
" aya yakin, jika mas rama akan menjaga kepercayaan yang aya berikan, sebagaimana aya juga akan berusaha untuk menjaga kepercayaan yang akan mas rama berikan kepada aya, " pungkas aya setelah menjelaskan panjang lebar alasan nya tetap tenang.
Ke empat sahabat rama di tambah dengan rama bertepuk tangan riuh mendengar jawaban dari aya.
" sugoi, kakak ipar, " celetuk revan mewakili semua saudara nya.
Rma semakin bangga memiliki istri seperti aya. Usia nya boleh saja masih 18 tahun, tetapi nyata nya pikiran nya sudah luas melebihi perkiraan nya.
" nah, sekarang sudah jelas ya untuk maslah wanita itu. Tugas kalian hanya terus mengamati pergerakan nya saja jika suatu saat aku tidak ada kelas, terutama kamu revan, " kata rama sambil menunjuk si bungsu BLACK KING.
" lo yang akan bertanggung jawab penuh kepada aya saat kami bertiga melakukan kegiatan magang di kantor, " titah mutlak dari rama sudah turun. Revan mengangguk mengerti.
" oke sekarang masalah alika sama leo sudah selesai, besok kita akan mulai beraktifitas seperti biasa, " kata rama.
" eh iya bos, ini ponsel terbaru pesanan bs, " kata zul sambil menyodorkan sebuah ponsel yang nampak sama dengan jenis yang di pakai rama. Bukan nampak lagi, zain tadi memang sengaja membelikan yang sama dengan rama sebelum di serahkan kepada zul untuk di modifikasi.
" di dalam nya sudah ada chip untuk pelacakan, lalu ponsel ini juga sudah tersambung dengan serangga keamanan tapi yang jenis honey bee. Maaf tadi lama, soal nya gue bawa ke KONDOU Inc dulu buat di verifikasi kan kepada si honey bee, " jelas zul.
Rama nampak puas dengan ponsel yang kini berada di tangan nya. Ia masih terlihat mengamati ponsel ang sepaket dengan sebuah robot berbentuk lebah yang berukuran kecil. Persis dengan bentuk lebah madu pada umum nya.
" lo ketemu myra ?" tanya rama masih tetap membolak balikkan ponsel itu.
" hmm, dia juga memberikan undangan pernikahan nya, " jawab zul. Tak lama ia segera meraih tas nya dan mengeluarkan 5 lembar undangan pernikahan yang nampak anggun dan elegan itu.
Rama menerima undangan tersebut begitu pula dengan aric dan yang lain nya. Rama membuka sampul depan undangan tersebut dan mulai membaca siapa nama mempelai pria nya.
" hmm, jadi pada akhirnya ia kembali dengan bocah alexander itu ?" gumam rama yang masih terdengar oleh semua.
' hei bos, bahkan usia lo sama myra tua an myra, ' batin ke empatnya sambil memutar mata jengah.
" ya, akhirnya perjuangan bocah itu mengembalikan kepercayaan myra berhasil juga. meskipun harus bersaing dengan laan yang cukup kuat juga," kekeh revan yang tadi juga ikut ke KONDOU Inc.
" ck, sedari awal myra kembali ke negara ini, dia masih tetap menyimpan rasa nya untuk bocah alexander itu, jadi gue nggak terlalu kaget. Hanya kaget karena adik posesif nya itu mengijinkan kakak nya bersama dengan bocah alexander, " cibir rama samil menyerahkan undangan itu kepada sang istri yang nampak penasaran.
__ADS_1
" si fahmi maksud bos ? Ha ha ha, gue jadi ingat cerita myra saat ken berusaha merayu fahmi untuk mendapatkan kesempatan nya lagi, " tawa revan.
" oh iya bos, myra sempat mengamuk saat tahu jika bos sudah terlebih dahulu menikah melangkahi dia, " ingat zul.
" biarkan saja, nanti gue akan menemui nya bersama aya, " putus rama. Zul mengangguk
" baik, pembicaraan kita selesai, kita makan dan lanjut istirahat, " kata rama mengomando semua.
Semua mengangguk dan mulai beranjak menuju meja makan. Kebetulan pak nardi juga akan memanggil mereka untuk makan malam.
💨💨💨
" mas, myra itu siapa ?" tanya aya ketika kedua nya sudah memasuki kamar.
" kenapa hm ? Istri mas cemburu ?" goda rama.
" ih, nggak lah. Lagian dia sudah mau menikah," gerutu aya dengan bibir yang cemberut.
" myra itu sahabat lama mas dan yang lain. Mungkin kami dulu tidak sengaja bertemu saat mas mulai merintis usaha mas, " kenang rama.
" dia yang sudah setahun lebih tua dari mas membantu mas dalam meningkatkan keamanan perusahaan, dan mengajarkan zul beberapa keahlian hacker nya, "
" dia pemilik perusahaan KONDOU Inc, " rama menutup penjelasan nya. Saat ini ia mengajak sang istri berbaring di ranjang nya.
"KO .. KONDOU Inc ? Perusahaan game dan It itu mas ? " kaget aya. Rama mengangguk,
" iya benar, " sahut rama.
" masya allah, teman - teman mas ternyata orang - orang yang hebat ya, " puji aya. Rama hanya tersenyum menanggapi nya.
" hmm, mas bersyukur untuk itu. Mas di kelilingi oleh orang - orang yang baik, " kecup rama di kening aya.
" sayang, mulai besok kamu harus belajar menyetir mobil, " kata rama tiba - tiba.
__ADS_1
" kenapa mas ? Aya bisa naik motor aja jika ke kampus," tanya aya.
" nggak, terlalu beresiko. Mas juga nggak bisa ijinkan kamu 1 mobil dengan yang lain. Dan tidak mungkin juga jika mas berangkat sama kamu. Kamu nanti malah akan terekspos dan memancing musuh - musuh mas jika bareng sama mas, " kata rama sambil menatap sendu ke arah aya.
Bukan maksud hati nya untuk menutupi hubungan nya dengan aya. Bahkan ia ingin sekali mengumumkan kepada dunia jika ia sudah memilik istri yang cantik dan insya allah sholeha.
tapi kehidupan rama yang penuh dengan musuh yang membuat harus berpikir berulang - ulang jika ingin mengekspos aya. Ia hanya tidak ingin aya mendapat teror. Sampai ia yakin jika ia sudah menyingkirkan musuh - musuh nya.
" hmm. Baiklah, aya akan menurut kepada mas, " jawab aya tersenyum lembut ke arah rama.
" terima kasih sayang, besok kita kan ke kampus untuk melakukan verifikasi kartu mahasiswa sekaligus membayar pendaftaran mu, " kata rama.
" baik mas,"
" ehm, tapi besok aya berangkat sama siapa dong ?" tanya aya lagi.
" besok? Besok kamu berangkat sama mas,sayan " jawab rama santai.
Aya mengernyitkan kening nya. Bukan kah baru saja rama bilang jika ingin menghindarkan aya dari masalah yang kemungkinan terjadi jika sampai ada yang tahu mereka berjalan bersama ? Lalu kenapa malah suami nya ini memberitahukan jika besok mereka akan berangkat ke kampus bersama ?. Aya diam - diam melirik rama heran.
Rama tahu jika pasti aya akan merasa kebingungan, ia segera menegakkan posisi duduk nya dan meraih aya ke dalam pelukan nya.
" kenapa hm ? Bingung ?" tanya rama yang nampak nya langsung bisa mengeri kegundahan hati aya.
" heem, bukan nya tadi mas bilang jika akan sangat bahaya jika kita berangkat bersama ?" kata aya mengungkapkan pertanyaan nya.
" kamu tenang aja sayang, mas sudah memikirkan cara untuk ke kampus besok bersama mu, " jawab rama dengan senyum yang misterius di mata aya.
Hanya mengendikkan bahu. Ia hanya akan menurut saja dengan apa yang akan di lakukan oleh suami nya besok.
Kedua nya lanjut berbincang - bincang santai di selingi dengan perlakuan manis rama terhadap sanga istri sebelum akhirnya memutuskan untuk beristirahat malam itu.
💨💨💨
__ADS_1