
Pandangan nya beralih ke sosok wanita mungil bercadar di samping rama. Mata wanita mungil itu menyipit pertanda ia tengah tersenyum kepada nya.
Ardhana tertegun saat ia menyadari ekspresi wanita mungil yang ia sangat yakini jika itu adalah istri dari putra nya.
Bukan kah ia begitu ramah ?
Rama seharus nya sudah menceritakan segala nya kepada nya bukan ?
Tetapi kenapa ia masih mendapatkan senyuman rama dari menantu nya ?
Ah, menantu nya, hati ardhana sedikit menghangat ketika ia mengingat ini.
Jangan lupa dengan dua pasang bayi gemuk yang sangat imut yang berada di gendongan rama dan wanita mungil itu.
Ahh , hati ardhana kembali meleleh, itu .. Mereka berdua adalah cucu nya bukan ?
" AYAH .... "
DEG
Hati ardhan sedikit tersentak saat wanita mungil itu mulai beranjak maju mendekati nya. Meskipun sedikit canggung, rama juga mengikuti istri nya.
Aya dengan semangat segera mendekat ke arah ardhana dan segera salim ke pada ardhana.
Ardhana nampak linglung saat menerima uluran tangan menantu mungil nya itu. Sementara rama hanya menatap datar ke arah nya. Datar tetapi ada jejak kelembutan di sorot mata nya.
" y .. Ya .. Ya ya, saya adalah ayah mu, " ucap ardhana terharu. Bahkan air mata nya mulai menetes.
Aya yang melihat ayah mertua nya menangis, merasakan sedikit masam di hidung nya. Mata nya juga berkaca - kaca saat ia menemukan jejak kerinduan di mata ayah mertua nya. Yang tentu nya tertuju untuk sang suami.
Aya memberikan kode kepada pak nardi untuk mengambil alih aqila yang berada di gendongan rama. Pria itu juga nampak linglung dan canggung saat melihat ayah nya menangis pilu.
GREP
" ma .. Maaf kan ayah, nak maaf " tanpa memikirkan apapun, setelah aqila sudah berada di gendongan pak nardi, ardhana langsung menubruk masuk ke dalam pelukan rama. Ia memeluk erat penuh kerinduan dan penyesalan pada sang putra.
Rama hanya terbengong sesaat sebelum dengan ragu membalas pelukan ayah nya. Tidak bia ia pungkiri, saat melihat sang ayah dari dekat, ia juga merasakan kerinduan yang sangat kepada ayah nya ini.
Rasa rindu akan kasih sayang yang menumpuk semenjak usia 4 tahunan, seketika membludak saat in juga. Air mata rama juga ikut menetes tanpa ia sadari
" maafkan kesalahan ayah selama ini, bunda mu, bahkan calon adik mu... " ucap ardhana berulang - ulang seolah sedang menumpahkan kekalutan di hati nya.
Rama menepuk pelan punggung ardhana, menenangkan pria paruh baya yang malang itu.
Benar kata sang istri, ia tidak bisa terus terusan di kuasai oleh rasa benci dan dendam. Nyata nya, yang ia butuhkan adalah permintaan maaf dari sang ayah.
Mengenai kematian sang bunda, ia sudah lama ikhlas di hati nya. Bagaimana pun, dulu ia juga belajar agama dan paham jika terus meratapi kematian seseorang akan membuat orang tersebut tidak tenang.
Aya dan pak nardi, dengan haru menyaksikan pertemuan pasangan ayah dan anak itu dari samping. Tidak ada dari mereka yang berani mengganggu momen haru itu.
Bahkan si kembar aqil dan Aqila lagi - lagi anteng tanpa bersuara kecuali bermain dengan teether yang berada di masing - masing tangan mungil mereka.
" maaf .. Maafkan ayah ..
" maafkan ayah mu yaang bodoh ini .. "
Selalu ini kata - kata yang di ulang - ulang oleh ardhana. Seakan tengah menggambarkan bagaimana rasa penyesalan nya terhadap apa yang telah di lakukan.
Tapi, menurut ardhana, kata maaf tidak lah cukup, ia bahkan ingin rama membalas nya dengan kejam. Tapi, putra nya ini mala membalas pelukan nya dengan erat da malah menepuk - tepuk punggung nya dengan lembut membuat rasa penyesalan nya semakin membludak.
Kenapa putra nya bahkan tidak murka ?
Kenapa ia malah terlihat tenang dan terlihat memaafkan nya ?
Hanya sorot mata rama yang terlihat sedih tanpa ada jejak kebencian dan dendam.
Itu membuat ardhana merasa menadi ayah yang kejam.
__ADS_1
" nak, katakan sesuatu, marah lah kepada ayah, pukul ayah, siksa ayah jika perlu ... Jangan hanya terdiam seperti ini, " lirih ardhana sambil melepas pelukan nya. Tangan nya berganti memegang kedua bahu sang putra yang tegap itu.
" .. Jangan hukum ayah dengan hanya berdiam seperti ini, ayah yang udah membunuh adik dan juga bunda .. "
" sssttt, sudah lah yah, rama sudah memaafkan ayah. Rama sudah ikhlas, " lirih rama membungkam mulut ardhana. Seketika dada nya kembali merasa sesak. Ardhana kembali menangis dan memeluk tubuh rama lagi.
...----------------...
setelah hampir 1 jam lebih dua pasang ayah dan anak ini berpelukan dan menangis menumpahkan segala beban di dada mereka. Sekaligus menghapus semua masa lalu, kini mereka semua duduk melingkar di ruang keluarga dengan suasana canggung.
Hanya ada celotehan manja duo kembar yang aya letakkan di atas karpet empuk di tengah - tengah sofa.
Sementara ardhana memandang penuh binar ke arah aqil dan Aqila tanpa berani menyentuh dan menggendong mereka meskipun hati nya sangat ingin.
Ke empat sahabat rama pun udah datang sejak setengah jam tadi. Mereka memang sengaja pulang ke rumah termasuk revan yang bahkan rela ijin dari kelas nya. Mereka semua tentu tidak akan melewatkan perkenalan dengan ayah ketua mereka.
" ehem, " pak nardi berdeham mengusir suasana hening ini. Rama melirik ke arah pak nardi dan menghela nafas nya kasar.
" yah, " panggil rama,. memutuskan pandangan ardhana dari si kembar.
" ya nak, " jawab ardhana dengan lembut. Tatapan hangat dari rama begitu mengoyak hati ardhana. Hangat sekaligus menampar kenyataan di hati Ardhana. PUTRA NYA MEMAAFKAN NYA !!
" kenalkan, ini aya, rahyana apriska, istri rama, " rama memperkenalkan aya kepada ardhana. Aya dengan mata yang menyipit segera beranjak menuju depan ardhana dengan berjongkok ala putri keraton tengah menghadap ayahanda nya.
Aya dengan lembut menyalim tangan ardhana, ardhana sedikit tercengang. Rasa kagum segera muncul di hati nya, anak ini begitu sopan. Sekilas ia membandingkan dengan maya. Ah, jangan lagi mengingat anak itu lagi !.
" ayah, " suara lembut dan manis segera terdengar di telinga ardhana, segera menyadarkan nya dari lamunan nya.
" ya.. Ya nak, kamu sangat sopan. Terima kasih sudah menjaga rama, " ucap ardhana sambil mengelus kepala aya yang terbalut jilbab panjang nya.
Mata aya menyipit tanda tersenyum, ia juga mengangguk menanggapi ucapan ardhana.
" ini semua sahabat ku, aric, zain, zul dan yang paling kecil, revan, " rama melanjutkan perkenalan nya menuju para sahabat setelah aya kembali duduk di samping si kembar.
" mereka yang sudah menemaniku setelah aku pergi dari ibukota .. " lirih rama tanpa berpikir
" halo, om. Saya aric,"
" perkenalkan saya zain
" revan, "
Mereka serentak memperkenalkan diri masing- masing dan melangkah maju untuk bersalaman dengan ardhana.
Ardhana spontan menerima tangan mereka dan sedikit menggenggam tangan para pria - pria muda itu yang telah menemani putra nya berjuang di kota yang asing bagi nya.
Bagi nya, rama memang lah asing di kota B ini. Apalagi dahulu kala, 7 tahun yang lalu, rama masih lah muda untuk se ukuran para pemuda yang bepergian tanpa ada yang menemani.
" terima kasih, terima kasih sudah mau menjadi teman dari rama dan menemani nya di kota ini, " ucap ardhana sambil membungkuk yang langsung di cegah oleh aric dan juga zul.
" om, seharusnya kami yang mengucapkan banyak terima kasih kepada rama karena sudah mau membawa kami, " ucap aric mewakili semua sahabat nya.
ardhana tersenyum dan mengangguk. Rama kemudian turun ke karpet, duduk di samping aya dan menggendong aqil, lalu menyerahkan nya kepada ardhana yang sedari tadi melihat ke arah si kembar.
" ini, ini anak - anak rama, yang cowok nama nya AQI NAQI MAHESWARI, dia yang bungsu, " ucap rama. Ardhana menggendong aqil dengan sedikit gemetar, tetapi ia senang dan bahagia,. Air mata nya menetes, ia sangat terharu dengan kejutan ini. Ia menggendong cucu nya. Cucu dari putra yang sudah ia sakiti.
" ... Lalu yang cewek gemes ini, dia yang sulung, AQILA NAQI MAHESWARI, " tambah rama sambil menggendong aqila.
Ardhana mengangguk dan tersenyum, ia menyerahkan aqil ke pada menantu nya, dan beralih menggendong aqila. Air mata nya tetap turun, malah semakin deras.
' laksmi, lihatlah, putra kita bahkan sudah memberikan kita dua cucu yang menggemaskan. Putra kita memaafkan semua perbuatan kejam ku, maafkan aku laksmi, '
...----------------...
Setelah beberapa jam berlalu begitu saja, rama menyuruh ardhana untuk istirahat. Ia tentu saja menyiapkan sebuah kamar di lantai 3.
Setelah melakukan perundingan ak.a musyawarah, rama memutuskan untuk pergi ke ibukota besok, untuk mengunjungi makam sang bunda, mengajak istri dan ke dua anak nya.
__ADS_1
~
" mas lega ?" tanya aya setelah mereka berada di kamar mereka.
Aqila dan aqil sudah terlelap setelah puas bermain dengan kakek yang baru saja mereka temui.
" hmm, ternyata benar ucapan mu, umma. Memaafkan ayah menjadikan hati abang terasa lega, " jawab rama sambil tersenyum.
Aya membalas senyuman hangat rama dan menenggelamkan wajah nya di dada sang suami,
...****************...
Keesokan hari nya, rombongan ardhana dan rama akhirnya bertolak ke ibukota.
Ardhana tentu ikut di mobil rama, aya dan si kembar, sementara ric dan yang lain nya berada di mobil yang berbeda.
hampir 3 jam, akhir nya mereka sampai di ibukota, rama langsung mengarahkan mobil nya dan di ikuti oleh aric menuju ke area pemakaman.
Ardhana hanya ikut rama, ia pun ingin berkunjung di makam sang istri, setelah hampir 7 tahun ia tidak pernah sama sekali mengunjungi sang istri, tetu saja ini semua karena campur tangan dari mita.
Rama dan yang lain sampai di sebuah blok komplek pemakaman, rama segera duduk berjongkok dan mengelus batu nisan bertulisan nama sang bunda.
" bun, rama pulang, " lirih nya.
" rama bawa anak dan istri rama, rama sudah menikah. Dan juga rama mendapatkan istri yang memiliki sifat seperti bunda. lembut, sopan, dan tentu saja solehah..."
" jika saja bunda masih ada, bunda pasti akan ... "
Aya mengelus pundak rama agar rama tidak meneruskan ucapan nya. Di dunia ini, tentu saja tidak ada berandai - andai untuk kenangan. Aya hanya tidak ingin sang suami begitu tenggelam dalam kenangan masa lalu.
" bunda, anak rama ada 2, mereka kembar. Mereka sangat imut dan menggemaskan, bunda pasti akan sangat suka dengan mereka, .."
" terima kasih sudah menjaga rama selama ini, maafkan rama jika rama baru saja mengunjungi bunda. Rama sayang bunda, " rama mengakhiri curhatan nya kepada sang bunda.
Kini giliran ardhana yang duduk berjongkok.
Lama ia hanya terdiam, tetapi jelas air mata nya kembali mengucur deras. Entah apa yang ia batin kan di hati nya.
' maafkan aku, sayang. Maafkan semua kesalahan ku dan kebodohan ku. '
' putra kita memaafkan ku, laksmi. Entah bagaimana kamu menanamkan hati lembut mu kepada nya, terima kasih sekali lagi,'
' ku harap, kamu dan putri kita sudi untuk menungguku, dan kita akan berkumpul di surgaNYA'
...****************...
setelah memutuskan untuk menginap beberapa hari di kediaman ardhana, rama akhirnya memutuskan untuk pulang.
Aric dan yang lain nya malah sudah pulang dulu karena perusahaan di kota B tengah sibuk - ibuk nya. Dan juga revan akan melaksanakan ujian semester.
Rama dengan halus menolak untuk tinggal di ibukota, ia tentu memikirkan aya dan yang lain nya, ardhana juga tidak memaksa nya.
Tapi, rama menawarkan untuk ardhana tinggal di mansion kota B bersama nya.
Mengenai perusahaan ardhana, ardhana secara langsung memberikan wewenang untuk di ambil alih oleh rama, rama tidak menolak dan langsung memasukkan nya ke dalam aliansi MAHES GRoup.
...----------------...
Rama mendapat kabar mengenai hukuman mita. Wanita jahat itu di hukum dengan hukuman seumur hidup karena kejahatan nya. Sementara maya, rama mendengar setelah di usir dari rumah ardhana, ia melamar pekerjaan di sebuah kafe dan putus kuliah.
...****************...
" sayang,terima kasih, terima kasih sudah menerima aku sebagai suami dengan segala kehidupan ku, terima kasih sudah menemaniku sampai aku di titik bisa mengikhlaskan semua kebencianku, mas sangat - sangat sayang dan cinta kamu" ucap rama dengan mengendong aqila di tangan nya. Ia menghadap ke arah aya yang tengah menggendong aqil.
" aya juga terima kasih, sudah hadir menghibur dan mengisi hati aya. Menuntun aya dan mau menerima segala sifat kekanakan aya. Aya sayang mas juga" balas aya.
Kedua nya saling menatap dan tersenyum. Di iringi dengan suasana senja dan celotehan si kembar yang sangat girang di masing - masing gendongan orang tua mereka.
__ADS_1
...----------------...
... TAMAT...