
" hei, kamu yang nama nya aya kan ? Adik dari rama maheswari " sebuah suara menghentikan langkah aya. Aya pun berbalik dan melihat siapa yang sudah menyapa nya.
' ternyata apa yang di duga sama mas rama, wanita ini langsung bergerak mendekati ku ' batin aya setela melihat siapa gerangan yang memanggilnya.
Alika, ya wanita yang kini tengah berdiri di depan aya dengan tatapan meneliti aya dari atas hingga bawah adalah alika. Ia memang langsung bergerak cepat dalam mendekati aya yang ia tahu sebagai adik dari pria pujaan nya tanpa tahu jika sejati nya wanita yang bertahta di hati rama adalah gadis kecil nan imut yang berada di hadapan nya.
" ehmm, iya ka .. kak aya ya ?" jawab aya dengan senyum yang selalu menghiasi wajah yang tertutup iti.
Dalam diam alika tertegun. Ia sempat merasa speechless saat melihat tatapan teduh dari gadis imut di depan nya.
' mata gadis ini sangat berbahaya bagi pria yang melihat nya, langsung membuat terpesona, ck si*alan . Seberapa cantik wajah di balik kain si***n ini ' batin alika yang tiba - tiba merasa iri hanya dengan melihat mata teduh aya.
' halah, palingan juga muka nya penuh dengan jerawat, sampai - sampai ia harus menutupi nya, ' cibir alika kemudian.
" hmmm.. Halo kak, " ucap aya sambil melambaikan telapak tangan nya di depan wajah alika yang masih tertegun.
Alika segera sadar dengan keterkejutan nya,a merutuki kebodohan nya karena malah bersikap konyol di depan calon adik ipar nya tersebut.
Alika kemudian tersenyum sangat manis di depan aya dan segera menggandeng lengan aya dengan sok akrab nya.
Aya hanya terheran namun tidak mengeluarkan protes apapun. Bagaimana pun ia hanya ingin melihat apa yang akan di katakan oleh wanita peminat suami nya ini.
" ahh, tidak enak jika berbincang di sini. Bagaimana jika kita ke kafe depan kampus saja ?" ajak alika.
Aya mengernyitkan kening nya heran. Bagaimana pula ini wania mengajak nya keluar kampus sedangkan kegiatan belajar mengajar nya akan segera di mulai ?
" maaf ak, tetapi kelas aya sebentar lagi akan di mulai, " ucap aya terdengar idak enak hati.
" ah,, ayo kita bolos saja, " ucap alika enteng sambil terus merayu dan menarik lengan aya.
Aya semakin terkesima dengan kenekatan wanita yang tengah menarik nya ini. Oke nampak nya kali ini aya akan percaya dengan ucapan sang suami perihal alika yang sangat pemaksa.
" hmm, maaf kak, tapi kan aya mahasiswa baru. baru kemarin malah. Lagian nanti jika bang rama tahu, pasti aya kena marah, " sedikit berkelit, aya dengan pasti melepaskan rangkulan tangan alika dari lengan nya.
Alika nampak tidak suka dengan perbuatan aya yang menurutnya tidak menurut kepada nya. Sejauh ini tidak akan ada yang berani kepada nya selain rama dan cs tentu nya.
Namun ia bisa apa ? Yang berada di depan nya sekarang adalah adik dari pujaan nya. Orang yang ia rencanakan akan enjadi seorang yang memuluskan rencana nya untuk mendekati rama.
" hmmm baiklah, tapi bisa kah nanti kita berbicara hanya berdua, " kata alika sambil tetap mempertahan kan senyum manis nya di depan aya.
__ADS_1
Aya mengangguk dan tersenyum setuju dengan usul alia. Ia masih penasaran akan hal apa yang akan alika katakan kepada nya.
" oke nanti aku akan mencari mu lagi. Bye bye calon adik iparku, " ucap alika meninggalkan aya yang masih berdiri dengan melambaikan tangan nya. Ke arah alika loh ya, bukan ke kameraπ€.
Setelah alika sudah tidak terlihat, aya segera menurunkan lambaian tangan nya. Senyum ang terpatri di bibir nya berubah mnejadi gembungan cemberut di pipi nya. Ia sedang badmood sekarang !
Dengan langkah gontai, ia meneruskan perjalanannya menuju kelas setengah sebelum nya harus di ganggu dengan cegatan alika.
Di sudut pilar kampus di samping pintu masuk sana. Berdiri revan yang nampak sedang mengotak ngatik ponsel nya. Hendak menghubungi seseorang.
π : "assalamualaikum, bang, alika sudah mulai bergerak, gue lihat ia baru saja pergi setelah mencegat kakak ipar, "
π : " ...... "
π : " hmmm, baiklah bang. Kakak ipar juga sudah masuk ke ruangan yang menjadi kelas nya pagi ini, "
π : " .... "
π : " ya, waalaikum salam"
π¨π¨π¨
TRING TRING TRING
Dahi rama kembali menekuk saat tahu siapa yang memanggil. Tanpa berpikir lagi ia langsung mengangkat panggilan tersebut
π : " ..... "
π : " waalaikum salam. Ya sudah, tetap awasi saja, jangan sampai lengah. Jika lo ada kelas, stand by aja si honey bee, "
π : " ..... "
π : " yasudah, gue tutup wassalamualaikum, "
TUT TUT TUT
mata rama nampak memerah. Tangan nya bahkan sudah terkepal erat mendengar apa yang di sampaikan revan.
Berani - berani nya wanita j**ng itu mendekati aya. Sangat persis dengan apa yang ia prediksi.
__ADS_1
" kenapa bos ?" tanya zain yang sudah nampak menahan penasaran sejak ponsel rama berdering. Zain dan lain nya pikir jika nyonya bos mereka lah yang menelepon bos nya.
" wanita ja**ng itu sudah mulai bergerak. Ia mendekati aya, " jawab rama sedikit bergetar.
Zain dan kedua nya langsung terdiam. Mereka sangat tahu jika rama tengah emosi karena ada yang berani mengusik nya.
TRING
βοΈmy lovely wife
" assalamualaikum mas, tadi kak alika datang nemuin aya. Kata nya mau ngajak aya bicara, "
π¨my lovely wife
" hmmm, lalu sayang jawab apa ?"
βοΈmy lovely wife
" Aya bilang aja nanti kalau senggang, lagian masa ngajak aya nya sekarang. Aya di ajak bolosπ "
Rama sedikit terkekeh melihat emot yang di kirim oleh aya. Tak lama kemudian pesan aya kembali masuk.
βοΈmy lovely wife
ya udah mas, aya udah mau belajar. Dosen nya udah masuk. Assalamualaikum my hubby"
' dasar, bikin gemes aja kalau udah panggil begini, ' batin rama sambil tersenyum. Menyebabkan zain dan yang lain nya terheran. Karena perubahan suasana hati ama yang terbilang cukup mudah berubah.
Dapat mereka tebak jika bs nya baru saja mendapat pesan dari sang nyonya.
" kenapa lagi, ram ?" kini gantian zul yang bertanya.
" hmmm tidak apa - apa. Ayo kita masuk, " ajak rama sambil sudah melangkahkan kaki nya menuju gedung fakultas mereka. Sementara zul berjalan terpisah karena fakultas yang berbeda.
π¨π¨π¨
Aya nampak menikmati prosesi pembelajaran nya, mood pagi yang sempat kacau karena bertemu dengan alika sudah hilang setelah melihat kekonyolan ketiga sahabat, ralat hanya rani dan mira yang konyol sedangkan acha hanya diam, dan kalem.
" ya, makan di kantin kita ? Jam selanjutnya masih satu setengah jam lagi kan ?" kata mira yang langsung menggandeng lengan aya yang tertutup gamis panjang nya.
__ADS_1
" boleh, yuk kit ..... "
" AYAA .. "