
Rama kemudian menyodorkan sebuah kotak yang di hias indah yang berisi kan uang dinar kuwait. Lalu ia juga menyodorkan 1 buah kunci mobil dan dua kartu ATM berbeda warna.
" apa ini mas, " tanya aya yang kaget karena ia tadi nya masih bengong
Rama terkekeh melihat aya yang nampak menggemaskan itu.
" sayang, ini uang mahar dari mas, dan juga kunci mobil nya. Mobil nya sudah ada di mansion tadi, harus nya tadi lihat sekalian, tapi karena mas buru - buru ingin kamu membereskan perlengkapan kamu. Insya allah besok kita akan melihat nya."
" lalu ini kartu nya, yang hitam kamu gunakan untuk kebutuhan kamu pribadi. Kamu mau belanja atau apapun. Ini kartu kredit tanpa limit"
" lalu yang satu nya, kartu debit ini untuk kebutuhan kamu kuliah, uang saku kamu sekira nya nanti kamu butuh menarik uang cash, gunakan ini. nanti nya mas akan transfer setiap bulan. Sekarang sudah ada saldo nya kira - kira 50jt. apa masih kurang ?" jelas rama satu persatu.
Aya speechless. Ia menerima satu persatu barang yang di sodorkan oleh suami nya. Pertama ia menerima uang mahar dan juga kunci mobil nya saja ia sudah kaget. Tetapi di tambah lagi dengan dua kartu ATM yang 1 tanpa limit dan 1 nya lagi 50 juta ? Lalu suami nya bahkan menanyakan apakah masih kurang ?.
Tak henti - henti nya aya beristigfar. Ia bahkan masih belum sanggup menyahuti pertanyaan sang suami. Ia masih terlampau kaget.
" sayang ? Hei sayang ?" tangan rama nampak melambai - lambai di depan wajah aya. Aya langsung tergagap sadar.
" ih mas, " gerutu aya.
" ha ha ha, lagian mas sedang bicara serius dnegan mu, kenapa malah bengong ??" tanya rama. Aya hanya cemberut.
" jadi gimana ? Masih kurang nggak ? jika kurang mas akan transfer lagi, " kata rama sambil bersiap mengambil ponsel nya dan nampak mengotak atik membuka m-banking nya.
" stop stop mas, ih mas rama, " panik aya saat melihat tingkah rama. Rama langsung menghentikan gerakan tangan nya dan menoleh ke arah aya yang seperti nya akan mulai ngereog. Rama tertawa kecil melihat nya.
" mas, ini aja udah cukup. Kebanyakan banget malah mas. " gerutu aya yang mulai merapikan dan menatap haru kotak berisi uang mahar nya.
" uang bulanan aya dati abah dan umma hanya 5juta. Dan itu saja kadang masih lebih. Karena aya nggak terlalu suka belanja atau pun shopping, karena baju gamis saja terkadang di belikan sama umma" jelas aya. Aya tersenyum sedih saat kembali mengingat moment - moment bersama sang umma dan abah nya. Rama tersenyum dan semakin mengagumi pola asuh mendiang mertua nya.
Bukan hanya berhati lembut dan baik, aya juga tidak menjadi pribadi yang konsumtif meski bisa di bilang orang tua nya mampu untuk itu. Mendiang mertua nya sangat berhasil dalam hal mendidik istri nya dan rama sangat berterima kasih untuk itu.
RAma mengelus puncak kepala aya yang terhias oleh jilbab besar nya.
__ADS_1
" maka dari itu, mulai saat ini kamu harus bergantung sama mas, ada mas yang akan menjaga kamu, membahagia kan kamu, jadi jangan sungkan untuk meminta kepada mas, " kata rama. Aya mendongak menatap suami nya.
" meskipun nanti aya akan kalap belanja ?" tanya aya menguji rama.
" hemm, meski kamu belanja tiap hari, " jawab rama mantap. Aya meringis dalam hati.
" sebenar nya mas kerja nya dimana sih ?" tanya aya menyerah. Ia mulai menyenderkan kepala nya di bahu sang suami yang nampak sandarable itu.
Rama menyambutnya dengan penuh suka hati. Ia bahkan semakin mengelus - elus puncak kepala aya dengan sayang.
" apa kamu akan percaya jika mas bilang jika mas adalah bos mafia jahat ?" goda rama. Sontak aya langsung bangun dn melotot ke arah rama.
Rama tidak kaget dan malah tertawa melihat reaksi aya yang nampak lucu. Bayangkan saja, saat ini aya tengah melotot dengan mata ulat dan pipi tembam nya. Bibir mungilnya nampak mengerucut lucu yang semakin menambah rasa gemas pada rama.
" mas, ih nggak lucu tahu, " sewot aya manja.
" ha ha ha , maaf - maaf sayang. Lagian kamu tegang banget sih, " kata rama. Ia mulai meraih tubuh aya untuk bersandar lagi kepada nya dan ia kembali dengan kegiatan nya yan mengelus kepala aya.
" hmmmm, kamu tahu grup MAHES MOTO ?" tanya rama pelan - pelan. Seperti nya inilah saat yang tepat untuk ia membuka rahasia kedua nya kepada sang istri. Situasi nya juga cukup mendukung.
" bahkan kata nya, bukan hanya sebagai perancang mobil sport yang terkenal di dunia, mereka juga menyediakan bengkel serta menjadi center aksesoris untuk mobil dan motor terbesar ke tiga di negara ASIA. "
" masya allah, aya juga dengar jika perusahaan itu baru saja di bangun dalam 5 tahu ...... "
" tunggu mas, tunggu dulu. Mas bilang apa tadi ? MAHES MOTO ? MAHES ? Rama MAHESWARI ?"
Mata aya kembali melotot, tanpa sadar ia bangun dari acara bersandar nya dan mulai menatap lekat suami nya yang nampak mengulum senyum sedari tadi ia bercerita.
" jangan bilang jika perusahaan itu adalah milik mas ?" todong aya. Jika benar, entah bagaimana aya harus mengekpresikan diri nya lagi. Suami nya adalah pemilik dari MAHES MOTO ?.
Rama hanya terdiam mengulum bibirnya berusaha untuk menahan tawa nya dan akhirnya ia tidak bisa menahan nya lagi dan tertawa terbahak.
" duh ya allah, istri mas lucu banget. Masya allah, " kata rama di sela - sela tawa nya.
__ADS_1
" mas rama, ih. Jawab mas, mas bukan pendiri perusahaan besar itu kan ?" tanya aya setengah merengek.
Rama hanya terkekeh tanpa ada niat untuk menjawab istri nya, ia kemudian merogoh sebuah kertas kecil yang ternyata sebuah kartu nama berornamen emas.
...MAHES MOTO...
...RAMA MAHESWARI...
...PRESIDEN DIREKTUR...
...085xxxxxxx...
...Jl. Ahmad xxxxxxxxxx...
Aya menerima kartu nama tersebut dengan gemetar. Kini terjawab sudah bagaimana sang suami bisa dengan mudah nya memberikan mahar serta nafkah kepada nya dengan nilai yang begitu fantastis.
Mimpi apa aya ? Suami nya adalah salah satu miliuner di kota ini bahkan nama perusahaan nya juga terdaftar sebagai perusahaan dengan aset tinggi. Sebanding dengan KONDOU Inc ; perusaahan IT terkenal bahkan hingga luar negeri, ALEXANDER dan juga ADIPATI Group yang menguasai bisnis kuliner. Dan masih banyak perusahaan lain nya.
" mas, cubit aya mas, aya nggak sedang mimpi kan ?" kata aya. Rama tersenyum kecil dan mencubit pelan pipi gembul sang istri.
" auuch. Sakit. Masya allah aya nggak mimpi, " kata aya berkaca - kaca.
" kok malah nangis ? Mas kan nggak cubit keras - keras sayang , " kata rama panik. Aya malah semakin terisak dan membenamkan wajah nya di dada sang suami. Rama akhirnya tahu jika sang istri sedang terharu. Ia menepuk - nepuk punggung istri nya.
" masya allah, aya nggak nyangka, suami aya orang yang hebat, " bukan tanpa alasan aya menangis dan berkata tersebut. Aya langsung teringat bagaimana kesusahan nya rama dan bagaimana kesepian nya setelah pengkhianatan sang ayah. Lalu ia mulai membangun perusahaan nya sendiri dari 0 hingga sampai ke tahap ini.
Kini ia juga paham dengan apa yang di katakan oleh nardi untuk menjaga rama.
" cup cup, udah song sayang. Makanya jangan sungkan jika mau minta Apapun itu. Suami kamu ini orang kaya , " kekeh rama menyombongkan diri.
" hush, nggak boleh sombong, " cebik aya. Ia mengusap air mata nya dan menatap raa.
" mas sayang kamu, istri ku" ungkap rama membuat aya semakin merona.
__ADS_1
" aya ju ..... "
TIN TIN TIN