Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
58


__ADS_3

" kemana sih mas rama, kata revan kemungkinan udah pulang. Apa masih di kantor ya ?" gumam aya.


" kangen mas , hm?" bisik seseorang dengan melingkarkan pelukan di perut aya.


Aya kaget dan berusaha melawan, namun setelah mencium aroma maskulin yang familiar, ia berhenti berontak dan malah membalikkan badan nya.


" ih mas bikin kaget deh, " gerutu manja aya.


rama terkekeh pelan melihat wajah aya yang nampak mengerucut lucu.


Rama membalikkan tubuh istri nya, membeli lembut wajah sang istri yang membuat aya langsung merona.


" bagaimana kuliah kamu hari ini ?" tanya rama.


Rama membimbing aya ke ranjang kamar mereka. Berbincang ria dengan sang istri sabil menunggu waktu magrib seperti nya bukan ide yang buruk.


" ehhmm, menyenangkan. Para dosen yang mengajar sejauh ini masih baik. Tugas - tugas nya juga masih bisa aya selesaikan tepat waktu, " jawab aya menganggukkan kepala nya.


" tapi, fans mas sungguh sangat menyebalkan, " gerutu aya cemberut.


Rama terkekeh pelan mendengar ucapan aya. Sebenar nya bisa saja ia mengungkit masalah pertemuan aya dan alika tadi siang. Bagaimana pun rama juga sadar jika aya sudah tahu jika ia mendengar dan melihat semua yang terjadi antara aya dan alika.


Namun rama menunggu aya untuk menyampaikan secara langsung. I tentu ingin istri nya terbuka dengan apa yang ia alami di kampus atau bahkan di manapun tanpa harus rama paksa. Mereka sudah berkomitmen, right ?.


" mas, .. "


" apa sayang, "


" omongan kak lika ... Nggak benar kan ?"


Rama menatap aya lekat. Ia melihat sedikit kilatan kecemasan yang tergambar di mata zamrud milik aya. Rama menangkup wajah aya pelan.


" sayang, mas berani bersumpah. Mas nggak pernah ngelakuin hal kayak gitu, " jelas rama hati- hati.


Meskipun sudah melihat bukti dari cctv kejadian yang lalu, tetap saja aya merasa lega saat mendengar kata - kata rama. Sebegitu percaya aya kepada rama. Lebih tepat ya ia memasrahkan semua kepada Allah mengenai kepercayaan nya kepada rama.


" ia tidur dengan leo, tapi begitu pagi menjelang, alika terbangun terlebih dahulu dan mendapati bukan aku yang ada di sana. Ia langsung pergi sebelum leo bangun. Saat it leo juga tengah mabuk berat. Jadi ia tidak tahu dengan siapa ia bermalam. Toh, ia memang sudah terbiasa dengan kehidupan ONS." jelas rama sambil mengangkat kedua bahu nya.

__ADS_1


" memang setelah kejadian itu, alika masih mencari ku. Bersikap biasa seolah - olah tidak ada yang terjadi di antara kami. Seolah - olah kejadian obat perangsang itu tidak ada,"


" hingga akhirnya, ia tahu jika ia tengah hamil. Ingin menjebak ku lagi, tapi ia tidak memiliki bukti mengenai malam itu, ya sudah. Beberapa hari kemudian mas mendengar info dari zul yang memang bertugas untuk mengawasi nya jika ia akhir nya memutuskan untuk pindah dan meneruskan SMA nya di sana, "


" bahkan keluarga nya nggak tahu jika ia tengah hamil. Karena saat itu, ayah dan ibu nya sedang dalam proses perceraian. Hingga tidak terlalu mengawasi alika dengan bena. Dan lagi alika ternyata berpamitan untuk sekolah di luar negeri dengan dalih ingin menenangkan diri karena perpisahan orang tua nya, " lanjut rama lagi.


rama kembali menatap aya dan mencium kening aya dengan lembut dan sedikit lama.


" jangan khawatirkan apapun, sayang. Mas bisa jamin, kamu yang menjadi yang pertama dan terakhir untuk mas, " bisik rama seduktif di telinga aya. Membuat rona yang awalnya sudah da semakin menjadi.


" ssstt mas, jangan godain aya. Bentar lagi magrib loh, " peringat aya sambil melepaskan pelukan rama dan bergeser menjauh dari rama.


" loh masih ada waktu satu jam loh, yank " goda rama.


" ish apaan, mas nggak akan cukup sekali, " tolak aya.


Rama benar - benar terbahak kali ini. Ia sangat suka menggoda aya hingga wajah aya merona.


" ha ha ha , iya iya sayang. Mas akan mengalah sore ini, tapi nanti malam, mas nggak akan melepaskan kamu, " ancam rama sambil mendekat kembali kepada aya.


Dengan malu - malu aya mengangguk pasrah mendengar ancaman rama. Meskipun nggak di ancam, aya tentu tidak akan menolak untuk melayani suami nya.


" sayur ? Bukan nya minta ke pak nardi sama bibi aja ?" kata rama mengernyit heran.


" ehm, aya pengen jalan - jalan aja sama mas, " ungkap aya malu - malu.


Rama tersenyum mendengar permintaan sederhana aya. Dan tentu saja ia akan mengabulkan permintaan aya ini.


" hmmm, baiklah, tapi apa imbalan buat mas?" tanya rama menyeringai. Aya terkesiap mendengar pertanyaan rama yang menurutnya konyol ini. Hei ini hanya menemani nya belanja oke? Dan suami nya malah meminta imbalan.


" ih mas, kan cuma nemenin belanja loh ." gerutu aya.


" loh, jangan salah ya yank. Pipis di toilet uum aja bayar 2000 " rama masih lanjut menggoda aya.


" huffft. Ya sudah, mas mau imbalan apa dari aya ?" pasrah aya.


Rama lebih menyeringai melihat aya yang pasrah.

__ADS_1


" oke, nanti malam sayang yang memimpin, " ucap rama sambil tidak menghilangkan seringai nya.


Aya melongo menatap rama. Dasar memang suami nya ini memang pebisnis yang tidak mau rugi.


" ih, ya udah mendingan aya minta di temenin bibi aja, " rajuk aya sambil beranjak hendak keluar dari kamar.


Rama kelabakan melihat rajukan istri nya. Kali ini, apa kah candaan nya begitu keterlaluan? Ataukah istri nya memang sedang sensitif ?


" sayang, tunggu mas, "


" sayang ... "


💨💨💨


" bos, muncul adik dari rama di kumpulan mahasiswa baru kampus nya, " lapor anak buah leo.


" apa ? Rama memiliki adik ? " tanya leo sedikit bersemangat.


Beberapa hari ini ia sibuk dengan urusan kuliah nya. Meskipun leo adalah pria bren*sek, tetapi ia tentu saja memikirkan mas depan nya dan menjalani kuliah nya dengan benar.


Leo juga termasuk murid yang pintar semasa SMA nya. Hanya beda berapa belas poin dari rama dan ke empat sahabat nya.


Saat ini leo memang menjalani kehidupan kampus nya di universitas yang berbeda dengan rama.


Selain karena rama dan yang lain nya mengikuti kelas akselerasi, leo juga ingin menjalani kehidupan SMA nya kala itu.


" benar bos, adik nya terkenal sebagai gadis yang berpenampilan tertutup, bahkan ia juga mengenakan penutup wajah ... "


" cadar maksud lo ?" sela leo saat anak buah nya kesulitan mengingat nama kain penutup wajah milik aya.


" ya bis, itu maksud nya,. Ia mengenakan cadar. Jadi kami tidak bisa mengenali wajah nya" kata anak buah leo lagi.


" bukan nya itu malah semkin mempermudah untuk mengenali diri nya ya ?" seringai leo.


Anak buah leo tertegun sejenak, lalu ia mulai tersenyum setelah mengerti maksud aya.


" siapkan semua nya, setelah kita menyerang markas mereka dan menangkap rama beserta anggota intinya, aku akan menyiksa adik nya di depan mata nya !" ujar leo dengan kilauan dingin di mata nya.

__ADS_1


💨💨💨


__ADS_2