
📞 :" NAIK, .... " ucap rama dengan singkat padat dan jelas
📞 : " ..... "
TUT TUT TUT
Aya yang berada hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan sang suami yang hanya bicara sepatah kata.
" kenapa, hmm " tanya rama sambil meraih aya ke dalam pelukan nya. Seperti biasa nya, ia akan menghirup aroma tubuh sang istri di bagian ceruk leher nya. Hmmmm tempat paling favorit nya.
" mas itu loh, masa cuma bilang NAIK gitu doang. " protes aya. Mungkin mewakili suara hati aric dan yang lain nya.
" mereka sudah terbiasa, " tanggap rama dengan santai.
"dasar, ya sudah aya siapin minuman sama cemilan dulu, " ucap aya sambil melepaskan diri dari pelukan sang rama. Rama terlebih dahulu melabuhkan ciuman manja nya di bibir sang istri, mel**at nya sebentar sehingga membuat aya merona sejenak sebelum akhir nya aya benar - benar melarikan diri.
" dasar, udah punya buntut masih aja malu - malu, " kekeh rama sambil menyeka bibir basah nya.
pandangan rama berubah menjadi menajam saat mengingat apa yang akan mereka bahas. Nafas nya sedikit sesak saat ia mulai mengingat masalah keluarga nya dahulu.
Aya segera menyiapkan cemilan dan juga minuman hangat. Ia memilih wedang ronde untuk menemani obrolan malam ini.
Lantai 4 memang di lengkapi dengan pantry sederhana bahkan mini kitchen untuk memasak sederhana.
Segera, setelah 20 menit aya siap dengan satu nampan mug berjumlah 6 yang mengebulkan asap beraroma jahe itu.
Aya segera membawa nampan ke ruangan terbuka yang berada di depan kamar utama dan kamar si kembar, di sana sudah nampak aric, zul dan zain yang sudah duduk manis di sofa dengan masing - masing laptop yang menyala, bahkan revan juga sudah terlihat di sana.
__ADS_1
" yeeaayy,, wedang ronde kan, ya ?" sambut revan dengan gembira.
Terang saja, revan memang se antusias itu jika berada di mansion, menurut nya ia akan mengalami perbaikan gizi dengan menu - menu yang selalu di siapkan oleh aya. Aya sangat pintar dalam mengenyangkan perut para sahabat rama.
" hemm,, mas tolongin~ " rengek manja aya yang membuat para sahabat rama memutar mata malas. Mereka semakin terbiasa dengan sikap bucin rama dan tingkah aya yang kadang - kadang muncul. Sungguh sangat berbeda seperti waktu pertama kali mereka bertemu saat akad nikah nya dengan rama.
" sini, biar mas yang bagiin, kamu masih mau ambil cemilan kan ?" ucap rama sambil mengambil alih nampan.
" dasar bucin !" serentak aric dan yang lain nya.
Rama tak menghiraukan ucapan sahabat - sahabat nya, sementara aya sudah ngacir berlari mengambil cemilan di pantry juga untuk menutupi rasa malu nya. Ia memang terkadang merasa malu jika sedang ber mesra - mesra an dengan suami nya. Bagaimanapun, para sahabat rama suka iseng menggoda nya.
" jadi, bagaimana? Sudah lengkap semua informasi nya ?" tanya rama membuka obrolan.
Zul mengangguk yakin, ia juga sedang lakukan proses copy agar ia bisa mengirimkan informasi detail kepada semua orang yang berada di sini.
Aya kembali mendekat dengan membawa beberapa bungkus camilan untuk menemani diskusi serius ini.
" sini sayang, " rama segera menarik aya begitu wanita itu selesai menaruh nampan berisi camilan di meja.
" DONE, sekarang kalian bisa cek di masing - masing email kalian, " ucap zul sedikit menyeringai.
Zul begitu percaya diri, jika informasi yang ia dapat akan mengguncang dunia persilatan rama.
" gilaaaaa ... ! Bokap lo punya anak seumuran sama aya ? beda tahun doang dari aya ?" zain yang pertama kali memberi respon. Sementara revan aric dan rama masih memperhatikan detail informasi lain nya. Aya pun juga tak kalah penasaran dan dalam hati, diam - diam ia menghitung usia adik tiri dari suami nya itu.
' aya umur 19 tahun sekarang, mas rama 21 tahun. Gadis itu 18 tahun, berarti saat mas rama umur 3 tahun, ayah nya sudah .... '
__ADS_1
Aya membekap mulut nya dan menatap iba kepada sang suami. Diam - diam ia merasa sedih untuk sang suami, ia mengambil tangan besar suami nya dan memasukkan tangan nya sendiri di genggaman telapak tangan rama.
Rama menoleh ke ara aya dan tersenyum kecut, mata nya memang terlihat sedikit ada kejutan, tapi rama malah masih menyunggingkan senyuman nya.
" mas nggak apa, tenang saja " ucap rama santai.
Zain, zul, zric, dan revan kompak menatap ke arah rama. Hati bos ini .... Entah terbuat dari apa.
Mereka beruntung hanya memiliki luka fisik dari orang tua mereka, tetapi rama ? Batin nya yang tersiksa..
" .... Tuan besar ardhan bertemu dengan wanita itu saat bos berusia tahun di sebuah reuni sekolah nya. Rupa nya memang mereka adalah kenalan lama, ck mantan kekasih ? " cibir revan.
" ... Setelah itu, melihat tuan ardhana mendirikan perusahaan dan perlahan naik, wanita itu menjebak tuan besar hingga dia amil dan melahirkan anak itu. Tapi saat itu, wanita itu tidak langsung menghampiri tuaan ardhana, ia memilih masuk ke dalam kehidupan tuan besar saat 5 tahun setelah nya, saat bos sudah mulai sekolah SD, saat itu, kemungkinan tuan besar dan nyonya besar sedang memiliki konflik, sehingga kehadiran wanita itu sedikit memberi hiburan, " lanjut aric menatap bos nya, rama.
" ... Ya, bunda saat itu kehilangan calon adikku yang di prediksi perempuan, saat itu ayah ku sangat menginginkan seorang putri. Dan kemungkinan wanita itu juga melahirkan seorang putri untuk ayah ku. HEH, siapa sangka jika wanita itu bahkan juga menipu ayah ku, " cibir rama. Membuat aya bingung.
" maksud nya gimana ? Ibu tiri mas menipu ayah mertua ?" tanya aya. Lihatlah wanita ini, ia masih memanggil wanita ja*ang itu dengan sebutan ibu tiri. Ck ck ck, terlalu lembut hati mu, ay.
" coba lo baca lagi bagian terakhir nya, kakak ipar " ucap zul. Zul tahu jika aya memang tidak sempat membaca seluruh informasi karena ia terpaku dengan rasa iba nya kepada rama. Haah, beruntung rama memiliki aya, diri nya serta yang lain nya saat ini.
Aya mengangguk dan kembali membaca kelanjutan informasi nya sementara rama dan yang lain nya melanjutkan pembicaraan mereka.
" lalu, bagaimana ? Lo mau serang perusahaan nya ?" tanya aric, ia mulai menyentuh laptop nya dan mulai mengoperasikan nya. Mulai memasuki sistem miliki perusahaan ardhana di ibukota sana dan melihat - lihat suasana saham kantor nya. Aric juga tidak lupa menjelajahi proyek - proyek apa yang tengah berjalan di perusahan itu.
" cis, tanpa lo ikut campur, perusahaan itu juga sudah mulai goyah bos, " ucap zain kembali dengan mulut nyinyir tiada lawan nya. Memang juara si zain ini.
" MA ... MAS , JA .. JADI ADIK TIRI MAS ITU BUKAN ANAK KANDUNG AYAH MERTUA ... ?"
__ADS_1