Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
101


__ADS_3

' heh, gadis sekecil itu sudah punya dua anak saja ! Dasar mu**han. Apa guna nya penutup wajah itu ! Cuma buat kedok!! ' batin mita sinis saat melihat ke arah aya dan yang lain nya. Ia hanya sekedar lewat dan tidak memperhatikan ke arah aya lagi.


" nona muda, apakah anda mengenal wanita itu ?" bisik bi mia kepada aya yang sedang asyik menggoda aqil di kereta dorong nya. Ia tak sengaja memperhatikan satu - satu nya pengunjung taman komplek yang berada di depan rombongan mereka tengah menatap sinis kepada rombongan mereka, tepat nya ke arah nona muda nya.


Aya mendongakkan wajah nya yang tertutup kain cadar, lalu mengarahkan padangan nya ke pada mita yang sempat melirik nya sinis ke arah nya. Tatapan mata nya sempat bertemu meski hanya sekilas karena wanita paruh baya dengan dandanan menor utu langsung menunduk dan melengos pergi.


" nggak bi, saya nggak kenal" jawab aya dengan lembut. Karena memang ia tidak mengenal nya.


" tapi kenapa dia menatap nona dengan tatapan permusuhan ya, " gumam bi mia. Aya hanya menggelengkan kepala nya.


" sudah bi, biarkan saja. Yang penting kita tidak pernah mencari masalah dengan nya, " ucap aya tenang. Bi mia mengangguk dan ikut fokus menggoda si kembar.


Sementara pak nardi hanya mengawasi mereka dari belakang. Pak nardi juga melihat tatapan sinis dari wanita paruh baya tadi, hanya saja ia juga mengabaikan nya.


...****************...


" bang, kita langsung pulang ?" tanya Revan kepada rama.


Saat ini mereka sudah selesai jam kuliah nya. Rama dan revan selesai terlebih dahulu. Sementara zain dan aric tengah menunggu zul dan ke tiga sahabat aya yang akan di tanyai apakah akan ikut atau tidak ke mansion.


" abang masih harus ke kantor sebentar, mau ambil berkas buat di kerjain di rumah aja, " jawab rama. Revan mengangguk paham.


" ehm, revan juga mau ke markas deh, mau lihat perkembangan pembangunan rumah sakit mini di sana, " ucap revan. Rama mengangguk.


Di sisi lain, terlihat maya dan geng nya tengah mengintai rama dari kejauhan. Awal nya, maya ingin mendekat. Tetapi karena ada revan di samping rama, maya mengurungkan niat nya. Pikir nya, akan sangat susah untuk mendekati pangeran es itu jika ada revan di sana. Tanpa maya ketahui, jika rama bisa menjadi lebih sadis daripada revan jika sudah terusik.


" kita nggak nyamper, may ?" tanya windi.


Nina menoyor kepala windi dengan gemas yang di balas pelototan sang empu.


" lo nggak lihat ? Di sana ada kakak senior yang galak tadi ! " sengit tina pelan. Windi hanya bisa menyengir malu.

__ADS_1


" sssttt, lihat deh, itu teman - teman kak rama datang barengan sama cewek - cewek" ucap nina. Tangan maya mengepal saat melihat gerombolan zul, zain dan aric dengan pasangan mereka masing - masing.


" ck, siapa itu ? Jangan bilang mereka mau godain pria-ku !!" ucap maya dengan percaya diri.


Ketiga teman nya ikut menatap ke arah rama dan rombongan nya.


...****************...


" kak rama, sayang ku bilang kalau aya ngajakin kita barbeque -an ? Tanya rani kepada rama.


Revan yang mendengar ucapan rani langsung berpose pura - pura muntah.


" sayang ku, konon, " sinis revan ke arah zul yang hanya menyengir dengan tampang konyol nya.


" hmm, bisa kah kalian membeli perlengkapan nya ? Seperti nya saya tidak bisa langsung pulang " ucap rama sambil menyodorkan black card kepada mira sebagai pimpinan gen aya.


Mata mira dan rani nampak berbinar - binar saat melihat black card di depan mereka. Bukan karena belum pernah melihat, tapi ini di pakai dengan cuma - cuma loh.


" yuhuuuuuuuu, shopping lagi kita~" pekik mira dan rani membuat beberapa mahasiswa yang tengah hampir ke kantin menoleh ke meja mereka.


" he he he, maaf maaf. Silahkan lanjutkan makan kalian, " ucap acha dan zain mewakili tingkah absurd rani dan mira.


Sementara aric dan zul sudah menyumpal mulut ke dua gadis mereka agar tidak kembali berteriak.


" memalukan " cibir Revan sengit.


Mira dan rani memelototi revan dnegan galak. Dengan kompak mereka berdua mengeluarkan sebuah kartu sakti yang sama seperti milik rama tadi dan menghempaskan nya i meja depan revan.


" huh, kak revan jahat ! Kami juga punya sendiri ya " sewot mira tak terima.


" lah terus ? Kalau udah biasa pakai, kenapa kalian berteriak heboh " sinis revan lagi.

__ADS_1


" ehhmm. Kapan lagi kami di traktir sama sultan beneran ? " jawab rani.


" soal nya kalau ngajak nyonya muda tuh syusaaaaah sekali, aya punya 3 kartu begituan, tapi giliran di ajak shoping mah ogah " cebik mira sambil memasukkan kartu nya ke dalam dompet lagi sementara kart milik rama di taruh di kantong saku baju.


" hmmm, bener sih, nyonya bos mah susah buat di ajak shoping " acha ikut menyahut.


" kamu mau beli apa sih, beb ?" tanya aric ke mira smbil mengelus kepala mira.


" hah ? Kita mah palingan juga cuma snack, yank. Iya nggak gaes " jawab mira meminta persetujuan rani dan acha yang langsung di angguki mereka berdua.


mendengar jawaban dari ketiga cewek itu, para pria minus rama melongo keheranan. Apa - apaan ? Sudah di beri balck card malah hanya di pakai untuk membeli snack? Coklat? Ck ck ck. Sungguh langka.


" fix, evan mau nyari cewek yang sebangsa dengan kalian biar auto kaya " tekad revan. Kali ini ketiga gadis yang gantian melong.


" apaan ! Apa maksud nya dnegan sebangsa, sembarangan " sungut rani yang langsung menepak revan dnegan tas kecil nya. Revan tertawa terbahak mendapat serangan dari calon kakak - kakak ipar nya itu.


Sementara zul, zain an aric hanya melihat adik nya di serang oleh para gadis dengan menggelengkan kepala nya.


Rama yang tengah asyik bertukar pesan dengan aya pun tidak merasa terganggu dengan keramaian yang di akibatkan oleh sahabat - sahabat istri nya. Sudah biasa sepeti nya untuk rama,


" bos, lo mau ke perusahaan ?" tanya aric setelah ia menghempaskan bokong nya di depan kursi rama. Rama menjawab dengan anggukan dan mata yang tetap terfokus dengan ponsel nya.


" ya udah nanti gue ikut deh, nebeng mobil lo, mobil gue biar di bawa sama mira, biar sekalian buat belanja, " ucap aric. Rama mendongak dan mengangguk lalu mengambil kunci mobil dan di sodorkan ke depan aric, aric langsung paham dan langsung menerima nya.


" terus gue ngapain ?" tanya zain.


" lo ikut mereka belanja aja, " jawab zul sambil mengambil laptop nya.


" diihh ogaah, " gidik zain ngeri saat di suruh mengawal para gadis belanja.


" bang, kita ke markas aja sama bang zul nanti, " ucap revan dengan nafas tersengal. Para gadis juga mulai duduk dan mulai berdiskusi membuat daftar barang yang akan di beli,

__ADS_1


" oke deh,, gimana zul ?" setuju zain sambil menanyai zul yang di jawab acungan jempol oleh zul.


__ADS_2