
" he he, jadi sebenar nya ada apa, mas ? Kok kayak nya bete gitu ?" tanya aya sekali lagi.
Rama membalikkan posisi aya sehingga aya menghadap ke layar laptop nya. Meskipun bingung aya akhir nya membaca yang ada di depan nya.
" masya allah, bukan nya malah bagus ? Mas udah balas ?" tanya aya yang malah terlihat antusias. Memang wanita yang nggak ada takut nya, ya.
Rama sedikit mendengus tidak suka saat melihat tanggapan aya, dan aya tahu itu. Ia menangkup wajah rama, mengecup pipi suami nya berulang - ulang.
" mas, mas harus belajar ikhlas, bukan sepenuh nya ayah juga kematian bunda, semua nya memang sudah takdir nya, " nasehat aya hati - hati. Berharap ucapan nya tidak menyentil sisi dalam dari rama. Karena aya tahu, sisi sensitif rama selain diri nya dan si kebar adalah mendiang bunda nya.
Rama memeluk aya dengan erat. Ia mencoba melampiaskan semua rasa yang bercokol di hati nya. Ia berusaha melepaskan semua kegundahan, dendam dan kekecewaan nya selama ini. Aya dengan sabar dan telaten mengelus - elus punggung rama, mencoba menenangkan sedikit beban di hati rama.
Rama melepaskan pelukan nya dan mendongakkan wajah nya ke hadapan aya setelah hampir 15 menit ia bertahan dengan pelukan aya.
" udah lega ?" tanya aya dengan lembut. Rama mengangguk dan tersenyum.
" terima kasih, udah mau memilih dan menerima mas, terima kasih juga sudah mau berjuang menghadirkan dua malaikat untuk mas, " ucap rama lirih. Aya tersenyum dan mengusap rahang rama.
" aya yang harus nya berterima kasih sudah memilih aya yang cuma gadis desa, " jawab aya.
Rama tersenyum dan mencium aya sekali lagi. Ia lalu mengalihkan pandangan nya ke arah layar laptop yang aih menyala dan memperlihatkan pesan yang di kirimkan oleh ardhana.
" jadi, menurut mu, mas harus memberi alamat mansion ini kepada nya ?" tanya rama.
" hmmm, kepada ayah, mas. Bukan kepada nya. Beliau tetap ayah mas. jangan pernah melupakan fakta itu, " tutur aya lembut. Rama terdiam namun akhir nya mengangguk.
" baik, jadi mas harus kirim alamat kita ke ... Ayah ?" ucap rama canggung. Aya terkekeh.
" hmm, tentu saja. Beri aja. Bukan kah mas juga harus mengenalkan aya dan juga si kembar ?" tanya aya. Rama mengangguk.
Sedikit menghela nafas, rama menguatkan hati nya untuk mengirimkan alamat mansion ke ardhana.
📨
email has sent
__ADS_1
" huffftt "
" alhamdulillah, "
Aya tersenyum dan mengecup pelipis rama.
" mas hebat, " bisik aya.
...****************...
Sementara itu di sebuah ruang keja lantai 2, kamar paling pojok di sebelah kamar utama kediaman maya.
Ruang kerja yang memang sengaja ia persiapkan saat pertama kali ia dan keluarga kecil nya datang. Ardhana mengunci nya dari dalam, tidak ingin membiarkan mita atau maya masuk untuk mengusik nya. Ardhana hanya ingin sedikit menenangkan pikiran nya agar ia bisa mengambil langkah terbaik nya untuk menghadapi mita.
Ardhan tengah melamun, dia masih menatap kosong ke layar laptop nya.
📨
email has sent.
Hampir 2 jam ia hanya mengetikkan sesuatu di layar laptop nya dan menghapus nya kembali. Hingga akhir nya ia memberani kan tangan nya untuk menekan tombol sent dengan menyisakan beberapa baris kata - kata.
' nak, bisa kah ayah menemui mu ? Cukup berikan alamat mu saat ini dan ayah yang akan mengunjungi mu'
Hanya beberapa kalimat itu, ardhana sampai harus di buat setengah mati.
Penyesalan dan rasa bersalah nya lah yang membuat nya ketakutan untuk menuliskan kalimat yang lebih baik.
Sungkan, ia terlalu sungkan untuk berbicara secara akrab kepada putra yang sudah 20 tahun ia sakiti fisi dan batin nya.
Ardhana nampak kuyu. Penampilan nya yang terbiasa mewah, nampak bijaksana, saat ini begitu jauh dari kata itu.
Ia langsung terbang menuju kota B begitu asisten nya mendapatkan tiket. Langsung berjalan ke kediaman ini tanpa makan atau minum dan kali ini tubuh nya terasa kelelahan.
Ia menarik laci meja yang tersembunyi. Meraih sertifikat rumah ini yang bertuliskan nama maya, putri yang teramat ia sayangi hingga ia mengabaikan putra satu - satu nya.
__ADS_1
Nyata nya, rencana awl ya ialah ia ingin memberikan sertifikat rumah ini untuk hadiah kepada sang putri, tetapi saat ia mengetahui fakta menyakitkan mengenai maya, ia bahkan tidak sudi lagi mengeluarkan harta nya untuk pasangan ibu dan anak itu.
Ardhana nampak menghela nafas nya kasar, ia menelungkupkan tangan nya ke meja dan mengubur wajah nya di tumpukan lengan nya.
Ia terisak. Ya, ardhana akhir nya tak kuasa menahan sakit di hati nya. Teringat dengan jelas bagaimana dulu laksi menerima nya.
' nak, apa kamu yakin akan menikah dengan pria ini ? " tanya kakek tua maheswari. Suatu hari laksmi membawa nya pergi ke rumah tua maheswari yang jauh dari kata mewah.
' tentu, aku mencintai nya, ayah' jawab laksmi mantap sambil tersenyum dan menoleh ke arah nya.
Maheswari tua mengarahkan pandangan kepada nya. Mata tajam namun teduh itu tersenyum ramah. Ardhana sedikit tertegun sesaat.
' lihat lah, anak muda. Anak saya sdah memilih mu. kami, keluarga maheswari memang tidak pernah mengekang nya untuk memilih pasangan. Bagi kami, selai ia bahagia dengan pilihan nya, maka kami akan mendukung nya. Maka, kami minta tolong untuk membahagiakan nya'
dalam hati ardhana, ia sangat gugup dan takut saat laksmi bicara jika ia akan membawa nya ke rumah tua dan memperkenalkannya kepada ayah ibu nya.
Tapi ardhana tidak pernah menyangka, jika keluarga maheswari begitu terbuka kepada nya. Mereka menyambutnya dengan baik. Bahkan ayah laksmi secara pribadi memberikan ia masukan - masukan yang luar biasa ketika ia sudah menikah dengan laksmi.
Bahkan ayah mertua nya memberikan modal yang begit besar untuk membangun sebuah perusahaan yang sampai sekarang perusahaan nya terkenal.
Ardhana menangis keras. Sesak di hati nya tidak berkurang tetapi malah bertambah ketika ia melihat rama membalas email nya.
...****************...
Suasana ruang makan nampak sedikit suram, ardhana tentu makan dengan tenang. Sementara maya dan mita terlihat begitu ter intimidasi dengan suasana yang tenang ini.
Bagi mereka, ardhana memang berbicara sedikit, tetapi tidak pernah sampai sediam ini. Firasat mereka buruk akan hal ini.
Ardhana menyelesaikan makan nya dan beranjak ke ruang tamu. Baru lah mita dan maya bisa makan dengan tenang.
Setelah setengah jam, mita menyeret putri nya untuk menemui ardhana dan membujuk nya.
" mita, ... Maya anak siapa ?"
DEG
__ADS_1