
" Bismillaahirrahmaanirrahiim, Saya nikahkan engkau ananda Rama Maheswari bin ardhana putra dengan ananda rahyana apriska binti almarhum nurdin dengan mas kawin 1 unit mobil lamborghini aventador dan uang senilai 21.000 dinar kuwait serta seperangkat alat sholat dibayar tunai ... "
Saya terima nikahnya rahyana apriska binti almarhum nurdin dengan mas kawin 1 unit mobil lamborghini aventador dan uang senilai 21.000 dinar kuwait serta sEperangkat alat sholat dibayar tunai " dengan satu tarikan nafas. Rama bisa menyelesaikan qabul nya. Bahkan ia mampu mengucapkan nama aya dengan mantap dan tepat. Meskipun nafas nya sempat tertahan saat ia mendengar nama nya di sandingkan dengan nama sang ayah yang telah menimbulkan banyak luka di hati nya.
" Bagaimana saksi ? SAH ?"
" SAH "
" SAH "
" ALhamdulillah, "
Rama nampak menghembuskan nafas lega saat terdengar kata sah yang langsung menggema di ruang tamu rumah aya. Tentu saja penyumbang suara terbesar adalah zul dan juga zain yang sangat terlihat antusias melihat pernikahan bos nya.
Aric dan revan pun tak kalah bahagia mendengar kalimat sah meskipun mereka tidak berteriak heboh seperti zul dn zain. Mereka hanya berdoa dalam hati untuk kebahagiaan ketua nya.
Sementara para warga masih cengo saat mendengar mahar yang di berikan oleh rama.
" mo .. mobil ?"
" belum lagi uang apa tadi ? di.. dinar kuwait ?"
" sebenar nya siapa nak rama itu? "
" beruntung sekali neng aya mendapat nak rama sebagai suami,"
masih banyak lagi kasak kusuk yang terdengar perihal mahar dan betapa beruntung nya aya yang mendapat mahar yang sangat fantastis di lingkup pemukiman tersebut.
pak malik yang merupakan saksi dari aya saja juga terbeliak kaget saat mendengar mahar dari rama.
tapi dalam hati nya ia sangat bersyukur saat aya sudah mendapatkan sosok yang akan menjaga nya kelak.
pengantin wanita segera di bawa keluar oleh bu sari setelah kata sah bergemuruh di ruang tamu aya, dengan perlahan bu sari nampak menuntun aya dengan pelan.
saat mendengar kata sah tadi, suasana aya di dera rasa haru yang membuncah. ia tentu gugup,takut dan terharu karena ia sudah menjadi seorang istri. ia juga merasa sedih karena pernikahan nya tanpa damping ke dua orang tua nya.
aya hanya berharap, ia bisa menjalani biduk rumah tangga ini dengan rama yang nota bene baru di kenal nya.
Suara selebrasi dr zul dan zain tiba - tiba terhenti saat mereka melihat sosok yang sudah menjadi nyonya maheswari. bahkan aric dan revan pun ikut menatap ke arah datang nya aya.
rama yang sudah melihat aya pun ikut - ikutan terkagum melihat aya.
__ADS_1
bukan karena wajah ayah, karena wajah aya di tutupi dengan kain cadar nya.
hanya dengan melihat bola mata dari nyonya bos nya saja membuat ke empat saudara rama merasakan kesejukan di hati mereka. akhir nya mereka paham bagaimana cara nya rama mendadak menikah dengan aya.
rama kembali tersadar dari lamunan nya saat aya sudah duduk di hadapan nya. dengan wajah yang menunduk, aya merasa gugup. jari jemari nya saling bertautan.
rama tersenyum kecil saat melihat aya yang nampak gugup di depan nya. dengan perlahan ia meraih kening aya untuk di kecupnya. jantung aya berdesir, dengan gemetar ia mulai meraih tangan rama untuk di salim nya.
" silahkan di tanda tangani berkas - berkas nya. Untuk buku nikah nya insya allah dalam seminggu ini mengingat pernikahan ini begitu mendadak, " kata pak penghulu memecah keheningan. Seketika pula ke empat saudara rama sadar dari keterkejutan mereka.
Setelah semua administrasi sudah selesai dan hanya tinggal menunggu buu nikah yang masih dalam waktu seminggu lagi, semua warga yang menyaksikan pernikahan aya dan rama satu persatu mulai meninggalkan rumah aya.
Kini hanya tinggal ada aya, rama , keempat sahabat rama, dan juga pak malik serta bu sari.
Suasana ceria jelas tergambar di sisi pak malik dan juga bu sari yang sedang bercengkrama dengan ke empat sahabat rama di dalam rang keluarga. Empat sosok remaja itu nampak sangat kelihatan haus akan kasih sayang orang tua. Sedangkan pak malik dan bu sari dengan senang hati mencurahkan kasih sayang mereka kepada ke empat orang tersebut.
Berbeda dengan suasana aya dan rama yang sang berada di kamar aya saat ini. Kedua orang tersebut nampak canggung satu sama lain. Aya yan baru pertama kali berduaan dengan seorang pria di kamar nya, sedangkan rama pun juga baru pertama kali berhadapan dengan sosok yang bernama wanita dengan jarak yang begitu dekat.
Kedua nya sedang duduk di pinggir ranjang queen size milik aya.
Pertama masuk ke kamar aya, ama sempat terkejut. Ia tidak menyangka jika rumah yang nampak sederhana dari luar sana ternyata memiliki fasilitas yang cukup lumayan. Tadi nya rama berpikir jika kamar aya hanya akan memiliki sebuah kasur busa ternyata ia cukup terkejut dengan kenyataan yang ada. Hal ini menambah rasa kagum nya terhadap mendiang ke dua orang tua aya yang sanggup mengajarkan kesederhanaan kepada aya.
what ? Mas ? Telinga rama tidak salah mendengar kan saat aya memanggil nya mas.
' panggilan yang lumayan,' batin rama tersenyum kecil.
" ehm .. Apa kamu merasa canggung saat ini ?" bukan menjawab pertanyaan aya, rama malah mengajukan pertanyaan yang jauh melenceng dari pembahasan yang aya ajukan.
Nampak di mata rama jika aya sedang memilin baju kebaya yang masih di pakai nya. Wajah sang istri menunduk. Istri ? Heh, rama merasa ingin terus tersenyum saat ia mengingat jika ia sudah memiliki seorang istri.
Rama memberanikan diri untuk meraih dagu aya dan mengangkat dagu nya untuk di arahkan menatap ke arah nya. Ia dapat melihat jika kedua pipi aya merona meskipun sebagian masih tertutup kain cadar.
jantung rama berdetak cepat. Apakah ia harus mengakui jika ia sudah jatuh ke dalam pesona sang istri yang bahkan belum ia lihat wajahnya sekalipun ? Tetapi apapun yang berada di balik kain cadar aya, rama akan pastikan untuk tetap menerima aya nanti nya.
Perlahan rama membelai pipi aya, hati nya kian berdesir. Saat memegang tepian kain cadar aya, ia menatap mata aya yang seakan menghipnotisnya.
" bolehkan aku membuka nya ?" ijin rama sambil terus menatap mata aya yang hijau.
Aya tersipu malu, ia tentu saja tidak merasa keberatan dengan permintaan dari rama.
Bukankah sudah menjadi hak rama untuk membuka kain cadar milik nya. Bahkan jika rama menginginkan hal lain nya, aya harus menuruti nya ?.
__ADS_1
Dengan masih malu - mau, aya menganggukkan kepala nya. Percayalah saat ini jantung aya seakan melompat dari tempat nya.
Rama tersenyum kecil saat menerima anggukan dari sang istri. JIka ia pikir - pikir, entah sudah berapa kali dalam satu sore ini ia menyunggingkan senyum.
Perlahan rama mulai melingkarkan tangan nya ke kepala aya dan mulai meraba tali kain cadar yang di kenakan oleh aya. Kemudian ia mulai menurunkan kain tersebut.
DEG
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
HAI HAI.
MAAF YA KARENA UPDATE NYA TELAT ...
SINYAL DI TEMPAT BUNTIB LAGI AMBLAS DARI KEMARIN..
DAN BUNTIB SAMA ANAK JUGA SEDANG SAKIT ..
TERIMA KASIH UNTUK SEMUA PEMBACA..
JAGA KESEHATAN KALIAN YAA ...
❤️❤️
__ADS_1