Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
127


__ADS_3

" kembali lah ke belakang, pak nardi. Saya akan mengambil alih mulai dari sini, " ucap rama sambil melirik pak nardi yang nampak canggung. Bagaimanapun, pak nadi tidak menghubungi nya pasti karena aya.


Pak nardi dan juga aric yang baru saja masuk setelah memarkirkan mobil nya di garasi segera berlalu masuk. Aric tentu saja menuju ke kama nya yang berada di lantai 3. Sementara pak nardi memilih untuk pergi ke dapur, mengintruksikan para ibu - ibu untuk menyiapkan hidangan untuk tuan muda nya.


" Kak ra .. "


"DIAM" raung rama begitu maya mengeluarkan suara. Aya mengelus lengan rama dengan lembut. Rama menoleh kepada aya.


" kamu terlalu lembut, sayang " desah rama. Aya hanya menyipitkan mata nya pertanda ia tengah tersenyum.


" rama, mari kita pulang nak, ayah mu sangat mengkhawatirkan mu selama ini, " ucap mita mendekat ke arah raa.


Rama berdecih mendengar ucapan mita. Khawatir ? Cih ! Jika memang ada kasih sayang yang tersisa di hati ayah nya, tidak mungkin ia membiarkan anak dan istri nya terlantar, tidak mungkin jika ayah nya akan mengkhianati bunda nya. Rama sungguh muak melihat wajah palsu dari mita.


" sebaik nya berhenti lah ber pura - pura, wanita tua, " sarkas rama. Mata mita membola tangan nya nampak mengepal mendengar rama memanggil nya wanita tua.


" rama, maafkan ibu nak, ibu tahu ibu salah sudah bersama dengan ayah mu, tapi kami memang saling mencintai. Dan bunda mu juga merestui hubungan kami, " ucap mita sambil mengeluarkan air mata palsu.


Aya melongo melihat air mata mita yang bisa mengalir deras ba air terjun tanpa ada alasan. Dalam hati aya mengacungkan jempol nya karena akting dai mita. Ia hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah manusia di hadapan nya.


" cih, merestui ? Jangan di pikir aku tidak tahu jika kalian memang sengaja memamerkan kemesraan kalian ! Bunda ku bahkan dengan baik hati mengijinkan mu kerja di perusahaan nya, tetapi kamu malah menusuk nya dari belakang ! " cibir rama.


' sial ! Jika bukan karena ingin mengambil harta ardhana, aku tidak akan mau menahan penghinaan ini ! Dasar, anak sama ibu sama saja' geram mita. Tapi wajah nya masih saja menampilkan tangisan buaya.

__ADS_1


" tante, jangan kamu pikir aku masih muda kala itu, aku sudah cukup umur untuk tahu mengenai perbuatan bejat kalian, cih ! Kalian bahkan tega membunuh calon adik ku yang bahkan masih berbentuk embrio !" tandas rama tanpa basa - basi lagi.


JEDER


Jantung mita bertalu, rama tahu ? Seberapa jauh rama tahu ? Bagaimana ia bisa tahu perbuatan nya da aditya di masa lampau ?


" kenapa ? Kaget ? Kaget kenapa aku bisa mengetahui nya ? " inis rama.


Maya yang berada di samping sang ibu hanya terdiam menyimak pembicaraan sepihak rama dan ibu nya. Sementara aya yang memang sudah tahu hanya bisa mengelus lengan rama dengan lembut untuk meredakan emosi sang suami.


" asih belum cukup membunuh adikku, hingga rahim bunda ku rusak, kau dan pacar mu juga dengan tega memberikan racun untuk bunda ku ! Membuat nya lemah dari waktu ke waktu aga memudahkan mu memasuki hubungan antara ayah dan bunda ku !"


" lalu dengan tidak tahu diri nya, kau bahkan memasukkan anak di luar nikah mu dan mengakui nya sebagai putri dari ayah ku !" ucap rama sengit sambil memelotot ke arah maya.


Tangan mita nampak gemetar, maya pun tak kalah terkejut. Kenyataan yang baru ia ketahui beberapa hari ini ternyata sudah di ketahui oleh rama !


Sementara mita hanya menahan rasa ketakutan nya sendiri, bagaimana bisa rama sampai tahu bahkan sampai detail mengenai maya ? Nampak nya ia salah mengambil lawan kali ini.


" ck wanita tua ini, tak cukup kau menggoda ayah ku, merebut ayah ku dan membunuh bunda ku, lalu kau datang ke rumah setelah sekian lama aku pergi hanya untuk menyodorkan anak mu untuk menjadikan nya istri ku ? Ha ha ha, sungguh lucu sekali ! Bahkan orang buta pun akan langsung tahu jika tujuan mu adalah mengeruk harta ku ! Kenapa ? Apakah harta ayah sudah habis kau hisap dengan anak mu ini, HEH !!" lanjut rama. Rama sungguh mengeluarkan semua unek - unek nya. Tanpa membiarkan mita menyela sedikit pun ucapan nya.


" ram .. Rama, apa yang kamu ucap kan nak ?" putri siapa ? Maya adalah anak ayah mu, sama dengan mu, dia adalah adik mu, " ucap mita asih tidak mau menyerah. Menolak kalah sebelum ia berusaha.


" ... Bukan nya anda bilang jika wanita ini adalah orang yang di jodohkan kakek mas rama dengan mas rama ?" celetuk aya dengan tatapan polos nya. Ia bahkan mengucapkan nya dengan memiringkan kepala nya, bertingkah imut.

__ADS_1


Rama diam - diam menahan tawa nya melihat tingkah nyeleneh dari istri nya ini. Tidak cukup berbuat nekat, bahkan sang istri juga berani membuat orang emosi.


benar saja, maya dan mita menatap aya dnegan tatapan menghunus tajam. Bak jarum yang siap melubangi keras kapan pun.


" diam kau, ja**ang" raung maya yang tidak terima melihat kemesraan rama dan aya sedari tadi.


" SIPA KAU SAMPAI BERANI MEMBENTAK ISTRI KU" ucap rama dengan dingin. Membuat maya menjadi menciut dan bersembunyi di belakang mama nya.


" heh, anak dan ibu sama saja keras kepala, " terdengar suara mita yang nampak angkuh. Rupa nya ia sudah tidak menahan diri untuk tidak memperlihatkan sifat asli nya.


" hah, akhir nya kau menunjukkan sifat asli mu, nenek tua" ucap rama santai.


Rama melirik ke arah pintu masuk, di mana ternyata zul dan rani sudah datang, ia mengedipkan mata agar zul masuk saja tanpa harus ikut campur urusan ini. Bagaimana pun ini adalah masalah keluarga nya.


Zul dan rani segera paham, zul segera menggandeng rani dan membawa nya ke belakang mansion.


" lalu kenapa ? Kenapa jika maya bukan lah anak dari ayah mu ?" sinis mita. Untuk apa mempertahan kan sandi wara nya lagi ? Bukan kah pada akhir nya rama sedari awal memang sudah tidak menyukai keberadaan nya. Jika saja harta ardhana tidak sedang mulai menipis, mita tidak akan mengejar rama untuk menyerahkan harta yang di ambil laksmi tersebut.


Rama menyeringai saat mendengar ucapan mita yang tidak tahu malu, ia melirik aya dan melirik kamar di mana si kembar berada.


" sayang, ASI in si kembar dulu, kasian, " titah rama dengan lembut membuat maya meradang. Aya patuh dan beranjak pergi.


" Toh ayah mu juga tidak tahu dan lebih memilih maya dari pada mempertahankan mu dan bunda mu yang j*lang itu, "

__ADS_1


" DIAM .... "


__ADS_2