Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
72


__ADS_3

" ketemu kamu, susah banget, aya " keluh alika. Aya hanya terkekeh.


" kak alika aja yang jarang ke kampus, apa ada yang terjadi kak ?" tanya aya pura - pura polos. Padahal ia tahu jika alika sedang di beri pelajaran oleh leo.


Benar saja, alika nampak gugup. Tapi ia seera menepis pikiran nya sendiri yang mengatakan ada kemungkinan aya tahu tentang kejadian yang menimpa nya beberapa minggu yang lalu. Lagi pula aya tidak akan kenal leo. Karena setahu alika, leo sangat bermusuhan dengan rama.


" eh .. Eng .. Enggak kok, 2 bulan ini kakak sangat sibuk. Tugas kuliah nya teramat menupuk, " keluh alika mencoba mengalihkan pembicaraan.


Aya nampak tersenyum kecut di balik cadar nya. Entah apa yang di lakukan oleh leo saat memberikan pembalasan kepada alika, nampak nya alika sama sekali tidak merasa kapok.


Alika hanya merasa jika rama tidak mungkin tahu mengenai kelakuan nya. Padahal yang sebenar nya malah sebalik nya.


" kakak mau bicarakan apa ?" tanya aya langsung to the point begitu mereka duduk di bangku taman dekat kelas aya terakhir kali.


" ehm, itu ya, kamu udah bilang sama rama ?" tanya alika langsung. Aya mencoba untuk meredam cemburu nya. Bagaimana mungkin ia tidak merasa cemburu saat suami nya di kejar - kejar oleh wanita lain meskipun kenyataan nya suami nya tidak terpengaruh sama sekali.


" duh, maafin aya kak. Bang rama selalu pulang ke kontrakan temen nya semenjak magang, soal nya tempat temen nya itu lebih deket dari kantor tempat abang magang " ringis aya yang harus berbohong.


' ya allah, maafin aya ' doa nya pelan/


Alika nampak mengepalkan tangan nya karena emosi. Ia tidak menyangka jika mendekati rama kan sesulit ini. Padahal rama adalah orang biasa.


💨💨💨


Sementara itu di kantor MAHES MOTO


Ruangan rama. jam 2 siang.


Nampak ia sedang memegang beberapa berkas. Proyek rangka mobil balap beberapa bulan yang lalu sudah mulai di tahap perakitan, dan sebentar lagi rama harus mengurus perakitan mesin nya sebelum akhirnya kerangka di pasang.


Rama nampak begitu sibuk. Tapi ia memilih mencermati setiap detail materi dari proyek nya. Bagaimana pun ini adalah proyek yang sangat besar.


TRING TRING TRING


Terdengar bunyi ponsel yang berada di saku celana nya, rama menatap layar yang memperlihatkan ID Penelepon, Zain.


📞 : " assalamualaikum, kenapa ?

__ADS_1


📞 : " waalaikum salam, sorry bos, di markas lagi ada masalah, lo bisa kesini ?"


📞 : " ada apa memang nya ? Lo nggak bisa handdle ? Bentar lagi gue mau jemput aya balik, "


📞 : " sebentar aja, anak - anak pada protes saat gue bilang lo mau mengundurkan diri, "


📞 : " ya udah gue berangkat semua, wasalamualaikum,"


Rama menutup ponsel nya begitu saja tanpa mendengar kan jawaban zain. Dapat di pastikan jika di seberang sana, zain tengah mengumpat rama.


CEKLEK


Bertepatan dengan rama yang berdiri, terdengar pintu ruangan nya i buka dari luar. Rama mengangkat alis nya saat memikirkan siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu.


Tapi emosi nya seakan lenyap saat melihat siapa yang datang. Aric atang dengan dua tangan yang sedang menggendong beberapa dokumen lagi.


Rama mendengus kasar melihat pekerjaan nya yang semakin banyak itu. Salahkan saja diri nya sendiri yang selalu mengabaikan pekerjaan nya saat memilih bucin kepada istri nya.


" lo mau kemana? Kerjaan lo masih banyak !" ejek aric.


Rama hanya bisa menatap nanar ke arah tumpukan dokumen itu. Lalu ia menatap datar ke arah aric.


"ya udah, ke sana aja dan jelasin ke pada mereka. Abis itu balik lagi ke sini, " jawab aric santai.


" nggak bisa, jam 3 gue mau jemput aya. Kerjaan nya kerjain sama lu dan zul dulu, sisa nya gue kerjain besok, " ucap rama sambil melenggang santai meninggalkan aric yang nampak melongo.


Aric tentu tidak bisa menjawab apa - apa lagi saat mendengar titah rama. Dengan sedikit mendumel panjang pendek, ia mulai mengerjakan dokumen setelah memutuskan untuk menghubungi zul untuk membantu nya.


💨💨💨


" apa nggak bisa kamu ke tempat temen nya, menyusul rama ?" tanya alika memaksa. Aya hanya menatap datar alika dari balik kain cadar nya.


Sebenar nya apa yang ada di dalam pikiran wanita di hadapan nya ini ? Degan seenak nya menyuruh aya untuk menyusul rama ke tempat teman pria nya hanya untuk membujuk rama untuk kembali ke alika ? Hei, aya nggak sebodoh itu untuk bisa di perdaya.


" bang rama malah akan marah ke aya dong kak, " protes aya setengah meninggikan suara nya. Dalam hati ia ingin sekali mengumpat jika tida segera ingat untuk beristigfar.


" loh ? Kenapa memang nya ? Kamu kan adik nya ?" tanya alika merasa cuek.

__ADS_1


" kak, abang nggak akan membiarkan aya untuk pergi ke tempat lelaki yang bukan mahram aya, " ucap aya mencoba untuk sabar.


" tapi kan lo adikny .... "


TRING TRING TRING


Ucapan alika nampak di ganggu oleh dering ponsel aya. Alika melirik ke arah aya dengan emosi. Sedangkan aya dengan santai mallah mengangkat telpon nya setelah melihat ID Pemanggil yang tertera di layar ponsel nya.


📞 : " assalamualaikum, ada apa bang ?"


📞 : " waalaikumsalam, tunggu yank, bang ?"


Aya terkikik pelan, dapat ia bayangkan raut wajah rama yang nampak kebingungan saat mendapati aya memanggil nya bang, biasa nya juga mas ~


📞 : " iya ini aya lagi sama kak alika, "


Aya dapat mendengar suara dengusan nafas rama saat menednegar ucapan aya/


📞 : " kmau di mana sayang ?"


📞 : " aya ada di depan taman kelas aya terakhir kali, "


📞 : " tunggu di sana, mas akan datang dalam waktu 5-3 menit, "


📞 : " ya bang, ... Waalaikum salam, "


Alika nampak menatap aya dengan inten. Terlihat binar mata alika menunjukkan kegembiraan saat menduga siapa yang barusan menelepon aya.


" siapa yang nelpon ay? Rama kan ?" tanya alika tidak sabar. Aya hanya mengangguk malas ke arah alika.


Alika langsung heboh memeriksa penampilan nya sendiri, menyisir rambut, membenarkan jepitan nya, menambah bedak serta lipstik merah dan tak lupa menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya, membuat aya harus menahan mual karen aia tidak tahan dengan bau parfum alika.


Aya hanya bisa menggelengkan kepala nya diam - diam melihat tingkah wanita di depan nya.


" rama akan ke sini ? Dia mau jemput kamu kan, dek ?" tanya alika sok lembut. Ia bahkan mulai menggandeng lengan aya.


" iya kak, bang rama mau jemput aku, "ucap aya pasrah.

__ADS_1


" pokok nya kamu harus ban ... "


" JAUH KAN TANGAN BU*UK LO DARI AYA, ALIKA !!"


__ADS_2