
Si kembar mulai membuka mata kecil mereka, merasakan hawa hangat dari dada umma mereka. Meresapi detak jantung aya.
Rama dan kedua dokter menunggu dengan gugup. Keajaiban datang. Tepat saat si kembar mulai menangis kencang, rama juga ikut menangis.
OEEEEEEKKKKK.. OOOOEEEEKKKKK..
OOOEEEEEKKKK.. OOOEEEEEEEKKK..
" ma ,, mas rama ... "
Suara pelan dan lemah itu semakin mengakibatkan deras nya air mata rama. Ia menggenggam jari aya yang nampak mulai menggerak - gerakkan mata nya.
Dokter rani dan dokter nisa cukup antusias saat mereka juga melihat pergerakan di kelopak mata aya. Kedua nya mendekat.
Mata dengan manik hijau zamrud itu mengerjab pelan. Sangat perlahan namun pasti.
Di samping ranjang, rama masih ikut menangis seiring degan tangisan si kembar, dokter rani dan dokter nisa pun tak kuasa menahan haru nya. Demi melihat betapa kua jalinan batin antara seorang ibu dengan anak nya.
cahaya ruangan yang serba putih memasuki visual aya pertama kali. Mata indah nya kembali mengerjab. Saat mendengar sayup - sayup suara tangisan bayi yang semakin kencang, aya tertegun sejenak.
Ini di ... Rumah sakit ?
Aku.. Aku sudah melahirkan saat itu,
Apakah ini tangisan si kembar ?
Batin aya masih linglung.
Perlahan namun pasti, ia bisa merasakan sentuhan lembut di tangan nya. Bagian dada juga terasa berat. Aya melirik sekilas ke arah dada nya.
Di sana, di atas dada nya aya bisa merasakan dua bayi sedang menangis keras. Itu anak nya ! Si kembar nya ! Air mata aya mau tak mau luruh seketika.
__ADS_1
Aya lalu mulai berusaha memalingkan wajahnya menuju samping ranjang. Ia bisa melihat rama yang juga tengah menatap nya. Air mata rama juga menetes seiring dengan air mata nya sendiri.
" maass ... "
" sa . Sayaaaaangg ... " rama segera memeluk bagian kepala aya, seketika menciumi nya bertubi- tubi sebagai pelampiasan kebahagiaan dan syukur nya atas sadar nya aya.
" alhamdulillah, " ucap dokter nisa dan dokter rani dengan serempak.
Kedua nya maju dan segera mengangkat si kembar guna menenangkan ke dua nya. Rama dengan sigap membantu aya untuk bersandar dan merapikan baju aya yang sempat terbuka saat skinship dengan si kembar tadi..
" masya allah, alhamdulillah kamu sadar, nak " ucap dokter rani sambil tersenyum. Di tangan nya, ada si kecil nona muda MAHESWARI yang masih saja sesenggukan karena keinginan ne**en nya belum terpenuhi.
" nah, kita akan periksa dulu keadaan mu, stelah itu kamu bisa memberikan ASI untuk si kembar " ucap dokter nisa yang di tangan nya terdapat si bungsu.
Dokter rani segera menyerahkan bayi perempuan rama kepada sang ayah. Sementara ia sendiri maju menuju aya dan melakukan pemeriksaan.
Setelah hampir 10 menit, dokter rani nampak sudah selesai memeriksa keadaan aya.
" masya allah, bisa di katakan keadaan aya semakin membaik, benar - benar keajaiban dari allah, " ucap nya sambil tersenyum. Rama yang berada di samping aya tersenyum cerah. Sementara perhatian aya sesekali melirik ke arah tangan raa. Nampak nya ia sudah sangat ingin menggendong anak - anak nya.
dokter nisa maju dan menyerahkan bayi laki - lai ke pelukan aya. Mengajarkan bagaimana posisi yang benar saat menyusui. Rama juga ikut maju untuk memperhatikan, agar ia juga bisa membantu aya suatu hari.
Aya nampak sangat antusias saat menerima bayi nya yang tengah bersemangat menyedot sumber kehidupan nya. Di pandangi nya wajah kecil itu. mata nya berkaca - kaca. Muncul raa bersalah di hati nya. Karena dia juga si kembar harus lahir secara prematur.
Rama yang tahu kegundahan hati aya segera mendekat ke arah aya.
" jangan merasa bersalah, sayang. Ini semua memang sudah takdir. Terima kasih sudah kembali untuk kami bertiga, " bisik rama. Di kecup nya lagi kening aya tanpa perduli dengan kehadiran kedua dokter di ruangan itu.
Aya hanya mengangguk. Pipi nya merona meski pun air mata nya menetes aya juga melirik bayi perempuan nya.
" mereka sepasang, mas ?" tanya aya dengan gembira. Mata nya nampak berbinar - binar. Rasa sakit saat si kecil yang tengah menyesap pu**ng nya seakan menghilang.
__ADS_1
" iya, mereka sepasang. yang perempuan adalah kakak, sementara yang tengah nen adalah si bungsu, " jawab rama tak kalah antusias.
Aya kembali mengangguk paham. Setelah 10 menit, kini gantian si kakak yang menyesap ASI.
Dokter nisa menganjurkan aya untuk menggunakan put*ng secara bergantian. Semisal si kakak bagian kanan, dan si bungsu bagian kiri.
" nah, sudah cukup dulu, nanti 2 jam kemudian kami akan datang lagi untuk jatah ASI selanjutnya, biarkan si kembar masuk ke dalam inkubator terlebih dahulu, " pamit dokter rani setelah memasukkan si bungsu ke dalam mesin inkubator lagi sementara diri nya dan dokter nisa keluar dari ruangan aya dan menyisakan rama serta aya di dalam sana.
Setelah dokter rni dan dokter nisa keluar ruangan, rama langsung menghambur ke pelukan aya dan memeluknya dengan hati - hati. Bagaimana pun luka bekas operasi caesar di perut aya masih sedikit basah.
" mas takut setengah mati, sayang " bisik rama di pelukan aya. Aya membalas pelukan suami nya dan membelai punggung rama.
" maafin aya, mas" balas aya. Rama nampak menggeleng dan melepas pelukan nya. Ia menatap aya dengan lembut dan membelai pipi aya yang masih sedikit pucat.
" maafin mas yang terlambat datang, sayang" ucap rama dengan pelan dan suara yang bergetar. Masih terekam jelas di ingatan kondisi aya saat ia sampai di dalam gudang tersebut. Telat sedikit lagi, maka rama tidak akan tahu apa yang akan terjadi kepada aya dan anak - anak nya.
" seperti yang mas ucapkan, ini semua sudah takdir, " jawab aya. Tidak mungkin ia tidak menyesal. Jika saja di tidak ... Ah sudahlah, semua sudah terjadi.
" terima kasih sayang. Terima kasi sudah bertahan, terima kasih sudah kembali. Dan terima kasih karena menghadirkan si kembar untuk mas, " ucap rama dengan tulus. Aya hanya mengangguk dann berinisiatif mencium pipi rama. Rama membalas dengan kecupan lama di kening aya.
...****************...
Suasana rama ada di bangsal aya saat ni. Beruntung aya berada di ruang VVIP yang sangat luas
Berturut - turut di dalam sana ada aric, zain, zul, dan revan. Lalu tidak ketinggalan pak nardi serta di ikuti oleh sahabat aya. Mira, rani, dan mira yang tengah asyik mengerubungi dua mesin inkubator yang di dalam nya ada si kembar.
" imut .... "
" kecil banget,,,"
" pasti ganteng sama cakep banget kalau udah gede .. "
__ADS_1
Ucapan para gadis terdengar silih berganti. Sementara para uncle hanya menatap dalam diam namun di hati mereka sangat kagum. Nampak mata mereka nampak bersinar - sinar.
" oi bos, siapa nama mereka ?"