Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
97


__ADS_3

Tak sampai 15 meni kemudian, rama sudah selesai dengan makan nya. Aya merapikan piring rama dan menaruh nya di nampan kembali. Rama yang sudah selesai mencerna makanan nya meraih tubuh mungil sang istri kedalam pelukan nya.


" ada apa, hmm ? Kenapa mas begitu terlihat lelah, " tanya aya sambil menangkup wajah rama.


Rama menikmati perlakuan lembut sang istri, ia nampak memejamkan mata nya.


" dia .. Dia kembali. Ayah mas ada di kota ini ... " ucap rama terdengar lesu. Ada sedikit kekhawatiran di nada rama.


" benar kah ? Lalu kenapa mas ? Bukan nya malah bagus. Pada akhir nya kalian bisa saling memaafkan , " ucap aya hati - hati. Aya tidak membenarkan sifat sang ayah mertua yang ia sendiri belum pernah melihat nya.


Rama mendongakkan kepala, menatap aya dengan pandangan heran. Kenapa istri nya ini malah meminta nya untuk berdamai dengan ayah nya yang tega mengkhianati bunda nya ? Bukan nya jika sesama wanita harus nya tah bagaiana perasaan sang bunda ?.


Aya tersenyum hangat melihat pandangan heran dari sang suami.


" mas, meskipun mas nggak mau lagi menerima beliau, beliau tetap saja ayah mas. Terlepas bagaimana perlakuan beliau, mas harus mengikhlaskan. Bunda pasti juga pasti tidak suka jika mas mendendam. Lepaskan, ikhlaskan. Allah pasti akan memiliki balasan tersendiri nanti nya" ucap aya pelan - pelan. Tangan nya masih saja membelai rambut rama. Meninggalkan kesan nyaman di diri rama.


Rama sedikit termenung, selama ini, ia masih saja merasa gelisah meski memang selalu bisa di tepis. Tapi apa yang di katakan oleh istri nya benar. Tadi juga nampak terlihat sang ayah hanya terdiam. Tidak seperti wanita ja**ng tidak tahu diri itu.


" selagi ia tidak lagi mengusik keluarga kita, mas tetap harus bersikap legowo. Dengan mas yang selalu marah - marah, tidak akan membuat bunda hidup kembali. Biarkan saja mereka hidup dnegan jalan mereka. Mas harus ingat, kita punya allah yang nggak akan pernah tidur" lanjut aya. Rama mengangguk dan tersenyum ke arah aya.


Bagaimana pun, ia memang harus melepas kebencian nya. Tapi, ketika ia teringat bagaimana perwujudan mita, ia kembali memasang wajah waspada. Dahi nya sedikit berkerut.


" tapi, mas nggak yakin dengan wanita tua itu. Dia sangat licik, mas tadi di beri tahu oleh zul, jika keadaan perusahaan ayah sedang tidak baik, " cerita rama lagi.


" hmmm, jika dia tidak mengusik, maka biarkan saja. Cukup kita berhati - hat, " ucap aya lagi.

__ADS_1


rama sudah tidak membahas ha ini dnegan aya. Istri nya ini memang terlalu baik. Tapi dalam hati, diam - diam rama mulai merencanakan sesuatu. Sesuatu sebagai bentuk pertahanan nya untuk melindungi keluarga kecil nya.


Kedua nya kembali mengobrol setelah selesai mengerjakan sholat isya. Si kembar yang nampak sangat lelap juga tidak terbangun sehingga mereka bisa melakukan pillow talk terlebih dahulu.


...****************...


berbeda dengan keadaan mansion rama.


Di dalam rumah kecil maya. Ardhana dan mita nampak bau pulang dari acara berbelanja mereka. Maya jga sudah berada di kamar nya sejak pulang dari kampus tadi. Entah apa yang sedang di lakukan gadis remaja itu.


" mas, bagaimana jika mama tinggal di sini menemani maya dulu ? " ucap mita sambil memijat bahu ardhana. Kedua nya tengah berada di kamar lain nya.


Dahi ardhana sedikit mengernyit saat mendengar permintaan sang istri. Bukan nya tadi siang istri nya yang ngotot ingin pulang karena ingin berkumpul dengan geng sosialita nya? Kenapa jadi berubah pikiran seperti ini?


" ehhm. Itu tadi jeng sista nge- wa kata nya acara kumpul - kumpul nya di undur, pa. Lagian mama merasa khawatir kalau maya sendiri di sini. Sejak dari lahir kan maya nggak pernah pisah dari mama, " ucap mita lancar mengeluarkan alasan nya.


Ardhana sedikit terdiam, memang benar, jika maya tidak pernah terpisah dari nya. Ia yang sedari dulu ingin memiliki seorang putri, tetapi karena laksmi sudah tidak bisa hamil karena masalah di rahim nya tidak bisa menuruti keinginan nya. Sehingga, ketika mendengar mita hamil, dan saat ia mengetahui jika anak yang berada di dalam kandungan mita adalah seorang anak perempuan, ardhana menjadi lebih memanjakan mita dan juga maya.


" hmmm, mama benar juga, ya sudah deh, mama di sini nungguin maya sebentar, papa aan kembali ke ibukota duluan, nanti papa akan jemput kalau mama mau balik ke ibukota, " ucap ardhana sambil mengelus rambut mita sayang.


' haah, begitu mudah mengelabui pria ini. Aku harus memastikan terlebih dahulu kehidupan anak si*lan itu, pasti dia sekarang kaya raya dengan harta milik mas Ardhana yang di curi oleh si ja*lang laksmi !' batin mita sambil tersenyum polos ke arah ardhana.


Mita yang berhasil dengan rencana nya langsung berlakon manja ke pada ardhana. Di usap nya dada sang suami dnegan mata yang mengerling. Ardhana terkekeh pelan dan langsung menggandeng mita untuk langsung di eksekusi di kamar?.


...****************...

__ADS_1


Keesokan hari nya, saat waktu sarapan tiba.


Di ruang makan rumah maya.


" bagaimana lingkungan kampus mu sayang ?" tanya ardhana ke pada maya dengan tatapan kasih sayang. Sungguh, jika rama mengetahui adegan ini, ia akan semakin merasa sakit hati. Dulu, adegan ini biasa terjadi dengan keluarga kecil nya juga.


" hmm bagus banget, pa. Kan memang ini adalah kampus terbaik di kota B ini, " jawab maya dengan antusias.


Sebenar nya ardhana asih enggan memberikan restu untuk maya mengambil jurusan seni, tapi ia tidak berani mematahkan semangat belajar sang anak,


" syukurlah, oh iya, papa akan pulang hari ini, mama akan menemani mu untuk sementara waktu sampai kamu nanti nya bisa terbiasa untuk tinggal sendiri, " ucap ardhana.


Maya sedikit terkejut tapi ia langsung bahagia, ia segera menoleh ke arah sang mama.


" benarkah ? yeaaayyyy, sebenarnya kemarin maya ingin bilang seperti itu ke papa, tapi maya tahu, papa kan nggak bisa hidup kalau nggak ada mama, " goda maya kepada ardhana. Sontak saja godaan maya menimbulkan tawa di meja makan tersebut. Sungguh seperti keluarga harmonis pada umum nya. Sayang nya, smua kebahagiaan itu berada di atas penderitaan wanita lain.


" benar dong, papa udah kasih ijin ke mama untuk menemani mu di sini, " sahut mita dengan mengelus rambut maya yang nampak kemerahan dan sedikit ikal di bagian bawah nya.


" heem, makasih ya pa, papa tahu aja deh kalau sebenar nya maya belum terlalu terbiasa " ucap maya lagi.


" hmm, kamu belajar yang rajin, papa pulang dulu ke ibukota. " ucap ardhana sekaligus pamit.


" baik bos, " ucap maya sambil memasang pose hormat.


' pulanglah mas, aku akan mengambil kembali harta mu dari anak si*lan itu !'

__ADS_1


__ADS_2