Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
22


__ADS_3

" Masya allah mas, ini beneran ? Banyak banget " Ujar aya ketika mereka duduk di sebuah kursi yang di sediakan untuk customer.


Mata aya melotot tidak menyangka jika Tabungan yang berada di Atm pemberian abah nya memiliki jumlah yang cukup fantastis.


Tertera di dalam sana ada kurang lebih 500jt, uang yang terkumpul dari aya masih bayi hingga sekarang, tabungan yang abah dan umma nya sengaja persiapkan untuk kebutuhan putri semata wayang mereka.


Dalam hati rama sangat bangga, hanya dengan melihat uang yang menurut rama sedikit saja sudah membuat aya terlonjak kaget. Sekali lagi terlintas di pikiran nya, bagaimana reaksi aya saat melihat maharnya nanti. Rama ingat jika sang istri memang sepertinya belum mengetahui berapa mahar yang di ucapkan semalam untuk nya.


" ya sudah, alhamdulillah dong sayang," jawab rama tersenyum.


" mas, apa aku harus bikin atm untuk tabungan ini? atau uang nya di pindah ke ATM yang biasa aku gunakan untuk kebutuhan harianku?" tanya aya meminta pendapat.


" no no, nanti mas kasih kamu ATM sendiri. Dengar aya, mulai tadi malam, selepas mas mengikat kamu, kamu sudah menjadi tanggungan mas. Semua kebutuhan kamu adalah kewajiban mas, jadi kamu jangan khawatirkan apa pun," kata rama lembut.


" tapi mas, aya kan bisa bantu ... "


" nggak sayang, uang ini simpan untuk tabungan kamu, bukan kah setiap keuntungan toko dan hasil panen akan masuk ke sini? maka biarkan seperti itu. Kebutuhan kamu mas yang atur," putus rama tanpa mau di debat lagi.


" Baik mas, " ucap aya patuh.


" Bagus, sekarang ayo ikut mas, kita ke rumah mas dan yang lain," ajak rama sambil menggandeng rama keluar dari area Bank.


Mereka kembali berkendara. Sekarang tujuan nya adalah mansion milik rama yang di tinggali oleh ke empat sahabat nya juga.

__ADS_1


Jarak antara kantor bank dan juga mansion rama ternyata tidak lah jauh, cukup 15 menit saja mereka berdua sampai di depan gerbang yang napak menjulang tinggi.


Aya sampai mendongakkan kepala nya hanya untuk melihat bangunan yang berada di balik gerbang. Rama hanya terkekeh melihat aksi dari istri kecilnya.


" sayang, nanti kepala mu sakit, " tegur rama pelan. Aya tersipu malu karena ia ketahuan mencuri pandang.


" eh, tuan muda, " sapa pak satpam saat rama membuka hel yang menutupi wajah nya.


" tolong di bukakan ya pak, " pinta rama ramah. Aya semakin di buat kagum dengan keramahan rama sekaligus ia sangat penasaran dengan rupa tempat tinggal rama dan saudara nya.


Karena aya baru sadar, jika sang suami bukan orang sembarangan. Begitu juga dengan ke empat sahabat nya. Aya bisa menyimpulkan demikian, karena aya melihat apa yang melekat pada sang suami dan juga ke empat saudara nya. Baju, celana bahkan sepatu adalah merk - merk terkenal. Belum lagi jam tangan handphone dan juga laptop yang di gunakan zul kemarin.


Meskipun aya hanya jarang menginjakkan kaki di ibukota, tetapi aya sekolah di tempat yang elit dan banyak siswa - siswi dari kalangan atas. Beruntung bagi aya karena ia tidak pernah mendapatkan perundungan atau kekerasan selama sekolah karena ia selalu bertutur kata lembut dan ramah terhadap semua teman - teman nya. Belum lagi status sebagai anak juragan beras yang bersahaja seolah membuat semua orang segan untuk macam - macam dengan nya.


Halaman mansion yang luas dan penuh dengan tanaman bunga yang terjaga menjadi pemandangan yang pertama menyambut mata aya.


Air mancur berada di tengah seolah menambah keasrian taman bunga tersebut. Tepat di samping kanan dan kiri dekat dengan tembok pembatas, di tanami beraneka buah - buahan lokal. Persis seperti di pemukiman yang hampir semua buah lokal ada. Mangga, rambutan, pisang, sampai jeruk bali pun ada. Bahkan da pula sepasang pohon kelapa yang menjulang tinggi dengan buah yang siap petik.


Rama membawa motor nya sampai di depan pintu rumah. Kembali aya berdecak, mansion besar bergaya eropa dengan segala ornamen yang menunjang kemewahan nya kini dapat ia lihat secara dekat. Bangunan 4 lantai ini menyediakan hampir semua fasilitas yang lengkap. Hampir 800m2 luas seluruhnya jika di hitung dengan kebun yang berada di belakang rumah


Rama kemudian mengajak aya untuk masuk. Aya masuk dengan gugup dan tidak berhenti menggumamkan kalimat ' masya allah ' di bibir ya karena pemandangan indah yang berada di depan nya.


Pertma masuk, aya di sambut dengan ruang tamu dengan sofa - sofa yang nampak empuk berbentuk huruf U dengan sebuah meja di tengah - tengah.

__ADS_1


Lalu rama mengajak aya untuk mengunjungi area dapur yang super lengkap. kemudian rama mengajak aya untuk menengok mansion bagian belakang. Di Sana sudah menyambut Kolam renang, taman lengkap dengan gazebo, taman buah dan kebun sayur organik. Ada pula mushola di samping gazebo. Dan terakhir sebuah paviliun tempat para pekerja tinggal.


Rama tidak mengajak aya untuk berkeliling lagi karena takut istri nya kecapekan. Karena masih ada area gym dan juga latihan dan masih banyak lagi yang ada di rumah ini. Biarkan aya yang berkeliling sendiri nanti nya


" yank, kenapa dari tadi hanya diam ?" tanya rama setelah membawa aya kembali masuk dan duduk di ruang tengah yang bisa di gunakan oleh rama dan yang lain bersantai atau sekedar memainkan game.


" mas, aya nggak sedang mimpi kan ?" bukan nya menjawab pertanyaan sang suami aya malah mengajukan pertanyaan yang membuat rama terkekeh.


" sakit nggak" tanya rama sambil mencubit gemas hidung aya yang tertutup oleh kain cadar.


" ucch, pesek dong mas nanti hidung aya, " gerutu aya sambil mengusap - usap pucuk hidung nya.


" ha ha ha, maaf sayang, habis masih tanya mimpi atau nggak, " jawab rama gemas.


" mas, aya masih nggak percaya, mas ternyata tinggal di hunian yang sangat besar, " tanya aya.


" bagaimana bersihin nya ? Terus apa nggak capek kalau bersihin rumah sebesar ini ?" lanjutnya dengan raut wajah polos. Rama langsung tergelak. Sungguh ia belum pernah menemukan orang sepolos istri kecil nya itu.


Rupa nya sedari tadi yang berada di pikiran sang istri adalah bagaimana cara membersihkan rumah ini.


" yank, di sini pakai alat untuk membersihkan nya. Dan juga ada 4 orang yang bertugas untuk kebersihan termasuk menyapu dan pel. Lalu ada 3 orang juru masak, 3 tukang kebun, dan ada 4 orang satpam. Insya allah para pekerja di sini adalah orang yang sudah berkeluarga. dan tinggal di paviliun belakang tadi." jelas rama pelan - pelan. Aya hanya menganggukkan kepala tanda ia mengerti. ia tidak akan protes untuk saat ini.


" lalu, mas sebenar nya siapa ? Bagaimana di usia semuda ini bisa mempunyai rumah seperti ini ?"

__ADS_1


__ADS_2