
" mas sayang kamu, istri ku" ungkap rama membuat aya semakin merona.
" aya ju ..... "
TIN TIN TIN
Rama langsung mendesah dan diam - diam ia mengumpat di dalam hati saat terdengar suara klakson di halaman depan. Padahal hanya tinggal sedikit lagi ia akan mendengar kalimat sayang dari mulut istri nya.
Sedangkan aya menunduk malu dengan rona merah menghiasi wajahnya yang tertutup cadar. Ia merasa malu karena tanpa sadar akan membalas ucapan sang sua meskipun itu sah - sah saja.
" si .. Siapa itu mas ?" tanya aya dengan gagap. Rama terkekeh saat menyadari sang istri tengah malu. Ia mengelus pipi aya lembut.
" mungkin aric dan zain mengantar mobil untuk kita pindahan sayang, " jawab rama sambil beranjak menuju halaman.
Sedangkan aya diam sejenak. Pindahan ? Kenapa rama tidak bilang sedari tadi ? Apa mereka akan tinggal di mansion milik rama ?
Nanti saja lah, ia akan menanyakan kepada rama. Atau mungkin malah memang rama belum sempat untuk memberitahu nya. Karena seingat dia tadi, setelah pulang dari mansion mereka tengah bercerita mengenai apa pekerjaan rama.
Di luar sana, rama melihat sebuah mobil box berukuran sedang. Di samping nya nampak terparkir motor aport yang rama tahu adalah milik zain.
Tak lama kemudian, aric segera turun begitu pul zain yang langsung membuka hel mya saat mereka tahu jika bos nya sudah keluar.
" ada masalah di perusahaan ?" tanya rama begitu kedua nya sampai di hadapan rama dan melakukan salaman ala mereka.
" nggak ada bos, tapi pesanan dari negara D minta di jelaskan secara detail mengenai blue print model yang akan di buat, " jawab aric.
__ADS_1
" atur jadwal saja untuk mu dan juga revan. lo yang akan menjelaskan ke mereka bisa kan ?" tanya rama.
" hm, bisa" jawab aric yakin. Meskipun agak bingung karena tidak biasa nya ia yang di suruh pergi, tetapi aric hanya mengiyakan saja perintah rama.
Aric langsung sadar jika rama hanya tidak ingin meninggalkan nyonya bos nya sendiri. Apalagi mereka adalah orang asing yang akan mulai pendekatan. Lalu masih banyak musuh yang mengincar rama. Di tambah dengan ada nya aya pasti akan menambah tingkat kewaspadaan rama meningkat.
" hmm, kalian langsung saja pulang ke mansion, nanti gue akan menjelaskan kepada aya dulu mengenai kepindahan kami, " kata rama yang sudah masuk mode lo gue on. Pertanda jika suasana hati nya sudah tidak tegang seperti kemarin.
" jadi nyonya bos belum tahu jika lo akan mengajak pindah ke mansion ?" tanya zain yang sedari tadi hanya mengamati aric dan rama membahas perusahaan. Memang zain tidak terlalu ikut dalam urusan perusahaan kecuali situasi yang khusus. Ia malah lebih fokus ke beberapa cabang toko aksesoris dan juga peraturan dunia geng mereka. Tapi zain bukan tidak mengerti apa yang terjadi di perusahaan. Ia tentu tahu semua.
Rama menggeleng mendengar pertanyaan zain. Ia memang belum sempat memberi tahu aya mengenai rencana pindah hari ini. Rencana nya tadi ia akan mengatakan nya setelah ungkapan sayang - sayangan yang harus terjeda dengan bunyi klakson yang aric bunyikan. Mengingat itu, mulut rama tiba - tiba mengerucut membuat aric dan zai heran.
" kenapa bos ? Apa ada masalah ?" tanya aric yang menyadari jika suasana hati rama sedang tidak bagus. Entah di sebabkan oleh apa.
" tidak, sudah sana kalian pergi, " usir rama dengan sinis. Zain dan aric tambah heran tetapi tidak berani bertanya lebih dalam lagi. Mereka segera pamitan dan langsung meluncur begitu saja.
Rama lalu memutuskan untuk naik ke lantai dua dan mencari sang isti di kamar nya.
Benar saja, saat rama masuk ke dalam kamar istri nya, ia mendapati sang istri yang tengah melaksanakan kewajiban seorang muslim. Ia melirik ke arah ranjang dan mendapati sebuah baju koko lengkap beserta sarung nya. Ia tersenyum bangga kepada sang istri yang telah menyiapkan keperluan beribadah nya.
Rama lalu beranjak untuk mandi dan segera mengenakan pakaian yang sudah di sediakan oleh istri nya. Rama melihat aya sudah selesai dengan dzikir nya dan tengah menatap ke arahnya dengan wajah yang merona malu.
" kenapa nggak tunggu mas dulu, hm ?" tanya rama yang mendekat. Aya segera meraih sajadah sang suami tanpa menyentuh kulit nya.
" aya kira mas akan lama menerima tamu nya, lalu sudah memasuki waktu sholat, " jelas aya. Rama mengangguk paham.
__ADS_1
" tadi aric dan zain yang datang mengantar mobil, " rama memberi tahu aya tanpa di tanya.
" tunggu mas di kamar ya, nanti mas mau bicara, " pesan rama kepada aya. Aya mengangguk patuh dan segera beranjak dari tempatnya untuk memberi ruang rama beribadah.
" allahu ... "
💨💨💨
Rama segera beranjak menuju tempat di mana aya duduk. Aya yang patuh kini tengah berkutat dengan ponsel buntutnya. Rama berdecak saat melihat ponsel itu. Ia lupa tidak menagih ponsel yang baru untuk aya kepada zain tadi.
Tanpa menunggu lama, sebelum ia mendaratkan bokong nya di samping aya, ia mengambil ponselnya sendiri dan segera mengetikkan pesan untuk zain perihal ponsel baru untuk aya. Kemudian ia menyusul aya duduk di tepi ranjang.
Aya yang mengetahui jika sang suami telah selesai menunaikan ibadah nya dan kini duduk di sampingnya, langsung mengakhiri kegiatan main ponselnya.
" pokoknya nanti kamu harus ganti ponsel yank, " kata rama setengah main - main. Aya mengerucutkan bibirnya.
" padahal ini masih bagus mas, " sanggah aya yang merasa tidak rela. Meskipun ia akui dalam hati nya jika ponselnya ini sudah tidak bisa menampung aplikasi yang memiliki kapasitas yang besar lagi. Bahkan terkadang aya merasakan jika ponselnya teramat lemot dalam proses penggunaan aplikasi nya.
" yank, nat jika sudah masuk kuliah, kamu akan membutuhkan ponsel yang memiliki daya akses yang cepat. Belum lagi jika harus menyimpan file dengan memory besar."
" ya meskipun nanti mas juga akan menyediakan laptop, tetapi kmu pasti akan membutuhkan ponsel yang lebih canggih dari ini, " bujuk rama. Aya mengangguk mengerti. Ia juga pasti akan kesulitan jika tetap menggunakan ponsel generasi pertama itu.
" baiklah, aya nurut, " putus aya akhirnya.
" istri mas pinter, " puji rama sambil mengusap rambut aya yang nampak tergerai indah itu.
__ADS_1
Rama mengubah posisi duduknya, hingga akhirnya mereka saling berhadapan. Aya kini menunggu sang suami bicara dengan gugup karena ia tengah di tatap intens oleh rama.
" yank, mas mau ajak kamu buat tinggal di mansion mulai sekarang "