Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
133


__ADS_3

" KENAPA KAMU TEGA MELAKUKAN INI SEMUA ? KENAPA KAMU TEGA MEMBUNUH ANAK DAN ISTRI KU ... !" raung ardhana ke arah mita yang menunduk pucat. Membuat mita tersentak kaget dan melihat ardhana dengan takut - takut.


Tidak .. Tidak, ardhana sudah mengetahui jika ia lah yang menyebabkan laksmi keguguran ! Tapi dari mana ?


" apa yang mas kat .. Kata kan ? Siapa yang aku bunuh ? Bukan kah Laksmi meninggal karena sakit ?" sangkal mita dengan gugup.


Ardhana tersenyum menyeringai, ia bahkan sudah menghempaskan koran yang ia baca tadi dan menatap mita dengan tajam.


" kau bilang kamu tidak membunuh nya ! Lihat .. Lihat ini !! "


Ardhana meraung sambil membuka laptop nya, membuka salah satu dari 4 video yang di kirim kan oleh rama.


Dalam video itu, sangat terlihat jelas ketika mita menaburkan sesuatu pada minuman yang ia berikan kepada laksmi. Lalu ada saat ia dengan sengaja menjegal kaki laksmi hingga akhir nya Laksmi jatuh dan terdapat darah di antara kaki nya.


Mata mita seakan ingin keluar dari tempat nya saat ia melihat cuplikan video itu. Tubuh nya menegang seketika.


Kenapa ada video seperti ini? Dari mana ardhana mendapatkan nya ?


" mas, ini .. Ini pasti hanya lah editan, aku nggak mungkin melakukan hal ini kepada mbak laksmi, " ucap mita berusaha menyangkal video tersebut.


" heh, kau bilang editan ! Apa kau tidak melihat tanggal yan tertera di sudut video ! Katakan padaku bagaimana cara nya tanggal di video tersebut di edit !" amuk ardhana. Otot - otot rahang nya tampak mengeras karena ia menahan emosi nya.

__ADS_1


Maya yang baru melihat ayah nya marah, hanya bisa meringkuk di sofa belakang mita.


" sebenar nya apa salah ku kepada mu, mita ?" ardhana lurus ke sofa nya, bah nya nampak naik turun memperlihatkan jika ia tengah menangis.


" apa salah kami ? Kenapa kamu begitu tega kepada nya ? Dia yang sudah menerima mu, " ucap ardhana sesenggukan.


" lalu, setelah kau membunuh anak ku, kamu datang dengan mengatakan jika maya adalah putri ku !" ardhana mendongakkan wajah nya, menatap mita dengan mata yang berkilat menyeramkan.


Mita beringsut ketakutan. Ia masih saja shock saat melihat video itu dan fakta jika ardhana sudah mengetahui perbuatan nya dulu.


" maaf,, maaf kan aku mas. Tapi maya memang putri mu, mas ingat kan, sebelum pertemuan kita di kantor, kita pernah bertemu saat reuni 2 tahun sebelum nyaa, ita bahkan menghabiskan malam bersama karena mas yang memaksaku karena saat itu mas sedang mabuk " bela mita sambil memeluk paha kaki ardhana. Pikiran nya kacau saat ini, tetapi ia segera menguasai diri nya dan memilih untuk kembali membual di hadapan ardhana. Berharap ardhana mau mempercayai nya seperti biasa.


Awal nya, ardhana berpikir jika ia akan membiarkan maya dan mita terlebih dahulu. Ia ingin melihat apa yang akan di rencana kan oleh mita setelah rama tadi mengirimkan sebuah video yang menunjukkan jika maya dan mita mengunjungi menantu nya.


Ah, berbicara mengenai menantu, ardhana sungguh tidak percaya jika ia sudah memiliki seorang menantu. Dada nya terasa semakin sesak saat ia sadar jika ia sudah terllau lama mengabaikan kehidupan sang putra.


Ardhana juga belum tahu jika ia sudah menjadi seorang kakek dari dua bayi kembar. Jika ia tahu, maka ia akan semakin merasa menyesal.


Ardhana ingin berbicara terlebih dahulu dengan rama. Bagaimana pun juga, ardhan harus mendapatkan pengampunan dari rama meskipun ia sangat yakin jika rama tidak akan pernah memaafkan nya. Ya, ardhana tentu saja sadar jika kesalahan nya di masa lampau sangat lah fatal.


Siapa yang tahu, jika rama ternyata langsung membalas email nya dengan memberikan alamat mansion nya. Ardhana sempat tertegun dengan mengamati layar laptop nya. Diam - diam ia menangis tergugu di ruang kerja nya saat rama mau membalas nya. Boleh kah jika ia berharap rama akan memaafkan nya ?

__ADS_1


Apapun tu, entah di maafkan atau tidak, bagi ardhana ia cukup dengan melihat rupa sang putra. Kenang - kenangan dari sang istri yang telah ia sakiti.


Maka, setelah ardhana mendapatkan balasan alamat rama, ia langsung memutuskan untuk membuka semua kejahatan mita. Bagaimana pun, ia juga tidak akan bisa menahan emosi nya terlalu lama.


Biarlah, jika memang nanti rama tidak akan memaafkan nya, ia akan menerima nya. Tapi ardhana juga tidak ingin kembali memanjakan mita dan maya menggunakan uang nya lagi. Rasa nya, sudah cukup kemewahan yang sudah mereka habis kan selama hampir 20 tahun ini.


Ardhana menatap mita dengan tajam, melihat bagaimana rubah tua itu begitu mengiba di bawah kaki nya. Mita bahkan tidak segan - segan untuk berlutut dan meraih kaki ardhana yang langsung di tepis oleh ardhana.


" cukup !, masih bisa kah kau membohongi ku, mita ! Aku sudah tahu semua kebusukan mu ! Kamu bahkan tega menggunakan bayi yang tidak tahu apa - apa untuk menjerat ku dan menghancurkan keluarga ku !" raung ardhana. Mita tersentak mendengar raungan ardhana. Begitu juga maya yang sedari tadi sudah menciut duduk di sofa.


Ya. Maya memang tiak tahu apa - apa mengenai rencana mita. Ia juga baru tahu jika ia bukan lah putri dari ardhana beberapa hari yang lalu kan ? Maya yang sedari kecil sudah terlalu di manjakan, selalu mendapatkan semua apa yang di ingin kan tentu merasa ketakutan sekarang. Ia tentu bukan lah gadis bodoh yang tidak bisa berpikir bukan? Setelah kejahatan sang mama terekspos, bukan tidak mungkin ia akan di pisahkan dengan kehidupan mewah dan fasilitas lengkap yang selama ini ia nikmati.


Bagaimana ia akan menghadapi kehidupan nya setelah ini ? Bukan tidak mungkin juga ardhana akan menjebloskan kejahatan sang mama jika itu adalah kenyataan dan ardhana memiliki bukti !.


" LIHAT !! .. LIHAT INI ! APAKAH DENGAN INI KA MASIH TIDAK MAU MENYANGKAL NYA !!" teriak ardhana kembali menyodorkan laptop nya, memutar sebuah video yang membuat mita diam membeku.


Terlihat dan terdengar dengan jelas suara dan gambar di sana. Maya yang semula hanya duduk menciut di sofa, segera membolakan mata dan ikut merangsek maju untuk menonton video itu. Video yang menyatakan jika ia bukan lah anak dari ardhana, dan hanya di gunakan sebagai alat penjerat ardhana. Dan pelaku nya adalah mita, ibu nya dengan seorang pria yang ia yakini jika itu adalah ayah biologis nya. Maya meluruh dan tergugu di lantai.


" sebenar nya apa salah ku, mita " lirih ardhana nampak frustasi.


" IYA ... ! IYA AKU MELAKUKAN NYA !! KARENA APA ? KARENA AKU IRI DENGAN SI JA*ANG ITU ... "

__ADS_1


__ADS_2