Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
104


__ADS_3

" sayang, mas mau ngomong ... " ucap rama yang sudah berada di depan aya. Rama memegang tangan aya lembut dan menatap netra sang istri penuh kasih.


Aya mendengar rama, ia segera memposisikan tubuh nya untuk duduk dnegan nyaman dan berada di posisi yang benar.


" mas mau ngomong apa ?" tanya aya dengan lembut. Rama kembali menatap ata aya, mencoba mengumpulkan keberanian nya untuk jujur kepada sang istri, mencoba berbagi keluh kesah di hati nya.


" mas ... Ingin bicara soal ... Keluarga ayah mas, " ucap rama dengan sedikit keraguan. Aya tersenyum, ia mulai mereka, apa gerangan yan akan suami nya bagi dalam cerita ini.


" rama tahu jika aya sudah siap mendengarkan cerita nya. Ia mulai menarik nafas dan bersiap untuk bercerita.


" mereka ... Ayah mas ada di sini, mas sudah bilang kan kemarin, " tanya rama. Aya mengangguk dan menunggu rama meneruskan ucapan nya.


" dia ... Bersama dnegan wanita ja**ng itu ... "


Aya mengusap lembut lengan rama, meredakan sepercik amarah di hati rama. Rama tersenyum dan menggenggam tangan aya.


" ada beberapa informasi yang sulit mas jelaskan, kamu juga harus tahu detailnya, " ucap rama selanjutnya. Membuat alis aya sedikit berkerut.


" jadi mas nggak cerita semua nya ?" tanya aya sambil tersenyum. Membuat rama panik, mengira jika aya salah paham dengan ia tidak menceritakan detail semua cerita nya.


" yank, buk ... Bukan begitu, semua informasi nya juga membuat mas terkejut karena mas juga baru mengetahui fakta nya hari ini .. " jelas rama tergesa gesa. Membuat aya mau tidak mau menahan tawa nya melihat wajah panik rama.


Rama sedikit tertegun melihat istri nya malah menertawakan diri nya. Ia sedikit bingung, tanpa sadar ia menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.


" kenapa ? Kenapa kamu malah tertawa, " tanya rama dengan bingung. Aya nampak mengendalikan tawa nya dan berusaha menghentikan nya.. Sanga jarang melihat wajah suami nya nampak panik selain saat ia akan melahirkan si kembar kemarin, biasa nya suami nya selalu memiliki sikap percaya diri yang baik.


" he he he, maaf mas, hi hi hi, maaf, aya nggak marah, aya cuma menggoda mas saja tadi, " aku aya dengan susah payah.

__ADS_1


Wajah rama cengo. Ia tidak menyangka jika istri nya berani menggoda nya. wajah panik rama berubah secara kilat menjadi menyeringai nakal. Aya merasa jika bulu kuduk nya perlahan berdiri saat melihat seringai berada di bibir rama. Ia tahu, saat ini ia sudah salah karena membangunkan singa yang tengah tidur.


Tanpa aba - aba, rama menerjang tubuh aya yang mungil. Aya mulai terbahak lebih keras saat rama mulai menggelitik i pinggang nya. Ini merupakan bahaya besar untuk aya yang sangat sensitif dengan geli - geli an seperti ini, dan rama sangat tahu akan hal ini.


" am .. Ampun mas, ha ha ha , aduh mas, perut aya sakit, " di tengah tawa kegelian nya, aya mengaduh sambil memegang perut nya. Menciptakan kesan kesakitan yang serius.


Rama terjengit kaget, ia segera menyingkirkan tubuh nya dna segera meraih tubuh aya yang masih terkulai lemas karena gelitikan nya. Wajah sang istri nampak memerah dan mengernyit kesakitan.


Ada apa ini ? Aya benar - benar kesakitan ?


Rama panik dan bingung harus melakukan apa. Ia hanya ingin menghukum istri nya karena berani menggoda nya dan sama sekali tidak menyangka jika akan mengakibatkan perut istri nya sakit.


" yank, hei, kamu kenapa ? Mana yang sakit, " guncang rama pada badan aya. Ia panik sekarang, aya tidak merespon panggilan nya dan hanya terdengar suara desisan kesakitan.


" maaf .. Yank, maafin aku,,, " ucap rama frustasi.


Di balik wajah nya yang seang menunduk, diam - diam aya tersenyum kecil. Cara ini ampuh untuk menyelamatkan diri dari gelitikan rama.


" maafin mas sayang, " ucap rama dengan wajah penuh penyesalan. Ia kemudian membantu aya untuk duduk. Wajah istri nya benar - benar memerah dan keringat nampak menghiasi kening nya. Dengan lembut, rama menyeka keringat aya menggunakan tissue dengan lembut.


" geli banget tahu mas, mas kan tahu kalau aya sensitif, " aya mengerucutkan bibir nya. Melayangkan aksi protes kepada rama.


Rama terkekeh pelan, ia memang suka sekali menggelitik aya. Tapi ia berjanji, di masa depan ia tidak akan keterlaluan menghukum istri nya.


" ya udah, udah masuk waktu isya, kita sekalian isya dan segera turun. Kasian si kembar juga udah di tinggal lama, " ucap rama mulai beranjak menuju ke kamar mandi mengambil wudhu dan di ikuti aya.


...****************...

__ADS_1


" nah ... Itu abu sama umma akhirnya turun.. Uluh uluh kangen ya sama abu, " goda revan ke pada si kembar sat mata mereka mulai menangkap sosok abu dan umma mereka yang berjalan menuju tempat si kembar.


" kalian sholat dulu, nanti kita langsung ke halaman belakang, " perintah rama ke pada teman - teman nya. Mereka semua segera berhamburan menuju mushola kecil di samping gazebo halaman belakang.


Sementara revan, ia masih menggoda si kembar.


" bye .. Bye kembar. Uncle mau sholat dulu, " pamit revan di iringi tatapan tidak rela dari si kembar.


"sayang, kayak nya mereka haus, sebaik nya kita ke kamar tamu dulu buat nen in mereka, " ucap rama sambil bersiap mengangkat aqila di gendongan nya.


Aya mengangguk dan mengikuti rama di belakang dengan aqil yang berada di gendongan nya.


" ugghh.. Haus banget ya dek, kenceng banget ini " rintih aya saat aqil menyusu dengan kuat. Rama tersenyum kecil melihat bujang kecil nya nampak bersemangat dengan ASI nya.


" sisa kan untuk abu loh, dek " bisik rama di telinga aqil yang langsung mendapat geplakan dari aya sepaket wajah merona aya.


" dasar, jangan ajarin anak nya dong.. " gerutu aya malu. Rama hanya terkekeh dan segera mencuri ciuman di bibir aya.


Usai aqil, aqila juga tidak ingin kalah dalam menyerap nutrisi dari sang umma, rama dnegan sabar menemani aya dalam agenda menyusui si kembar hingga setengah jam berlalu begitu saja.


Saat mereka sudah keluar, nampak terlihat para sahabat juga tengah berbincang di ruang keluarga menunggu aya dan rama keluar.


" yuk, " ajak rama kepada yang lain.


Segera saja setelah rama berucap demikian, gerombolan itu dnegan semangat 45 langsung menyerbu halaman belakang.


Nampak mereka mulai berbagi tugas, terlihat aric dan mira serta zul dan rani tengah melumuri daging serta sosis dan jagung bakar dengan bumbu.

__ADS_1


Revan nampak merecoki pasangan zain dan acha yang tengah menjaga bara api. Sementara rama memilih bermain dnegan si kembar sedangkan aya tengah menyiapkan beberapa camilan dan juga minuman tak jauh dari tempat rama dan si kembar


" mas seneng banget kita bisa berkumpul seperti ..."


__ADS_2