
DEG
Jantung rama berdetak lebih cepat saat melihat sosok bidadari yang berada di depan nya. Rama begitu terpukau dengan wajah cantik istri nya.
Mata hijau yang sedari awal sudah membuyarkan amarah yang terjadi karena kesal akibat ulah penyerangan yang di lakukan oleh leo. Ditambah wajah putih bersih tanpa ada noda jerawat, fitur bibir yang kecil tapi berisi, hidung yang mancung dan pipi yang senantiasa memerah karena tengah menahan malu.
Dalam hati rama berulang kali mengucap rasa syukur terus menerus. Karena ia mendapatkan istri yang cantik seperti aya. Dan ia sangat setuju jika aya menyembunyikan pemandangan indah ini dari khalayak umum. Karena ia yakin jika sang istri menampakkan wajahnya ini tanpa penutup akan sangat mudah mengundang para orang yang memiliki niat jahat.
" masya allah, " ucap rama tanpa sadar sehingga menambah malu di diri aya. Rasa nya semakin membuat rama jatuh cinta kepada sang istri saat melihat wajah ayu istri kecilnya.
" mas, " cicit aya malu - malu. Rama segera tersadar dan terkekeh saat melihat wajah aya yang semakin merona.
" maaf dan terima kasih, " ucap rama sambil mengecup buku tangan istri kecilnya. Aya nampak memiringkan wajah nya dan mengerjabkan mata nya dengan lucu menambah rama semakin gemas.
" untuk ? " tanya aya.
" terima kasih sudah mau menjadi istri saya, padahal kita baru saja bertemu karena sebuah kecelakaan," ucap rama lembut.
" dan maaf karena tadi sempat membuat mu kesal dengan perkataan saya yang arogan, " sesal rama. Aya tersenyum paham dengan maksud ucapan rama. Ia mengakui jika sikap rama saat pertama berbincang sangatlah arogan. Tapi aya bisa memaklumi semua.
" iya, mas sangaaaaatlah menyebalkan, " goda aya yang mulai tidak canggung. Rama terperangah melihat senyuman aya.
" benarkah ? Sebegitu menyebalkan kah saya ?" tanya rama mengernyitkan dahi.
" huum " jawab aya sambil menganggukkan kepala nya.
" ' jadi, berapa yang kamu minta' hih, saat mendengar ucapan mas itu, semua rasa kagum ku pada mas seketika luntur, ups " ujar aya keceplosan.refles ia membungkam mulut nya dengan kedua tangan nya. Aya langsung saja menunduk karena ia kelepasan bicara.
Sedangkan rama nampak kaget dan seketika tertawa terbahak mendengar jika aya ternyata sempat kagum dengan nya.
" jadi ? Kamu sudah suka sama saya ?" goda rama. Membuat aya mendongakkan kepala nya karena perkataan rama.
__ADS_1
" hei, apa maksudnya? Kagum ya, bukan nya suka, " protes aya sambil mengerucutkan bibir kecil nya. Rama semakin terbahak dan gemas sekaligus melihat tingkah sang istri.
" ya apapun itu, yang jelas kamu sudah ada rasa sama saya, " belaian lembut di pipi aya kembali rama berikan. Aya langsung tersipu lagi dan menunduk.
Rama tersenyum kecil. Sekali lagi ia raih dagu sang istri dan menatapnya dalam. Aya merasa gugup saat mendapat tatapan intens dari sang suami.
" bisakah kita mulai membuka diri ? Ijinkan saya untuk mengenalmu lebih dalam lagi ?" tanya rama yang membuat aya seketika mendongak. Membalas tatapan sang suami.
" bisakah kamu menumbuhkan rasa cinta di hati mu, dan mari kita bina rumah tangga kita agar mendapat ridha - NYA?" lanjutnya lagi. Aya kemudian tersenyum kecil dan mengangguk.
" asalkan mas juga melakukan hal yang sama, " jawab aya. Aya bahkan memberanikan diri untuk membelai pelan pipi rama. Dan rama nampak memejamkan mata menikmati sentuhan istri nya.
" tegur aku jika aku ada salah, tetapi jangan tegur aku di depan orang banyak, karena itu akan menyakitiku lebih dalam, " lanjut aya lagi.
" mari kita bina rumah tangga kita, " pungkas aya dan di angguki rama. Rama mengecup pelan dahi aya.
" jadi. Siapa yang harus mandi terlebih dahulu ? " tanya aya lagi. Ia mulai melepaskan genggaman tangan rama.
" mau mandi bareng ?" goda rama sambil menaik turun kan alis nya. Membuat rama tersipu antara malu dan kesal karena terus saja di goda oleh suami nya.
" bukan kah mandi bersama istri hal yang bagus ? Sunnah malah kan ?" kata rama terus menggoda.
" tapi kan aku sedang berhalangan, " cicit aya semakin menunduk.
" ha ha ha , " tawa rama pecah seketika. Niat nya berhasil membuat aya semakin malu.
" ha ha aduh .. Maaf maaf. Mas hanya bercanda, sayang "
BLUSH
Pipi aya semakin panas mendengar panggilan sayang dari rama. Ia kemudian bersiap lari ke kamar mandi.
__ADS_1
" mas nyebelin !" ujar aya sambil mengangkat rok kebaya nya dan masuk ke kamar mandi nya.
Sampai di dalam kamar mandi, aya melorotkan kaki nya di balik pintu. Tangan nya nampak meredam detak jantungnya yang menggila karena godaan sang suami. Masih terdengar tawa nyaring rama yang menertawakan nya.
' ya allah, kenapa suami ku begitu jahil, ' batin aya dalam hati.
Aya segera bergegas melakukan ritual mandi nya karena sekarang sudang sangat malam dan ia tidak mau suaminya terlambat mandi. Yaah , meskipun sekarang pun juga sudah terlambat untuk melakukan kegiatan mandi sih, tapi setidaknya mereka berdua bisa membersihkan tubuh setelah aktifitas yang cukup menguras emosi dan keringat mereka tadi.
Setelah selesai mandi, aya nampak celingukan sendiri karena ia lupa jika ia tidak membawa pakaian ganti. Diam - diam dia merutuki kebodohan nya sendiri karena ia terlalu buru buru masuk kamar mandi tanpa persiapan apapun.
' betapa cerobohnya dirimu, rahyana !' rutuknya.
" mas, " panggilnya kepada rama.
Rama yang sedang memperhatikan detail kamar aya, samar - samar mendengar panggilan aya. Dalam hati ia tertawa keras lagi karena ia tahu apa yang membuat istri nya itu berteriak.
" ya, sayang ?" tanya nya begitu ia mendekat ke depan pintu kamar mandi.
DEG
' haduh, jantungku nggak kuat, cuma karena di panggil sayang aja udah deg - deg an gini, ' keluh aya.
" mas bisa tolong ambilkan handuk " rengek aya pelan.
Rama terkekeh. Tebakan nya tepat. Istri kecilnya sedang kelupaan membawa handuk. Ia kemudian melirik handuk sang istri yang berada di hanger samping lemari pakaian sang istri.
" apa hadiah buat mas ?" alih - alih langsung membantu sang istri, rama malah berniat menggoda istri nya sekali lagi.
" yaaah mas, tolong dong, " rengek gadis kecil itu. Rama semakin mengulum tawa nya. Bagi nya, hobi nya sekarang adalah membuat merona pipi sang istri.
" iya tapi nanti saya dapat apa ?" kata rama lagi.
__ADS_1
Terdengar dengusan pelan dari sang istri. Rama diam - diam merasa kasihan. Pasti nya istri nya sedang kedinginan kan? Ia mulai beranjak mengambilkan handuk yang berbentuk jubah itu. Waaah nggak sesuai ekspetasi mu kan ram ? Pasti kamu berpikir jika hanya selembar handuk yang nanti nya hanya menutupi dada hingga paha istri mu saja ?🤣🤣🤣.
" sayang, buka pintu nya, "