
' pulanglah mas, aku akan mengambil kembali harta mu dari anak si*lan itu, enak sekali dia. Bisa membeli mobil mahal dan malah enak - enak an setelah membawa harta yang harus nya menadi milik maya !' batin mita dengan bibir yang menyeringai.
" maya berangkat dulu pa, terima kasih papa menyempatkan sarapan bareg ulu. Padahal kan maya berangkat jam setengah 6 pagi ini, " ucap maya sambil sekalian berpamitan untuk berangkat ke kampus. Hari ini MPLS nya memang menjadi hari terkahir. Mereka hanya mengikuti MPLS selama dua hari saja.
" hmm, belajar yang rajin ya, papa juga langsung mengejar penerbangan pagi ini, " jawab ardhana mengelus kepala maya dengan penuh kasih sayang.
Setelah maya berangkat, kini hanya tinggal mita dan ardhana yang berada di ruang makan. Mita terlihat sedang membereskan peralatan makan sendiri karena bibi pelayan yang di sewa baru akan datang keesokan hari nya.
" mama yakin mau nemenin maya ?" tanya ardhana sekali lagi. Kedua nya ini sedang duduk di ruang tamu. Ardhana akan berangkat menuju ibukota tepat pukul 8 nanti.
" hmmm, iya pa. Mama akan menemani maya selama dua mingguan dulu. Nanti mama plang setelah maya sudah terbiasa dengan lingkungan di sini, " jawab mita.
Ardhana mengangguk dan mulai memeriksa ponsel nya lagi. Sementara mita menemani nya di samping ardhana.
...****************...
" mas, hari ini jangan pulang malam - malam, hmm " ucap aya saat mengantarkan rama ke depan pintu. Si kembar berada di stroller mereka, mereka kini tengah anteng meskipun sang abu tengah mengusili nya.
" hmm, baik umma sayang. Seperti nya anak - anak aan berkunjung. Mereka kangen sama aqil dan aqila kata nya" kekeh rama sambil masih saa mengajak kedua buah hati nya bermain,
" benarkah ? Apa semua nya akan ikut ? Atau hanya salah satu dari mereka saja ?" aya bertanya karena ia aan memperkirakan banyak nya hidangan yang akan ia sajikan nanti malam.
" semua seperti nya, paling juga bareng dengan para sahabat mu, " jawab rama santai.
" hmmm, oke deh. Bagaimana jika kita barbeque - an saja ?" tanya aya meminta pertimbangan kepada rama.
" boleh sayang, pasti akan meriah. " jawab rama setuju. Ia kemudian berdiri dengan enggan.
" hmmm, sebenar nya nggak mau pisah dengan kalian, tapi abu mau sekolah dulu ya, terus lanjut kerja bat beli popok kalian deh " rama berpamitan kepada si kembar yang hanya di balas dengan celotehan khas bayi mereka.
__ADS_1
" mas berangkat dulu ya, umma " pamit rama. Ia mencium kening aya dengan lembut. Aya juga mencium tangan suami nya.
Rama kemudian mengendarai mobil nya setelah di siapkan oleh salah satu penjaga nya di iringi dnegan lambaian tangan aya yang mengantar nya.
...****************...
" bos, nanti malam jadi kan ?" tanya zain ketika ia melihat rama sudah datang dan turn dari mobil nya. Sudah ada aric, zul serta revan yang juga sudah datang terlebih dahulu.
" hmm, jadi, oh iya. Bawa saja pasangan kalian. Aya bilang akan mengajak kita untuk barbeque -an" jawab rama santai. Kedua Tangan yang di masukkan ke dalam saku nya menambah nilai cool nya di depan mata para mahasiswi yang sengaja melihat ke arah rama cs.
" hmmmm .. Pasangan - pasangan. Apalah daya revan yang masih bocah ini ya allah " desah revan sambil menangkupkan tangan ke atas seolah sedang berdoa. Merasa paling tersakiti di sana.
" lo nggak boleh nakal, belajar yang benar. Kelak, kesehatan semua kakak dan kakak ipar mu adalah tanggung jawab mu, " ucap rama sambil mengusap pelan kepala revan.
Zul dan aric juga mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan oleh rama.
" oh ia Zul, selidiki mengenai pria tua itu, " perintah rama kepada Zul.
Jelas saja mereka semua tahu siapa yang di maksud dengan pria tua oleh rama. Ayah nya sendiri.
" bos, tapi kenap ... "
" dia muncul di kota ini. Bersama dengan wanita murahan itu " sebelum zul melanjutkan pertanyaan nya, rama sudah langsung memberitahu keadaan nya.
Zul dan yang lain terkesiap kaget. Bagaimana bisa pria itu muncul ? Bahkan berada di kota ini, begitu kah takdir menuntun hal ini ?
Diam - diam, ke empat saudara rama ini merasa iba kepada bos sekaligus kakak nya ini. Mereka tentu tahu maasing - masing masa lalu mereka. Meski pun mereka berempat memiliki masa lalu yang menyakitkan, tetapi mereka setidak nya tidak melihat adegan pembunuhan secara tidak langsung. Sakit yang di derita rama bukan saki fisik, tetapi sakit di hat nya. Mereka juga tahu jika bunda rama sengaja di beri racun oleh wanita murahan yang rama bilang itu.
" pokok ya gue mau informasi secara detail, apa yang terjadi di rumah tua, bahkan jika lo bisa, berikan informasi mengenai detai perusahaan milik nya. Bunda pernah bilang, jika perusahaan itu juga hasil kerja dari bunda dan uang modal nya pun berasal dari kakek mahes" titah rama dengan nada dingin.
__ADS_1
" baik, kebetulan banget gue mau menguji alat yang di kasih sama gery lewat fahmi kemarin, " zul terkekeh sambil mengeluarkan sebuah benda berbentuk flashdisk dan mengguncangkan nya pelan di depan mata semua orang.
" bahkan data milik agen FBI bisa di retas dengan mudah tanpa meninggalkan jejak menggunakan benda kecil ini, " tambah zul dengan bangga.
Mata semua orang berbinar mendengar kehebatan benda kecil dalam genggaman tangan zul.
" myra memang hebat, " zain mendecakkan lidah nya kagum.
" hmm bagaimana kabar nya sekarang ? " tanya rama acuh.
" dia sedang pusing, ken mabok karena myra sedang hamil. Seperti nya ken yang mengalami couvade syndrom, " revan terkekeh menjawab pertanyaan rama
" panggil kak myra dan kak ken, revan !" peringat rama kepada revan yang langsung membuat revan tersenyum malu.
" dasar bocil, " ejek zain.
Revan hanya memonyongkan bibir kecil nya itu setelah zain meledek nya. Ke lima nya meninggalkan tempat parkir dan berjalan dengan bergerombol menuju gedung bisnis.
" kangen banget sama aqila " gumam aric yang masih di dengar oleh yang lain nya.
" makanya, buruan halalin si mira, terus bikin deh yang kayak aqila, " celoteh revan yang berada di sebelah rama. Saat ini ia tengah merangkul sayang tangan rama.
' si bocah tau - tahu bikin yang kayak aqila, " cibir zain.
" ya maklum kan anak medis, " bela rama. Revan menjulurkan lidah nya setelah di bela oleh rama.
Tiba - tiba
BRUKK
__ADS_1
" MAT* LO DI MANA AN**NG "