
" apa seperti ini cara didik ibu ... "
" TUTUP MULUT MU, PAK TUA !!" sebelum ardhana meneruskan ucapan nya, rama dengan keras segera memotong nya.
Ketenangan rama terusik saat ardhana mulai akan mengusik diri nya atas nama ibu nya. Sungguh, rama masih akan teringat, di saat sang ibunda bahkan sudah tahu mengetahui mengenai perselingkuhan antara sang ayah dan sekertaris nya, tak pernah sekalipun sang bunda menjelekkan sifat ardhana. Bahkan ia lebih menyalahkan diri nya sendiri yang memang kurang bisa menahan diri untuk terlalu mandiri.
Tidak pernah sekalipun rama mendengar sang bunda memerintahkan diri nya untuk membenci ardhana. Laksmi hanya melakukan langkah awal untuk segera menyelamatkan aset nya dan mengalihkan menjadi nama rama. Karena ia sudah tahu akal - akalan mita yang hanya ingin menikmati harta sang suami.
Jadi, wajar jika rama akan terlihat murka saat ardhana mulai mengusik nama laksmi.
" TUTUP MULUT BUSUK ANDA, bahkan diri anda tidak pantas untuk menyebutkan nama ibu saya ! Tidak pernah sekaluippun ibu saya merendahkan anda atau bahkan menjelekkan anda bahkan ketika pertama kali memergoki perselingkuhan anda saat saya masih kelas 6 SD !" ucap rama dengan dingin.
DEGH
jantung ardhana berdetak. Hati nya berdebar saat mengetahui kenyataan ini. Istri nya ternyata sudah tahu mengenai perselingkuhan nya sejak awal ? Bukan kah Ardhana baru ketahuan saat Rama sudah memasuki bangku SMP kelas 2 ?
Jadi selama ini, sebelum nafas nya berhenti, laksmi sudah tahu perselingkuhan nya sedari awal? Tapi kenapa ia hanya diam saja ? Kenapa ia masih melayani segala keperluan nya kala itu ? Kenapa laksmi masih bisa tersenyum manis tanpa ada nya air mata sama sekali ?
" ha ha ha, anda lucu sekali pak tua ! Bahkan anda tidak sadar jika anak dan istri anda sudah tahu mengenai kebejatan anda sedari awal ? "
" apakah anda pernah sadar jika ibu saya bahkan masih bisa tersenyum manis saat menunggu anda yang pulang larut malam? Meskipun sudah tahu tentang pengkhianatan yang anda lakukan ?" lanjut rama. Ia mulai menumpahkan isi hati sang bunda yang selama ini hanya terlihat di mata seorang rama kecil.
Isi hati yang hanya bunda nya perlihatkan saat berada di belakang sang putra dan tentu nya dari suami nya sendiri. Tapi, begitu rama sudah memergoki ayah nya, ia bisa langsung mengerti kenapa selama ibi sang bunda terus - terusan merasa gundah.
__ADS_1
Ardhana hanya bisa diam membisu dan badan nya terasa tegang membeku. Hanya mita yang nampak kesal dengan apa yang di ucapkan oleh rama. Seolah - olah ucapan rama memberikan dampak yang membuat mantra nya untuk ardhana di patahkan. Mita dapat melihat ada keraguan di mata ardhana saat ini, ada sedikit rasa .. Menyesal ?.
" hah, buang - buang waktu saja jika berbicara pada pasangan yang tidak tahu malu seperti kalian, " ucap rama sambil mulai beranjak dari tempat berdiri nya.
Rama mulai memasuki mobil nya dan tanpa basa basi ia langsung melajukan mobil nya meninggalkan pelataran parkiran supermarket untuk pulang.
Ardhan masih saja terbengong di tempat nya, mita yang sudah tidak sabar segera menarik lengan ardhana dan membuat pria paruh baya itu tersentak kaget.
" mas, jangan di pikirkan ucapan rama, dia hanya emosi saja. Mana mungkin mendiang istri mu tahu tentang ita ? Bukan kah dia selalu saja sibuk dengan pekerjaan nya ? Dan bahkan tidak mengurus mu dengan benar ? Mas lua, jika mas sakit dan hanya aku yang ada di samping mas ?" ucap mita berusaha mengembalikan pengaruh nya.
Ucapan mita kembali berhasil menguasai otak ardhana. Ia kembali teringat saat masa lalu di mana laksmi masih menjadi wanita mandiri yang sangat sibuk sampai tidak bisa membuatkan nya sekedar sarapan. Saat itu mita baru menjadi sekertaris nya dan selalu membuatkan nya sarapan dan membawakan nya ke kantor serta menemani nya makan bersama. Bahkan mita dengan telaten merawat nya saat ia tengah lemas karena diare hebat nya.
Tanpa ardhana sadari, jika penyebab ia lemas sakit karena mita yang sengaja membubuhkan obat pencahar dosis rendah di bekal makanan yang di berikan untuk nya. Sementara ia memblokir kontak laksmi di ponsel ardhana sehingga mita beralasan jika laksmi sama sekali tidak mengangkat telepon dari nya.
Ardhana kembali ke stelan awal nya yang terpengaruh dnegan ucapan mita. Ia menormalkan ekspresi nya dan segera mengajak sang istri untuk memasuki supermarket dan berbelanja sesuai rencana awal.
Sementara itu, setelah meninggalkan dua sepasang pengkhianat, rama memacu mobil nya dengan cepat. Pikiran nya sedikit terpecah dengan pertemuan yang tidak pernah terencana ini.
Rama kembali mengingat kenangan buruk nya. Kilasan senyuman sang bunda, kesakitan, tangisan tertahan bunda nya datang silih berganti di otak nya.
Beruntung ia tadi memilih berbelanja di supermarket dekat rumah sehingga hanya butuh waktu 5 menit ia sudah sampai.
BRAKKK.
__ADS_1
Pak nanda di buat kaget dengan tingkah sang tuan muda yang baru pertama kali nya tidak menjawab salam dari nya.
" pak, tolong pampers untuk si kembar ada di bagasi mobil ... Dan maaf " rama berbicara tanpa membalikkan tubuh nya. Setidak nya ia masih bisa menahan gejolak rasa nya dan meminta tolong kepada pengurus keluarga kepercayaan nya itu.
Pak nanda nampak nya paham jika suasana hati tuan muda nya ini sedang tidak baik,ia pun tidak ambil pusing dan segera mengangguk untuk melaksanakan perintah rama, sementara rama, setelah berucap tolong dan maaf, dia langsung berlari ke lift untuk menuju ke lantai 4 di mana aya dan si kembar berada. Rama butuh mood booster nya saat ini, dan aya serta si kembar lah jawaban nya.
TOK TOK TOK
" ASSALAMUALAIKUM, SAYANG "
Aya yang tengah menemani bayi - bayi ya belajar telungkup di karpet empuk mendongakkan kepala nya, ia mendengar suara rama yang sedikit berteriak, sedikit banyak membuat aya mengernyit heran karena ia baru mendengar rama berteriak keras.
" sebentar ya, sayang - sayang nya umma, abba kalian pulang, " ucap aya dengan senyuman lembut di wajah nya kepada si kembar yang hanya tertawa mendengar suara umma nya.
Aya beranjak untuk segera membuka kan pintu untuk sang suami.
" waalaikumsalam, mas ?"
Sebelum aya sempat bertanya lebih lajut, rama langsung menubruk tubuh aya dan memeluk erat aya. Aya yang merasa kebingungan namun tetap menerima pelukan rama dan membalas nya.
Aya bisa merasakan jika dada suami nya tengah naik turun dengan cepat. Nafas rama terengah - engah tak beraturan.
Aya hanya terdiam, ia menunggu rama tenang untuk menanyakan ada apa sebenar nya, sehingga membuat rama seperti ini. Aya dengan telaten mengusap lembut punggung sang suami.
__ADS_1
" insya allah, semua nya akan baik - baik saja, " bisik aya pelan menenangkan rama.
" sayang, dia .. Dia kembali ... "