
Setelah pemutusan hubungan pertemanan antara maya dan windi, nina dan tina. Maya memutuskan untuk pulang saja. Mood yang sudah terlanjur rusak sejak berdebat dnegan kakak senior nya, di tambah dnegan pertengkaran nya dengan sahabat nya, menjadi kan ia sedikit emosi.
Maya masih menyangka jika windi serta yang lain nya hanya lah emosi sementara dan sama sekali tidak mengambil pusing. Toh besok mereka akan kembali kepada nya, memohon - mohon untuk berteman dnegan nya lai. Sungguh, sikap yang percaya diri sekali.
Maya sampai di rumah nya tepat jam 3 sore, ia mendapati sang mama yang tengah duduk santai sambil menikmati secangkir teh di ruang tamu
Melihat mya yang pulan, refleks mita langsung berdiri.
" bagaimana ? Kamu udah ketemu sama kakak kamu ?" tanya mita dnegan penuh semangat. Mengingat rupa cantik sang putri, mita merasa yakin jika rama pasti akan terpesona. Dan ia bisa dnegan mudah menguras harta rama.
Bagi ya, hanya anak nya lah yang terbaik di mata nya. Ia sama dengan sang anak yang bersikap sombong dan egois. Tentu jangan lupa mengenai sifat yang selalu ingin menguasai harta target nya.
" nggak, kakak nggak asuk hari ini, " jawab maya sambil mendesah frustasi.
Masalah hari ini, bukan hanya sekedar tidak menemukan keberadaan rama, tetapi juga ia telah di permalukan di depan umu oleh ke tiga senior yang ia anggap sebagai j**ang penggoda sang kakak. Belum lagi mengenai pertengkaran nya dengan ketiga teman nya yang biasa nya selalu mengekori nya kemana pun.
Dahi mita berkerut saat melihat ekspresi wajah maya yang muram dan kurang baik. Ia segera menarik maya ke samping nya dan menangkup wajah sang putri.
" kenapa ? Kenapa dengan wajah mu ? Lalu kenapa rama tidak ke kampus ?" tanya mita.
" haaahh, entah lah, hari ini aku tidak melihat kak rama dan sahabat nya, aku bahkan sudah mengunjungi gedung jurusan nya, " jawab maya. Mita tertegun sjenak.
" .. Tapi ma, aku membaca di forum kampus, dan ada sebuah pengakuan dari kakak, jika kakak ... "
" kenapa ? Ada apa dengan kakak mu itu ?" sambar mita yang penasaran.
__ADS_1
Maya nampak mengotak atik ponsel nya, mecoba muk ke situs forum kampus nya. Haahh, memang terbukti jika maya tidak pernah sekalipun mencari informasi mengenai kampus nya hingga ia baru log in di situs forum tersebut.
" ini, mama baca sendiri, "ucap maya sambil menyerahkan ponselnya kepada mita. Mita menerima ponsel maya dengan kening berkerut lalu membaca nya perlahan.
Kerutan di kening nya semakin bertambah di saat ia semakin jauh membaca. Tangan nya terkepal menahan emosi apalagi saat membaca barisan yang berisikan berita tentang pengakuan rama yang sudah memiliki istri dan bahkan memiliki anak,
" SIAAALLLL !!! Siapa istri nya ! Kamu tahu ?" tanya mita berteriak kepada maya.
" nggak, aku belum tahu dan juga memang identitas istri nya tidak di sebutkan di dalam sana, " jawab maya yang juga mulai emosi.
Pria yang di incar nya, pria yang terlihat kaya, tampan dan seksi itu sudah di rebut oleh gadis j*lang yang entah siapa.
" ..... Mengubah geng motor menjadi perusahaan keamanan ? Heh, nampak nya ia sangat menikmati harta yang telah di rebut dari papa mu, " cibir mita penuh emosi.
Maya tidak pernah berpikir jernih, yang berada di pikiran nya adalah bagaimana ia mendapatkan apa yang ia ingin kan.
" tenang, mulai besok, kamu harus ikuti rama dengan diam - diam. Saat sudah tahu di mana ia tinggal, baru kita bergerak. " ucap mita penuh rencana. Maya mengangguk stuju dengan rencana sang ibu,
" oh iya ma, bilang kepada papa, untuk memutuskan kontrak kerja sama dengan orang tua windi, nina, dan tina, " ucap maya dnegan mengerucutkan bibir nya. Mita nampak mengangkat sebelah alis nya, heran.
" ada apa ?" tanya mita dengan lembut.
" windi menyuruhku untuk berhenti mendekati kak rama karena kak rama sudah menikah !. Padahal, kak rama akan menjadi suami ku, iya kan ma?" tanya maya sambil tersenyum. Mata nya nampak berbinar - binar.
Melihat sang putri yang nampak terobsesi, mita tidak berusaha untuk menghentikan nya, bagi nya wajar jika maya seperti itu. Like mother like daughter.
__ADS_1
" baik, nanti mama akan bilang ke papa, jika ada orang yang menggangu putri tersayang nya, " ucap mita dnegan lembut. Maya tidak bisa untuk tidak menyeringai kejam. Ia membayangkan jika besok pasti windi, nina dan tina akan segera mengemis kepada nya untuk berteman dengan nya lagi.
...----------------...
rama dan aric memasuki mansion saat adzan magrib muli berkumandang. Di ruang tamu, aya dengan si kembar serta revan dan pak nardi sudah ada.
Aya segera menghampiri sang suami an mengambil tas kerja nya, tidak lupa salim tangan dan mendapatkan ciuman di kening nya. Sebuah kebiasaan dari rama, tentu saja.
Aric, revan, zain dan zul memang memutuskan untuk tinggal sementara di mansion. Karena perintah ram untuk menjaga aya dan si kembar meskipun terkadang harus bergantian karena menyesuaikan jadwal kuliah mereka. Semua nya selain Revan memang sudah mulai mengajukan judul skripsi, sementara revan baru akan memasuki semester 4 tahun ajaran ini.
" bu ... Buu.. Buu " terdengar celotehan aqila yang mengarahkan tangan nya kepada rama. Rama melihat dari balik istrinya sambil terkekeh. Putri tercinta nya it sudah terlihat tidak sabar ingin segera masuk ke dalam gendongan sang ayah sementara aqil masih tetap stay cool dengan mainan perangsang gigi yang berada di tangan kanan nya.
" utututu, mau di gendong abu nak ?" goda rama yang berjalan ke depan sang putri. Celotehan aqila semakin membuat rama gemas. Bibir imut nya nampak tersenyum ceria dan tetap mengeluarkan suara - suara khas bayi nya.
" mas, mandi dulu jangan godain qila nya, " peringat aya sambil bersiap menuju ke lantai 4 untuk menyiapkan perlengkapan rama.
" rev, tolong jagain sebentar ya, nanti kita gantian sholat nya, " pinta aya yang i acungi jempol oleh revan. Revan kembali melanjutkan acara bermain game nya.
" tuhh dek, kata umma , abu belum boleh ajakin kamu, " goda rama lagi. Aqila masih tetap tertawa seolah mengerti apa yang i ucapkan sng abu.
" mendingan lo langsung bebersih deh bang, suka banget deh usilin anak, " ucap revan yang merasa kasihan kepada aqila karena rama mengusili nya. Rama hanya terkekeh. Aric memang langsung ke lantai 3 setelah berbasa basi dengan aya dan pak nardi tadi sementara rama malah terparkir di sini untuk menggoda sang putri.
" hmmm, jaga bener - bener ponakan lo, " ucap rama sambil berlalu menuju lantai 4.
...****************...
__ADS_1