Sepenggal Cinta Untuk Rama

Sepenggal Cinta Untuk Rama
96


__ADS_3

" sayang, dia .. Dia kembali ... kenapa ? Kenapa mas harus bertemu dnegan sosok nya lagi, mas nggak mau ketemu dia lagi.. Dia jahat sama mas adan bunda .. " setelah beberapa saat memeluk erat sang istri, rama mulai mengeluarkan suara meski terdengar seperti racauan di telinga aya.


Aya melepaskan pelukan nya dan perlahan menangkup wajah rama yang terlihat panik. Ada gurat amarah dan kekecewaan di wajah rama saat ini.


" mas, mas istighfar sayang, cerita nya pelan - pelan, ayo duduk dulu. Lihat, si kembar sampai kaget liat abu nya kayak gini, " bujuk aya dengan lembut.


Rama tersadar jika kemungkinan perbuatan nya bisa membuat si kembar kaget. Ia menatap wajah teduh istri nya yang sedang tersenyum hangat. Rama memejamkan mata nya dan mulai mengucapkan istighfar pelan - pelan.


" astagfirullah, astagfirullah ... " gumam nya berulang - ulang.


Aya langsung menuntun tubuh tegap suami nya, membantu melepaskan jas yang masih di kenakan rama. Tak lupa ia juga melepaskan dasi yang melilit di leher sang suami.


" mas, minum dulu biar tenang, hm ?" ucap aya sambil menyodorkan segelas air putih. Rama patuh menerima dan langsung meneguk nya cepat.


GLUK GLUK GLUK


" masya allah ... alhamdulillah " gumam rama pelan. kepanikan nya memudar. Ia tersenyum tipis saat melihat mata teduh aya yang kini masih terus menatap nya. Rama meraih kepala aya dan mengecup kening aya dengan lembut.


" maafin mas, kamu pasti kaget banget ya yank, "


" anak - anak abu, maafin abu ya .. " lanjut rama sambil mencium kepala satu persatu si kembar.


" mas udah makan ?" tanya aya.


Aya selalu teringat dengan nasehat sang mendiang umma nya. Jika sang suami baru pelang dari bepergian, bekerja, maka hendaklah untuk tidak langsung mencerca atau menodong dengan pertanyaan - pertanyaan lain, sebaik nya tanyakan apakah sudah makan apa belum baru mengajukan pertanyaan yang lain. Hal ini mencegah ada nya pertengkaran, karena kita tidak akan tahu bagaimana kondisi sang suami saat ini.

__ADS_1


" belum, tadi baru makan sandwich yang di belikan aric sebelum dia pulang, " jawab rama sambil memijit pelipis nya. Aya hanya tersenyum dan segera bersiap untuk mengambilkan makan untuk rama.


" mas udah sholat magrib ?" tanya aya lagi. Rama menggeleng lemah, niat nya untuk sholat magrib di rumah harus pupus karena ada nya pertemuan yang tidak terduga tadi, hinga akhir nya ia telat untuk sholat.


" ya udah, aya ambilkan makan dulu, si kembar tolong taruh di box mereka terlebih dahulu, mas wudhu dan sholat terlebih dahulu baru makan, ya ?" ucap aya sambil mengangkat aqila dan memindahkan ke box, aya juga langsung beranjak untuk turun ke lantai 2 untuk mengambilkan makan untuk rama.


Sementara rama mengangguk dan segera memindahkan aqil untuk bergabung dengan sang kakak di box mereka, rama melhat wajah menggemaskan dari dua malaikat nya ini, ia menjulurkan jari nya dan langsung di sambut oleh aqila sambil tertawa cekikikan khas bayi.


' abu janji sayang, abu nggak akan menyakiti umma kalian, abu akan bahagiakan kalian bertiga sampai maut memisahkan kita semua ,' batin rama. Sungguh, pertemuan dengan ardhana tadi memang sedikit mengusik pikiran nya. Ia seakan merasa khawatir entah kenapa.


" sebentar ya sayang, abu tinggal buat wudhu, sebentar saja, hmm " ucap rama kepada si kembar yang hanya di tanggapi oleh senyuman maut ala bayi.


Rama kembali mencium kedua pipi gembil si kembar dan benar - benar beranjak untuk mengambil air wudhu.


Hanya butuh 3 menit, rama sudah kembali lagi. Ia menggelar sajadah di samping box si kembar dan mulai menunaikan ibadah nya yang sempat tertunda.


Terlihat kepala aya menyembul dari gawang pintu, kedua tangan nya nampak membawa sebah nampan berisi piring dan segelas teh kurma.


Senyum aya tersungging saat melihat rama yang tengah menengadahkan tangan nya, sedang berdoa. Aya juga melihat ika dua bayi nya tengah anteng. Mereka nampak mengangkat sebelah kaki mereka. Nampak seperti berlomba ... Atau aqila sedang mengajari adik nya ? Entahlah.


Aya meletakkan nampan berisi makanan untuk rama di meja rendah di samping box si kembar. Ia lalu melongokkan kepala nya menengok aktivitas serius antara aqil dan aqila itu.


Aqila : kayak begini loh qil, angkat kaki mu, **** jempol nya.


Aqil : susah lah ... ~

__ADS_1


Nampak mata aqil yang sudah berkaca -kaca karena ia belum bisa memasukkan jempol imut ny ake mulut seperti sang kakak. Aya terkikik luc melihat kelakuan dua bayi imut itu.


Rama yang sudah selesai sholat di buat terheran - heran karena sang istri cekikikan saat melihat si kembar. Rama yang penasaran pun segera bangkit dan ikut melongokan kepala nya.


" pfffttt .. Hi hi hi hi " tawa rama pecah seketika meski langsung ia tahan karena takut aqila dan aqil kaget.


" hiks .. Hwaaaaaa hwaaaaaa ... "


Dan benar saja, akhir nya pertahanan aqil jebol setelah mendengar taawa sang abu, seakan melengkapi penderitaan nya mala ini.


" masya allah, aqil.. He he he, cup cup sayang. Maaf - maaf. Maafin umma sama abu yang udah ngetawain aqil ya.. Sini - sini, " aya segera menggendong si bungsu yang masih terisak - isak. Aya segera mengeluarkan sumber kehidupan si kembar dan langsung di sambut dengan wajah berbinar oleh aqil. Bayi tampan itu langsung menyedot rakus sumber kekuatan nya itu.


" hmmmm, bisa banget deh anak abu in. Bilang aja mau nen, " ucap rama sambil menjawil - jawil pipi gembil aqil. Rama juga mengambil aqila yang malah tertawa saat sang adik menangis.


" lihat adik nya itu, kakak ngajarin nya pelan - pelan, hmm. " ucap rama ke pada aqila. Aqila hanya tertawa dan membuka mulutnya lebar - lebar saat rama menggosokkan hidung nya ke mulut aqila. Sungguh, wangi tubuh bayi itu, aroma terapi terhebat sepanjang masa. !


" mas, dek aqil udah bobok nih, nangis karena udah ngantuk mungkin ya, " ucap aya sambil menaruh aqil di box nya. Aqil memang langung terlelap begitu ia kenyang. Aya mengambil alih aqila dari tangan suami nya dan mulai bergantian menyusui aqila.


" mas makan dulu, nanti kalau aqila udah bobo, mas barru cerita, hmm ?" tawar aya. Rama mengangguk. Sebelum pergi mengambil makan, rama masih menyempatkan untuk mencuri ciuman di bibir aya dan membuat wanita itu merona.


" terima kasih karena sudah sangat sabar merawat kami, " bisik rama sebelum ia beranjak makan lesehan di karpet bulu tempat si kembar berlatih telungkup tadi.


Aya yang masih merona, hanya bisa tersenyum dan mengangguk mendengar bisikan rama. Mata nya beralih menatap aqila yang masih asyik dengan kegiatan nya.


" terima kasih, kalian berdua sudah melengkapi kebahagiaan umma dan abu, " aya mengecup kening aqila saat bayi sulung itu ikut terlelap menyusul sang adik.

__ADS_1


Aya segera meletakkan aqila di samping aqil dan menyusul rama yang masih menyelesaikan makan nya dengan sabar.


" dia .. Dia kembali. Ayah mas ada di kota ini ... "


__ADS_2