Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
93


__ADS_3

Sementara itu, rumah maya, pukul 5 sore.


" pa, kita jadi ke ibukota sekarang ?" tanya mita saat ia tengah menyajikan teh sore untuk ardhana.


" hmmm, jadi, ma. Papa besok harus menemui klien, semoga mereka mau berinvestasi di perusahaan kita, " ucap ardhana sambil memegang kening nya. Gurat kelelahan nampak jelas di wajah nya. Meskipun wajah nya tetap meninggalkan sisa - sisa ketampanan nya di masa lalu.


" yaa, semoga saja ya pa, " ucap mita dengan senyum palsu nya.


' ck, sialan ! Kenapa aku hanya bisa menikmati kejayaan ardhana selama 5 tahun saja ! Apa - apaan ini ! Kemana harta ardhana semua nya !!? Pasti karena si wanita ja*ang itu memberikan nya kepada anak si**an nya !!' batin mita geram.


" ya sudah, apa kita sebaiknya menyediakan makanan untuk maya ? Bagaimana pun dia tidak pernah memasak, tapi jika hanya sekedar mie instan harus nya bisa kan ?" ucap ardhana sambil membenarkan letak kaca mata nya.


" benar juga, mama juga pengen beli oleh - oleh dari kota ini deh, pa. Bolehkan ?" ucap mita sambil memperlihatkan jurus rayuan maut nya.


Ardhana nampak nya sangat senang ika mita bersikap manja seperti ini. Dia berasa di butuhkan dan bisa di andalkan. Karena ini lah hal yang di inginkan oleh ardhana dan tidak di temukan di diri mantan istri nya.


Laksmi ibu dari rama adalah sosok wanita karir yang mandiri dan tangguh. Didikan keras dari orang tua nya memang tidak membiarkan diri nya menjadi sosok yang hanya bisa bermanja ria kepada pria pasangan nya. Siapa yang tahu, jika nyata nya ardhana menganga laksmi seorang wanita yang lebih hebat dari diri nya sehingga ia merasa tidak di andalkan oleh sang istri.


Padahal, laksmi hanya ingin membantu ardhana untuk memperkokoh perusahaan besutan sang suami. Tapi ia berakhir dengan di selingkuhi.


Ardhana dan mita nampak sampai di pelataran parkiran sebuah supermarket dekat komplek mereka, benar tempat rama membeli popok untuk si kembar.


Mata mita nampak berbinar saat ia melihat rolls royce cullinan seharga hampir 14M terparkir indah si depan mobil mereka. Alangkah bagus nya jika putri nya, maya bisa bersanding dengan pemilik mobil itu.


Ardhana, meski ia pernah menjadi generasi konglomerat waktu bersama laksmi, sama sekali belum pernah memiliki mobil dengan jenis ini. Ia pun juga tidak bisa menyembunyikan tatapan mendamba. Bagaimana pun ia juga tertarik dengan mobil sport.


" indah banget kan, pa ? " gumam mita tanpa sadar.

__ADS_1


" ya, sangat indah " jawab ardhana dengan mata yang masih menatap mobil tersebut.


" pasti yang punya kaya raya, ya pa?" tanya mita lagi.


" hmmm " angguk ardhana menyetujui ucapan istri nya


Kedua nya lalu turun dari mobil dengan mata yang masih menatap ke arah Cullinan itu.


BIP BIP


Saat mereka masih asyik memperhatikan, tiba - tiba terdengar bunyi alarm yang di bunyikan. Sontak saja mereka kaget dan berdebar. Mita menatap kanan dan kiri dengan antusias, berharap ia akan melihat siapa sang pemilik dan berusaha mendekatkan dengan putri nya. Maka kehidupan nya nanti akan bergelimang harta.


TAP TAP TAP


Terdengar langkah kaki yang terus mendekat di iringi dengan putaran roda sebuah troli. Mita dan ardhana menunggu dengan tidak sabar, menunggu sang pemilik mobil


Saat itu rama bahkan tidak terlalu memperhatikan sekitar, ia dengan santai mulai membuka pintu bagasi dan mulai menata ball demi ball bungkusan popok milik si kembar. Real hanya popok ! Sesuai pesanan ratu nya.


Sosok yang sama sekali tidak asing bagi mereka meski sudah hampir 7 tahun tidak bertemu.


' IT ... ITU ... RAMA ?' batin mita dengan ekspresi tidak percaya, seketika hati nya di penuhi dengan rasa amarah, iri, dan kesal secara bersamaan.


Sedangkan ardhana, ia sedikit tertegun, melihat putra yang hampir 8 tahun tidak di jumpai nya itu kini tampak tumbuh dengan sangat baik. Wajah rupawan nya memang benar - benar terlihat seperti mendiang mantan istri nya, laksmi.


Dan yang lebih penting dari itu, mobil sport mewah itu adalah milik RAMA !!.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


" wah ... Wah .. Bukan nya ini adalah putra mahkota keluarga ARDHANA ?"


Rama menegakkan tubuh nya ketika ada seseorang yang menyebut keluara ardhana.


DEG


Ia menoleh dan sempat merasakan sedikit keterkejutan di hati nya.


' sial, kenapa orang yang di gosipkan zul tadi benar - benar muncul di hadapan ku ?' batin rama memberengut kesal.


Di hati rama saat ini, muncul sedikit kilasan peristiwa masa lalu. Saat sang bunda masih bersama dengan sang ayah, lalu tiba - tiba muncul sosok wanita ja*lang yang menggoda sang ayah, hingga akhirnya perlahan sang bunda jatuh sakit sampai berakhir dengan kematian.


Rama sama sekali tidak menunjukkan perubahan ekspresi, hanya sedikit mengernyit terkejut setelah itu balik ke stelan awal nya, dingin dan datar.


Mita dan ardhana maju melangkah menuju depan rama, ardhana hanya terdiam saat sang istri menyapa rama yang hanya di diamkan oleh putra nya. Tidak bisa di pungkiri oleh ardhana, ada sedikit titik kerinduan di hati nya untuk sang putra.


Ardhana semakin bisa melihat wajah sang putra dengan jelas. Putra nya berhasil tumbuh menjadi sosok pria tampan dan sukses. Terlihat dari stelan jas yang rama kenakan, ardhana bisa melihat jika putra nya menjadi seorang pengusaha muda yang sukses. Di tambah dengan cullinan yang berada di samping mereka, menambah keyakinan dalam hati ardhana.


Sementara mita, ia nampak menatap rama dengan tatapan bengis nya. Marah, kesal, iri sudah pasti bercokol di hati nya saat ini. Tidak ada lagi rasa kagum dan penasaran di diri mita untuk melihat siapa pemilik cullinan di samping nya. Otak nya sedang berputar keras untuk memikirkan rencana licik agar bisa menjerat rama.


' lalu kenapa ? Bukan kah malah sangat bagus jika bocah bodoh ini aku jodohkan dengan maya ? Toh mereka tidak memiliki darah yang sama di tubuh mereka?' batin mita menyeringai ketika ia mulai menemukan sebuah rencana yang bagus.


' dengan itu aku dan maya bisa menguasai harta milik laksmi, kami bisa hidup mewah dari uang bocah bodoh ini, tidak mungin kan dia tidak perduli dengan ardhana ?' batin nya lagi


" ya ampuunn, rama, ini beneran kamu nak ? Kemana aja kamu selama ini sayang ? Tante selalu nyariin kamu loh, " mita mulai melancarkan aksi nya. Ardhana sedikit tersentak dengan ucapan sang istri, kapan istri nya mencari rama ?.


" kamu apa kabar nya sayang ? Dimana kamu sekarang tinggal ? Pulang yuk,"

__ADS_1


"SEBENARNYA, APA YANG INGIN KALIAN KATAKAN?"


DEG


__ADS_2