nggak nyangka, pemilik saham minoritas pun masih mau di bayarin kuliah nya , ha ha ha , " tawa zain segera menggelegar.


Sedari tadi sebenar nya ia sedang menahan tawa semenjak alika menawarkan pembayaran biaya kuliah rama dan aya. Tapi sengaja ia tahan karena melihat raut wajah rama yang nampak sangat muram.


" ck, bren*sek diam lo, " sungut rama keki.


Seumur hidup ia tidak pernah di remeh kan sampai seperti ini. Jika bukan karena ingin menyiapkan keamanan super untuk istri nya, ia pasti akan segera berkoar - koar mengenalkan identitas nya.


Ia masih harus menahan diri sedikit lama. Apalagi ia mendengar berita mengenai keluarga ayah nya yang mulai mengalami penurunan di perusahaan nya.


Melihat sifat rakus dan tamak nya wanita penggoda yang merebut ayah nya, rama yakin jika mereka tahu rama memiliki perusahaan bahkan kekayaan yang melimpah, bukan tidak mungkin mereka akan mendekati rama lagi.


Dan tentu saja keamanan aya adalah hal yang utama yang harus rama perhatikan.


" bos, sebentar lagi kita akan mulai magang, sebaik nya segera membereskan masalah dengan leo terlebih dahulu, " usul aric.


Mengenai alika, ia rasa alika tidak akan berani macam - macam jika berada di lingkup kampus, apalagi masih ada revan yang akan menjaga aya. Lalu selama alika belum mengetahui identitas aya, semua nya akan aman - aman saja.


" hmm, lo benar. Secepat nya akan gue selesaikan, " ucap rama setuju.


" percakapan tadi sudah otomatis terekam kan ?" tanya rama sambil melirik zain yang sedang mengotak atik laptop cadangan milik zul,


" hmm, sudah. Sudah otomatis tersimpan, " ucap zain mengacungkan jempol nya.


Zain segera memindahkan kedalam folder khusus semua bukti - bukti kelakuan alika, dari semenjak penjebakan rama, hingga saat alika tidur dengan leo dan melenyapkan janin mereka.


Folder ini yang akan di berikan rama kepada leo saat ia menemui leo untuk membicarakan masalah di antara mereka.


Rama berpikir, jika ia harus menghindari ada nya baku hantam antar geng. Selain ia tidak ingin ada korban di antar kedua belah pihak, ia juga berpikir untuk menyelesaikan masalah dendam sepihak yang sudah mendarah daging ini dengan damai.


Tentu nya jika leo bisa menerima kenyataan ini. Jika ia tetap saja nekat untuk menyerang rama, rama tidak akan bersikap lembek kali ini.


Bagaimana pun, sebentar lagi ia akan membuka identitas nya, dan leo akan menjadi ancaman yang cukup harus di perhatikan.

__ADS_1


" balik ke kampus sekarang, " perintah rama. Zain yang berada di balik setir langsung mengangguk.


Segera lah mobil imut milik aya meluncur menuju UNIVERSITAS tempat mereka menuntut ilmu.


💨💨💨


Setelah berbasa - basi, aya nampak ijin ke alika untuk menuju ke kelas nya berada.


Setelah memasuki ruang kelas, aya langsung melihat lambaian tangan mira dan rani yang menunjukkan raut cemas kepada nya.


" gimana ? Lo nggak apa - apa kan ya ?" tanya mira dengan panik. Bahkan tangan nya sudah tidak bisa diam. Ia membolak balik kan badan aya.


Rani pun tak ingin kalah cemas, ia menatap cermat setiap inci tubuh mungil aya. Bahkan acha yang biasa kalem pun mulai goyah kekaleman nya.


" masya allah, he he he terima kasih teman - teman. Tapi aya nggak apa - apa kok, " kata aya tersenyum. Ia cukup terharu melihat kepedulian sahabat - sahabat baru nya ini.


Ke empat nya akhir nya duduk, mereka bertiga segera melingkari aya, membuat istri kecil rama itu terkekeh lucu.


" jadi, apa yang di katakan sama mak lampir itu ?" tanya mira antusias memulai ses wawancara.


" hah ? Lagi ? Maksud nya dulu mereka memang saling kenal ?" tanya rani.


" ehm. Kata nya sih alumni smp yang sama " jawab aya lagi.


" woow, hebat banget, " mira bertepuk tangan riang. Seolah tengah melihat pertunjukan yang menakjubkan saja.


" lo kenapa deh mir, kek yang seneng banget gitu, " tanya acha heran.


" he he he, nggak kenapa - napa. cuma kayak heran aja gitu. Cewek yang satu sekolah sama kak rama kenapa bisa sampai nggak paham sama sifat ka rama gitu. Harus nya kan doi sudah tahu kalo kak rama nggak suka sama cewek yang genit, "


" karena menurut info yang gue dapat, kak rama udah memiliki sifat yang dingin dan datar kek gitu sejak smp di sini, " kata mira.


Ketiga nya mengangguk - angguk mengerti setelah mendengar penjelasan mira.

__ADS_1


" haah, aku juga ngga tahu deh, coba aja nanti aku tanya ke bang rama, " kata aya mengangkat bahu.


Meskipun ia sudah tahu tentang kebenaran cerita alika dan rama, tentu ia tidak akan menyebarkan aib mereka. Terutama aib alika.


Tak lama setelah mereka berbincang - bincang, dosen mereka memasuki kelas dan mereka mulai pembelajaran lagi.


💨💨💨


Tepat pukul 3 sore, kelas aya selesai. Ia dan ketiga sahabat nya segera membereskan alat - alat mereka dan berjalan menuju pintu kelas.


Di depan kelas, sudah nampak revan yang tengah menunggu aya dengan laptop di pangkuan nya. Nampak beberapa kali revan membenarkan kacamata non minus nya yang nampak melorot.


" rev, " sapa aya lembut. Sontak saja membuat revan endongak melihat siapa yang memanggil nama nya.


" oh, eh kakak ip ... Ups, kakak sepupu, kalian sudah selesai ?" kata revan yang menyadari jika saudari ipar nya datang menyapa nya.


Revan nampak melirik ke tiga sahabat aya yang berada di belakang aya. Revan mulai menilai ketiga nya.


' Seperti nya mereka memang orang baik. Tapi gue harus tetap minta zul buat cari informasi mengenai mereka semua, ' batin revan.


" hmm, kami sudah selesai kak revan, " jawan mira dengan senyum sopan. Bagaimana pun ia cukup segan dengan kakak tingkat nya satu ini. Yang meskipun nampak berpenampilan culun a.ka cupu, ia terkenal dengan kekejaman nya dalam geng nya.


" hmm, yasudah. Yuk kakak sepupu kita pulang. Bang rama mungkin sudah di rumah, dia tadi duluan karena harus pergi ke perusahaan duu, " ajak revan dengan setengah berbisik di akhir kalimat nya.


Aya mengangguk dan berpamitan dengan ketiga sahabat nya lalu mengikuti revan degan tetap menjaga jarak aman.


💨💨💨


Sampai di mansion, aya mengucapkan terima kasih kepada reva sejenak dan akhirnya ia masuk ke mansion setelah melihat revan pergi menuju perusahaan.


" assalamualaikum, " sapa aya lirih. Ia mulai memasuki mansion menuju kamar nya di lantai atas.


Sesat setelah berganti baju dan melaksanakan kewajiban nya. Aya nampak celingukan mencari sosok yang mulai ia kangeni akhir - akhir ini.

__ADS_1


" kemana sih mas rama, kata revan kemungkinan udah pulang. Apa masih di kantor ya ?" gumam aya.


" kangen mas , hm?"


__ADS_2