Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
8


__ADS_3

' bunda, apa rama sudah menemukan sosok yang mirip dengan bunda ? Apa ia yang bisa membantu rama untuk melupakan rasa benci di dada rama ?' batin rama . Ia lantas menggelengkan kepala. Bisa - bisa nya ia tertarik dengan sosok aya yang bahkan saat ini ia belum mengenal nama gadis ini. Ia hanya mendengar jika pria yang berada di depan para warga memanggilnya dengan sebutan ' aya '.


Dada rama bahkan berdesir hanya dengan mendengar nama nya. mata dengan manik kehijauan itu seolah memancarkan kelembutan dan keteduhan.


Sikap aya yang dengan tegas menunjukkan jika ia tidak langsung tertarik soal rama yang menanyakan imbalan uang berbeda dengan wanita yang selama ini mendekati nya yang akan senang hati menerima pemberian uang dari nya.


Tutur kata yang lembut namun tersirat ketegasan terlihat bahkan setelah rama membalas perkataan nya dengan kata yang tajam dan dingin.


Nada yang lembut seolah beralun di telinga rama yang semakin membuat rama teringat akan sosok sang bunda.


' bunda, apa dia yang akan menjadi jodohku ? Bunda bilang jika nanti rama dewasa, rama harus mencari gadis yang membuat rama bergetar bahkan jika hanya memandang bola mata nya, ' batin rama lagi.


Rama segera menggelengkan kepala dan mengetuk -ketuk pelan kening nya yang bisa - bisa nya berpikir hal lain saat kondisi yang mencekam seperti ini.


Rama menoleh ke arah aya yang tengah berdebat dengan pak rt dan para warga yang semakin memojokkan mereka.


" .... Tapi neng, neng teh kedapatan berduaan sama pria ini, ria ini bahkan sudah bertelanjang dada, " sangkal seorang warga.


" demi allah pak, saya hanya merawat luka nya. Lihatlah, bahkan di perban nya masih ada darah. Salah aya karena tadi aya tidak mencari bantuan. Karena saat aya sampai rumah, dia sudah hampir pingsan. Dan keadaan sekitar sudah sangat sepi karena sudah masuk waktu magrib, " jelas aya bersikeras. Air mata nya terlihat menetes. DAn entah kenapa rama merasa sakit saat melihat air mata gadis itu menetes.


Rama bisa melhat begitu keras sangkalan yang aya lontarkan. Hanya karena ia ingin melindungi marwah nya. Tapi mereka juga salah karena berduaan di tempat yang sepi apalagi berada di dalam rumah. Rama memang nakal, terbiasa dengan darah dan pertarungan. Tapi ia memegang prinsip yang selama kecil bunda nya ajarkan agar tidak menyentuh wanita manapun yang bukan hak nya dalam artian istri nya.


" maaf neng, neng harus keluar dari kampung ini. Neng sudah berbuat zina, " ucap pak Rt yang terlihat tidak enak hati. Ia tentu juga tahu jika aya tidak mungkin melakukan hal - hal yang hina. Tetapi ia juga tidak bisa membiarkan warga nya resah karena mendapati aya yang berduaan dengan pria di dalam rumah nya.


Sedangkan aya, ia merasa sedikit kecewa dengan keputusan ketua Rt. Beliau dan warga tentu saja tahu kehidupan sehari - hari yang ia jalani selama 18 tahun ini. Mereka juga tentu nya tahu bagaimana sosok abah dan umma nya mendidik aya sedari masih kecil. Apalagi banyak dari sebagian dari warga dulu nya bekerja kepada sang abah.


Rama masih saja diam dan mengamati situasi. Di lihat nya aya yang semakin frustasi dengan desakan dari pak Rt dan warga sekitar.

__ADS_1


Raut wajah yang gelisah dan terlihat sedih malah membuat aya semakin menarik di mata rama. Eh ?.


" maaf saya menginterupsi, apa kah jika saya menikahi aya, ia akan tetap di suruh pergi dari kampung ini ?" kata rama menginterupsi.


💨💨💨💨💨💨


Zain sampai di parkiran rumah sakit. Ia segera bergegas menuju ruang rawat kedua sahabat rasa saudara nya setelah cukup ber basa - basi dan menyapa satpam rumah sakit.


Nampak sekali jika zain sangat tergesa - gesa untuk seera sampai ke ruangan tersebut.


Zain sudah berada di depan pintu ruang rawat zul dan revan. Ia berhenti sejenak untuk sekedar mengatur nafas. Tidak mungkin kan jika terburu- buru membuka pintu yang akan malah menimbulkan kegaduhan dan malah akan mengganggu zul dan juga revan.


TOK TOK TOK


CEKLEK


" akhirnya lo berdua suman, " ucap zain berkaca - kaca. Zul dan evan hanya tersenyum tipis. Mereka berdua tahu jika zain lah yang paling melow jika di bandingkan dengan mereka berlima. Mesipun hati rama yang sebenarnya paling lembut jika kepada orang yang tepat.


" kami baik - baik saja, jangan khawatir, " sahut revan dan di angguki oleh zul.


" gimana ? bos ketemu ? " sambar aric yang rupa nya tidak sabar. Zul dan revan mengernyit heran. Pasal nya mereka tidak tahu jika rama menghilang karena aric tidak memberi tahu karena takut akan membuat kedua nya cemas.


" apa ? Ada apa dengan rama ?" tanya revan dengan nada tangga yang meninggi.


" tenang van, biarkan mereka berdua menjelaskan, " kata zul menengahi. revan mengangguk setuju meskipun masih memasang wajah yang penasaran.


" belum, rama belum gue temukan. Gue hanya mendapati motor nya yang terparkir di pinggir jalan dekat dengan ponsel nya yang kemungkinan terjatuh di sana, " kata zain sambil mengeluarkan ponsel rama yang sudah dalam keadaan retak layar nya.

__ADS_1


" sebenarnya apa yang terjadi ? Jelaskan bagaimana mula nya, " tanya revan yang sudah nampak tida sabar.


Aric mengusak rambut nya dengan kasar dan juga menghela nafas frustasi. Ia cemas sekarang.


" dan lagi, di sekitar gue nemuin motor dan ponsel milik rama, ada banyak senjata tajam yang tergeletak. Sama ge juga lihat ada ceceran ..... Darah " tambah zain dengan nada tercekat. Aric semakin membulatkan mata nya saat mendengar tambahan informasi dari zain.


Darah ? Bahkan ada ceceran darah di sana ? Ya allah, rasa nya aric ingin berteriak saja sekarang. Apa itu darah rama ? Apa geng LION berhasil melukai rama ? Hanya dengan memikirkan nya saja membuat aric ingin meledakkan amarah nya.


" ADA APA INI ? ARIC, ZAIN COBA KALIAN JELASKAN " teriak revan yan semakin memanas. Zul terlihat mengusap pelan punggung revan untuk menenangkan laki - laki berpenampilan cupu yang sebenarnya pemarah karena kurang mampu mengendalikan emosi nya.


" kemarin, saat zain memberi info jika kalian di keroyok, rama langsung menuju rumah sakit, menunggui kalian sampai hampir magrib tanpa makan ataupun tertidur siang seperti biasa nya, lalu ia memutuskan untu pulang ke mansion karena ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani. Tapi sudah hampir satu jam, rama tidak memberiku kabar. gue cemas, karena saat itu kemungkinan kondisi rama sedang tidak fit. Lalu aku iseng melacak keberadaan nya lewat GPS ponsel miliknya. Dan malah menunjukkan jika ia berada di kawasan jalan raya yang sepi " jelas aric.


" lalu gue yang nyusul. Dan ya seperti yang gue bilang tadi, rama nggak ada " lanjut zain melengkapi cerita aric. Revan dan zul melemas saat mendengar cerita aric. Dalam hati ia merasa bersalah karena secara tidak langsung mereka juga yang ikut andil rama menghilang.


" kemana rama , " tanya zul sambil meraih laptopnya dari pangkuan aric. Ia lalu mencoba mengotak atik laptop nya.


" gue curiga jika ia diserang sama geng nya leo, soal ...... "


TRING TRING TRING


Dering di ponsel aric terdengar. Aric melihat nya. sederet angka asing terlihat nampak di laya ponsel nya. Aric mengarahkan layar ponsel ya untuk di lihat semua sahabat nya.


" angkat, dan loudspeaker, " perintah revan.


" halo, "


" rama lo dimana ? haah ? Menikah ? ... "

__ADS_1


__ADS_2