
' gila.. Bukan nya itu gadis yang kemarin di labrak revan ?'
' masih aja berani nampakin diri mereka di gedung bisnis'
' berani banget .. '
' kayak nya nyawa nya lebih dari satu deh, '
' mereka nggak tahu siapa yang di labrak, 3 gadis itu kan cewek dari aric, zul sama zain, '
" serahkan kartu milik RAMA, gue calon istri nya ... " suara maya terbilang kencang. Sehingga ketika omongan nya selesai, bisik - bisik yang tadi terdengar seketika hening. Menatap penuh perhatian ke arah maya dan seketika meledakkan tawa dari para penghuni kantin jurusan bisnis. Tak urung dengan mira, rani, dan acha.
'HA HA HA HA HA HA.... '
' kalian dengar juga kan ?"
' dia bilang calon istri rama '
' seperti nya dia tidak pernah melihat forum kampus, '
Para sahabat maya hanya mengerutkan leher mereka, berdoa semoga saja mereka bisa mengecil dan bersembunyi di lubang saja.
Entah apa yang merasuki maya, sehingga ia begitu berani bilang jika a adalah seorang calon istri dari seorang RAMA MAHESWARI yang mereka tahu dengan jelas jika maya juga membaca jika kemungkinan besar rama sudah memiliki anak dan istri.
" ha ha ha , aduhhhhh perut gue kram lah. haahhhh huft. Lo anak baru kan !" nada bicara mira seketika berubah menjadi datar. Baha raut wajah nya yang awal nya tertawa terbahak berubah menjadi dingin dan datar saat mengucapkan kalimat akhir nya.
Acha dan rani pun ikut berdiri di samping mira, menyilangkan tangan i dada mereka dengan angkuh.
Adegan ini sama seperti adegan pertarungan antar geng cewek di sekolah - sekolah pada umum nya.
Aya sedikit terintimidasi dengan nada dingin dan sikap mira yang terkesan lebih sombong dari nya.
Maya akui, jika mira dan dua gadis lain nya lebih cantik dari pada diri nya. Tapi ego dalam hati nya segera menekan nya dan aura kesombongan kembali terpancar di mata maya.
" kenapa jika kami anak baru, lo ... "
" gue nanya lo doang ! Bukan antek lo yang berada di belakang lo ! " sanggah mira dnegan nada tinggi.
__ADS_1
" seperti ya antek - antek lo lebih bisa menilai situasi untuk tidak berlagak di depan kami, SENIOR LO !" lanjut mira kembali mengintimidasi.
Maya kembali menciut saat mendengar nada bicara mira. Mira memang terlihat selalu slengekan, tetapi jika sedang serius, ia juga bisa terlihat menakutkan.
Apalagi ia mendengar ada gadis entah dari mana asal nya mengaku - aku sebagai calon istri dari rama. Mereka langsung siaga 1 sebagai sahabat aya. Sang nyonya yang sah dari RAMA MAHESWARI.
" lalu kenapa ? Saat gue menjadi nyonya rama, tidak perduli lo senior atau junior gue !" maya kembali mendapatkan kepercayaan diri nya saat ia mengingat jika ia akan menjadi nyonya rama.
" heh ? Nyonya rama, lo nggak mikir uat ngehalu di siang bolong begini kan ?" tanya mira dnegan sinis. Mira beranjak dan mulai memutari maya. Windi, nina , tina hanya berdiam dan diam - diam melangkah mundur menjauh dari maya.
Mira tetap memutari maya, mencoba menilai maya dari atas sampai bawah dan mulai menggelengkan kepala nya dengan nada jijik,
Bagaimana bisa gadis butek ini di bandingkan dengan aya nya yang imut ?
Wanita buluk yang tidak jelas ini bahkan tidak pantas di sandingkan dnegan diri nya dan ke dua sahabat nya yang lain.
" lo nggak pernah baca forum ? Lo mahasiswi dari jurusan apa ? Gue rasa, seluruh mahasiswa di sini tahu tentang STATUS dari kak rama. Ia SUDAH beristri ! BODOH !" ucap pelan mira di telinga maya.
Membuat maya murka dan melayangkan tangan nya untuk menampar mira.
" AUUUCCCHHHHH.... Lep ... Lepaskan ... sak ... Sakit " teriak maya kesakitan. Ketiga sahabat nya hanya menatap ngeri ke arah tangan maya yang di pelintir dengan kejam.
" lepas ? Jika kak revan yang dengar ucapan mulut busuk lo, lo mungkin bakal di suntik mati ! Ngerti ?" ucap mira dengan sadis.
Acha menghempaskan tangan Maya dengan keras. Maya nampak kesakitan dan mengusap - usap tangan nya.
" denger ja*ang kecil, sebaik nya lo ingat peringatan ini, jangan sampai lo ketemu gue dan lebih parah nya ketemu kak revan alu mengucapkan jika lo adalah calon istri dari kak rama. Atau lo lebih memilih kematian, " ucap mira dengan kejam.
Segera, mira, acha, dan rani segera meninggalkan kantin jurusan bisnis. Mereka harus segera memberi info ini kepada para kekasih mereka.
" ARRRRGGGGGHHHHH SIALLLL "
Maya berteriak kesal. tanpa menghiraukan berbagai macam tanggapan dari para penghuni kantin yang sedari tadi mencibir nya.
Tentu saja, kemarahan bercokol di hati nya. Sudah tidak menemui rama, ia masih harus di aniaya !!.
...****************...
__ADS_1
📞 : " ehhmm.. Oke nanti aku kasihin ke bos, babe "
📞 : " .... "
📞 : " iya nant aku juga bakal kasih info ini ke bos, "
📞 : " ... "
📞 : " hemm, ya udah, ati - ati. Nanti kalau pulang nya mau di jemput, kamu nelpon aja, "
📞 : " ... "
📞 : " waalaikum salam"
Aric nampak menghela nafas kasar saat selesai menerima telepon dari mira.
Benar, setelah mira dan yang lain nya meninggalkan area kantin tadi, ia langsung menghubungi aric untuk melaporkan kelakuan bocah baru itu.
Rama mengangkat alis nya heran, kenapa lagi ini tangan kanan nya. Bukan nya ia baru saja menerima telpon dari kekasih nya, kenapa malah memasang tampang tak sedap seperti ini ? Apakah ada kejadian khusus yang terjadi di kampus saat ia tidak berada di sana ?
Aric dan rama memang sedang ke kator, sementara zain dan zul tengah berada di perusahaan baru. Jadi hanya revan yang menghadiri jadwal kuliah nya.
" kenapa ?" tanya rama. Ia semakin yakin jika pasti ada yang di laporkan oleh mira cs saat melihat aric yang semakin banyak menghela nafas sambil menatap nya diam - diam.
" anak itu membuat masalah dnegan mira cs, " aric menghembuskan nafas nya lesu.
Meskipun ia sangat tahu dengan sifat kekasih dan dua teman nya yang lain, aric masih tidak habis pikir dengan adik tiri dari rama ini.
" ada apa ?" tanya rama datar. Ia bahkan tidak repot - repot menatap ke arah aric. Tangan nya masih fokus membubuhkan tanda tangan di beberapa dokumen yang berada di meja nya.
" mira sedang berdiskusi dengan rani dan acha mengenai kartu mu yang kemarin di pakai untuk belanja arena belum sempat d kembalikan, tiba - tiba anak itu datang dan memintakartu dan ia ingin mengembalikan kepada mu, dan .... "
Aric bingung harus meneruskan cerita nya atau tidak, ia melirik ke arah ama.
" dan apa ?" tanya rama penasaran karena aric malah menatap nya alih - alih langsung meneruskan ucapan nya.
" .... Ia mengaku sebagai calon istri mu .. "
__ADS_1