
" rama say .... "
" BOS, YUHUUUUU KAMI DATAAANG ... "
Sebelum alika menyelesaikan ucapan nya, terdengar suara revan yang memotong ucapan nya.
Rama segera mendongakkan mata nya ang semula tengah menatap layar ponsel nya ke arah datang nya revan.
Bukan, bukan revan yang ia tunggu, tetapi sosok bidadari surga nya yang kini berada di baris belakang revan.
Aya tidak hanya datang berdua bersama revan seperti yang di kabarkan oleh revan. Melainkan ia datang dengan 3 sahabat baru nya yang kini nampak nya sedang memesan makanan. Sedangkan aya dan revan berjalan menuju tempat rama dan cs nya berada.
Rama langsung berdiri menyambut datang nya sang istri kecil nya. Ingin sekali ia memeluk aya dan mencium nya saat ini, namun nampak nya ia harus menahan nya karena suasana sekarang belum aman. Belum lagi sekarang ada alika si gadis yang tidak mengenal takut untuk melakukan hal apapun demi keinginan nya.
Nanti, biarlah sebentar lagi rama akan menyelesaikan satu persatu masalah ya. Dan ia berjanji akan mendedikasikan seluruh hidup nya untuk membuat istri kecil nya bahagia.
Alika nampak memperhatikan sosok wanita yang datang dengan revan. Ia bahkan melihat rama nampak menyambut kedatangan wanita itu.
Marah, cemburu dan penasaran merasuki hati alika. Ia tentu bertanya - tanya siapa gerangan. Gadis itu bisa membuat seorang rama yang nota bene mengabaikan nya semenjak pertemuan pertama kali nya saat SMP, menyambutnya sampai seperti ini.
Tangan mengepal alika tidak luput dari pandangan aric dan juga zul serta zain. Mereka bertiga nampak saling memandang dan menganggukkan kepala pertanda untuk siaga dalam segala kemungkinan yang mungkin akan terjadi.
" mas sudah pesankan bakso buat kamu, mungkin malah udah dingin, " bisik rama kepada aya. aya hanya mengangguk diam.
Tentu saja aya merasakan situasi nya sekarang tengah canggung. Ia bisa merasakan tatapan semua pengunjung kanti menatap ke arah mereka. Di tambah rama yang nampak berdiri menyambut kedatangan nya.
Aric segera bergeser, sehingga aya bisa msuk ke dalam barisan bangku rama. Rama menempatkan aya di pojok sana, dekat tembok dan di samping nya tentu saja rama. Menyusul aric dan revan berturut - turut di sebelah rama.
" babe, siapa ja**ang ini ! " sarkas alika marah karena sejak tadi ia di abaikan oleh rama.
__ADS_1
Mendengar apa yang di ucapkan oleh alika, rama langsung menatap tajam alika. Kembali suasana hening malah terasa lebih mencekam dari pada sebelum nya.
Aura rama sangat dingin, dengan tetap menatap alika dengan tajam, rama berjalan mendekat ke arah alika.
" Alika ya, haahhh.. " ucap nya datar. Alika malah salah mengartikan jika sekarang rama tengah menatap nya mesra. Terlihat rona merah di pipi nya, ia bahkan menggerakkan tangan nya untuk merapikan helaian rambutnya yang di cat sedikit kemerahan itu. menyibakkan rambutnya ke telinga dengan gaya yang nakal.
' lo nggak akan mungkin bisa berpaling dari pesona gue, ram. ' batin alika percaya diri.
" SEBAIK NYA LO JAGA SIKAP LO APALAGI UCAPAN LO. NGGAK ADA SEORANG PUN YANG BOLEH BERUCAP KASAR KEPADA 'ADIK' GUE ! " Kata rama dengan menekan setiap kalimat nya.
Jantung alika seketika mencelos ketakutan saat mendengar ucapan rama yang sarat akan aura penindasan.
Belum lagi ucapan akhir rama yang menyatakan jika gadis bercadar itu adalah adik rama. Bukan kah arti nya ia sudah menghina adik rama?. Bukan kah seharusnya ia mendekati adik rama untuk mendapatkan hati rama? dalam hati kini alika nampak menyesal karena bertindak gegabah.
' Sial, mulut gue kenapa asal aja ! Haaah, rama malah jadi ilfil kan sama gue ' batin alika merutuki kebodohan nya.
sementara itu, rama sedang berperang dalam hati nya. Sungguh ia tidak rela menyebut aya sebagai adik nya. Ingin sekali ia mengumumkan kepada dunia jika bidadari kecil di samping nya itu adalah istri kecil yang amat ia cintai.
" SEKALI LAGI GUE BILANG, JANGAN PANGGIL GUE DENGAN SEBUTAN MENJIJ***KAN ITU !! KITA TIDAK MEMILIKI HUBUNGAN APAPUN ! BAIK MASA LALU ATAU KAPAN PUN ! " kata rama penuh penekanan lagi. Nampak ia memang harus segera menegaskan kepada gadis di depan nya agar tidak timbul fitnah yang tidak di perlukan di kemudian hari.
" tapi ram..... "
" PERGI DARI SINI " tekan rama sekali lagi. rama bahkan langsung kembali duduk di samping aya dan mulai menyibukkan diri nya dalam melayani aya.
" lo nggak denger abang gue nyuruh lo pergi ?" sindir revan yang sedari tadi hanya menikmati pertunjukkan sambil memakan soto yang mulai mendingin.
" apa perlu gue panggil anak - anak buat geret lo !" tambah zain sambil menyeringai sadis.
alika nampak mengeratkan kepalan tangan nya dan mulai menggertakkan kaki nya lalu beranjak dari tempat duduk rama cs.
__ADS_1
tepat di belakang alika, ternyata sudah berdiri para sahabat aya dengan memegang nampan masing - masing.
" APA KALIAN !! MINGGIR SANA !!" teriak alika ke arah ketiga sahabat aya yang melongo karena bentakan tiba - tiba dari alika.
Mira, acha, dan rani tentu saja kaget. Mereka bahkan melongo di tempat hingga ada suara yang menyadarkan mereka.
" sampai kapan kalian akan menjadi pagar hidup di sana heh, " ucap zain yang sudah mulai merapatkan barisan agak ke pinggir.
" weh wanjirr, apa - apaan tuh cewek halu ? Nggak jelas banget deh " sungut rani begitu ia sadar akan keterkejutan akibat bentakan dadakan alika.
" ha ha ha, duh pengen ngakak tapi aku tuh kaget tiba - tiba doi marah - marah ke kita" kikik mira sambil menarik pelan tangan acha untuk duduk.
" geser lagi woy, gue mau jatuh nih, " desak rani hingga akhir nya membuat mira semakin memepet ke zain.
( bangku kantin kampus aya dan rama. Gambar hanya pemanis. Sumber : google )
" oi,, apaan kalian ini, " sahut zain yang merasa tubuh nya mulai menggeser lebih jauh hingga zul yang berada di paling ujung semakin tergencet ke tembok.
" eh, ma .. Maaf kak, " cicit mira. Saat ini mereka baru tersadar jika mereka berada di bangku yang sama dengan kakak tingkat.
Rani dan juga acha juga baru menyadari nya begitu suara zain nampak menggaduh akibat desakan rani.
Ketiga nya kembali melotot saat tahu jika mereka bukan sekedar bareng dengan kakak tingkat biasa melainkan dengan anggota inti BLACK KING yang sempat menjadi bahan gosip mereka pagi tadi.
Mata ketiga nya mulai mengabsen satu persatu kakak senior nya. Di depan mereka berturut - turut ada aya, rama , aric dan juga revan yang tadi menjemput aya di kelas mereka.
Lalu di barisan mereka , di ujung sana si korban gencetan rani ada zul yang nampak masi meringis mengusap bahu nya, lalu ada zain yang masih menatap rusuh ke arah mereka bertiga.
__ADS_1
" ay .. Ay .. Ayaaa,!!!"