
" MITA MAHARANI, MULAI HARI INI AKU MEMBERIKAN MU TALAK TIGA, KAMU BEBAS DARI IKATAN PERNIKAHAN INI, "
DEG
Suara rendah ardhan terdengar bagaikan pisau tajam di pendengaran mita. Tidak hanya mita yang terkejut, nyata nya maya yang sedang tergugu di bawah sofa pun juga membelalakkan mata.
Maya tentu tidak pernah menyangka jika ardhana akan menghukum mama nya dengan perpisahan seperti ini.
" semua surat - surat dan dokumen perceraian sudah aku ajukan sebelum aku terbang ke sini, ku rasa dengan bukti dan video - video tadi sudah cukup untuk alasan kenapa aku menceraikan mu, " sinis ardhana sebelum mita bisa mengeluarkan kata - kata nya.
" mas .. Mas, mas maaf kan aku, tapi ku mohon jangan ceraikan aku, "
" mas, bagaimana dengan maya, dia masih butuh biaya as, " mita meraung meminta belas kasihan sementara maya hanya bisa terisak. Impian untuk menjadi nyonya MAHESWARI nyata nya hanya berada di ujung mata khayalan nya saja. Maya bahkan sudah tidak berani memikirkan bagaimana kehidupan nya nanti.
Sejauh 16 tahun yang ia ingat, ia memang sudah terbiasa di manja dengan harta dan limpahan kasih sayang dari ardhana dan mita. Tapi sekarang, setelah semua nya terungkap, ardhana tanpa basa basi langsung menggugat cerai ardhana.
" mas, maaf kan aku, jangan ceraikan aku mas. Aku akan berubah. Aku akan menerima apa pun asal jangan ceraikan aku, " mita bahkan kembali memegang kaki ardhan dan terus meminta belas kasihan kepada pria malang itu.
Ardhana tidak segan untuk menepis rangkulan tangan mita di kaki nya. Ia menatap penuh kebencian kepada mita.
" lalu? Menurutmu AKU AKAN MEMAAFKAN MU SETELAH SEMUA INI ? SETELAH SEMUA PENIPUAN MU, KEJAHATAN MU !! AKU AKAN MEMAAFKAN MU DAN TETAP MEMBIARKAN MU UNTUK TERUS MERONGRONG KEHIDUPAN KU ?! JANGAN BERMIMPI, MITA " ujar ardhana sambil mencengkeram dagu mita. Menjepitnya dengan keras, membuat mita meringis kesakitan.
" DENGAR BAIK - BAIK, J*LANG ! ADALAH KEBERUNTUNGAN MU KARENA AKU HANYA MENCERAIKAN MU DAN MENJEBLOSKAN MU KE DALAM PENJARA !! PADAHAL AKU SANGAT INGN SEKALI MEMBUATMU MENYUSUL ISTRI KU, BIAR KAU DAPAT MERANGKAK DI KAKI NYA DAN MEMINTA MAAF SECARA LANGSUNG KEPADA NYA " bisik ardhana. Membuat tubuh mita menegang ketakutan.
Seumur - umur mita mengenal ardhana, baru sekali ini ia mendapati ardhana bicara dingin bahkan berani menampar nya.
" tapi mas, bagaimana dengan maya, dia juga anakm ..."
__ADS_1
" TUTUP MULUT MU," raung ardhana murka ketika di ingatkan mengenai maya. Titik paling sensitif di hati nya. Karena maya adalah orang yan di gunakan untuk memperdayai nya tanpa tahu jika ada calon anak nya yang terbunuh hanya untuk memasukkan maya di hidup nya.
" tutup mulut mu, j*lang !! Jangan sebut maya sebagai putri ku ! Adalah kesalahan terbesarku sudah memperlakukan benih orang lain, sementara anak ku sendiri ku telantarkan, "
" jangan membuatku semakin ingin membunuh mu, mita. Jangan pernah kau ucapkan jika maya adalah anak ku !" ucap ardhana dingin bahkan tanpa menoleh ke arah maya yang sudah terisak saat mendengar ucapan kejam ardhana.
Tapi maya masih bisa berpikir jernih. Siapa yang tidak akan kecewa? Selama 16 tahun menghidupi putri yang bukan anak kandung nya? Mencurahkan segala nya untuk benih orang lain yang bahkan sudah membunuh calon anak kandung dan juga istri nya.
" jangan pernah menyebutnya anak ku, aku udah memutuskan aliran dana di atm kalian. Kalian tidak akan pernah bisa masuk lagi ke kediaman ardhana, dan untuk mu maya. Maaf, tapi saya akan mengambil semua fasilitas yang telah anda nikmati. Karena ITU SEMUA BUKAN HAK ANDA !" ucap ardhana dengan dingin.
" selamat malam, kami dari kepolisian.. Apakah benar ini kediaman bapak ardhana ?"
Terdengar sebuah petugas begitu bibi membukakan pintu. Bibi yang sedari tadi hanya bersembunyi sejak perseteruan majikan nya itu.
ardhana, maya dan mita mengalihkan tatapan mereka ke arah pintu masuk. Mita bahkan sudah menggigil ketakutan saat mendengar suara petugas yang mengatasnamakan sebagai kepolisian.
" MAS.. MAS TOLONG MAS, JANGAN BIARKAN MEREKA MEMBAWA KU, "
" MAS.. MAS"
" MAMAAAA.... "
teriakan - teriakan permohonan mita dan suara maya yang menangisi mama nya silih berganti masuk ke pendengaran ardhana.
Ardhana sendiri sudah tumbang, terduduk di sofa single dengan air mata yang mengalir deras. Tangan nya bahkan memijit kening nya.
' laksmi, hanya ini yang bisa aku lakukan, ' batin nya.
__ADS_1
...****************...
" bos, besok beliau akan bertandang ke sini .. ?" tanya aric setelah sedari tadi hanya menyimak percakapan.
zain, zul, dan revan kompak menoleh dan melihat ke ara rama, seakan mengawasi perubahan ekspresi dari sang bos yang merangkap menjadi kakak tertua mereka kendati usia lebih tua mereka, terutama zul yang memang terpaut dua taun dari rama.
" hem, " jawab rama singkat yang membuat keempat nya sontak tertegun melihat begitu tenang nya raut wajah rama.
Mereka memang belum tahu perihal rama yang memutuskan untuk memaafkan sang ayah.
Hanya saja tadi aric tidak sengaja mendengarkan percakapan aya yang meminta pak nardi untuk memberi instruksi kepada para ibu - ibu untuk menyiapkan jamuan untuk besok siang.
" kata aya, gue nggak bisa terus - terusan menyimpan dendam di hati gue. Gue udah memberikan bukti - bukti terkait kejahatan penyihir tua itu. Entah bagaimana keputusan pria tua itu sekarang. "
" ia ingin memaafkan penyihir tua itu, atau memilih melanjutkan kehidupan nya dengan nya pun, aku sudah akan menerima nya, " lanjut rama.
Ke empat pria itu hanya mengangguk - anggukan kepala merek. Bagaimana pun, kehidupan mereka berempat jelas berbeda dengan rama.
Mereka berempat memang sengaja di buang bahkan di jual oleh orang tua mereka. Jadi mereka memang tidak ada keinginan untuk kembali kepada keluarga. Bagi mereka berempat, kini hanya rama dan aya lah keluarga mereka. Pun dengan para penghuni mansion MAHESWARI.
" akan sangat bodoh bagi beliau jika ia tetap memilih untuk hidup dengan penyihir itu setelah semua kejahatan yang telah ia lakukan " komentar berani revan yang di hadiahi dengan tusukan jari zain.
Rama melihat nya dan hanya tertawa. Ia tentu saja setuju dan tidak tersinggung dengan ucapan revan yang blak - blakan seperti biasa.
" revan benar, santai saja zain. Gue nggak marah " ucap rama sambil mengusap kepala revan dengan lembut.
Zain mendesah lega. Ia tadi nya takut jika ucapan revan akan mempengaruhi mood rama, tapi nyata nya ia tidak perlu khawatir. Nampak nya aya memang suda merubah bos nya itu. Zain sangat bersyukur.
__ADS_1
" lalu, apakah lo bakal kembali ke kediaman di ibukota ?"