
" lalu, mas sebenar nya siapa ? Bagaimana di usia semuda ini bisa mempunyai rumah seperti ini ? Mas bukan mafia penjual organ dalam manusia kan ?" tanya aya takut - takut. Bahkan ia mulai beringsut mundur krena pertanyaan nya sendiri.
Rama langsung tergelak lagi mendengar pertanyaan absurd aya. Ia bahkan tertawa lebih keras saat ia melihat duduk sang istri yang perlahan mundur menjauh dari nya,
" ha ha ha , aduh ya allah, istri ku sungguh lucu sekali, " kata rama di sela - sela tawa nya. Aya cemberut karena di tertawakan, meskipun ia tetap memasang posisi siapa dan waspada.
" mas, ihhh " protes aya karena rama nampak nya tidak jga berhenti tertawa.
" ha ha, aduh, aduh, ha ha ha , iya - iya yank. Masya allah, perut ku sakit, " aduh rama. Ia mencoba menetralkan ekspresinya dengan menarik dalam nafas dan menghembuskan nya perlahan.
" sayang, ayo mas ajak dulu ke kamar kita, biar mas bisa leluasa untuk menceritakan siapa mas kepadamu, " ajak rama dengan lembut.
Aya sedikit ragu dan ada gurat ketakutan di mata nya. Namun ia bisa melihat tatapan lembut rama yang menenangkan di sana. Aya akhirnya mengangguk.
Rama langsung menuntun aya ke sebuah lift yang berada di ujung ruang keluarga. Aya hanya diam dan mengikuti setiap langkah sang suami.
Kedua nya masuk ke dalam lift. Rama dengan sigap langsung memencet angka 4 tempat dimana kamar dan ruang pribadi nya berada.
" semua lantai 4 adalah wilayah mas, di sana selain kamar pribadi mas, ada juga ruang kerja mas, perpustakaan mini, ruang fitnes dan ada beberapa ruang yang kosong karena belum terisi. Nanti akan mas isi dengan walk in closet buat kamu lengkap dengan kamar mandi di dalam, " ucap rama lembut. Aya hanya mengangguk patuh.
TING
Mereka sampai. Kembali aya di sambut dengan sebuah pintu yang nampak tinggi dengan di hiasi dekorasi yang indah.
Rama mengajak aya memasuki ruangan yang rama bilang sebagai kamar merek berdua. Seketika jantung aya berdetak cepat. Ia merasa gugup saat memasuki kamar milik rama yang juga akan menjadi kamarnya.
__ADS_1
Meskipun semalam ia sudah berbagi ranjang dengan sang suami, tetapi ia masih merasa sungkan untuk memasuki ruangan privasi laki - laki.
Kamar rama sangat gelap. Dinding yang di cat biru navy tanpa ada hiasan dinding yang menempel. Meskipun begitu, kamar itu sangat lah rapi untuk ukuran seorang pria single eh sekarang sudah berganti non single lagiš¤.
Kamar yang di lengkapi dengan ranjang king size, di samping kiri dan kanan nya terdapat nakas berlaci. Tepat di depan ranjang terdapat tv 42inc tergantung siap untuk memberikan tontonan kapanpun.
Ada sebuah kamar mandi dan di samping nya terdapat pintu menuju walk in closet untuk rama. Benar - benar kosong tanpa ada barang selain itu. Seperti nya rama harus merombak kamar nya engan memasukkan pernak - pernik kebutuhan wanita untuk sang istri.
" ayo, kita duduk di sini, " ajak rama sambil menuntun ya untuk duduk di tepian ranjang.
Rama menghela nafas sejenak sebelum menatap lembut mata aya.
" aya, " panggil rama pelan tetapi ada ketegasan di dalam sana.
Aya yang namanya i panggil tanpa embel - embel sayang seperti biasa seketika merasa gugup. Ia merasa jika rama akan bercerita sesuatu yang serius saat ini. Aya mendongak menatap mata rama, ia melihat jejak putus asa, kesedihan, kekhawatiran di mata rama.
Rama merasa jika ia siap untuk bercerita dan mulai menggenggam tangan aya.
" aku akan bercerita masa lalu ku, ku harap kamu mendengar nya sampai akhir, " kata rama. Ia sudah tidak menggunakan kata ' saya ' yang artinya ia sudah menerima keberadaan aya di hati nya.
Aya hanya mengangguk dan bibirnya senantiasa menyunggingkan senyum untuk menenangkan sang suami.
" aku bukan lah warga kota ini, " rama mengawali kisah nya.
" bertahun - tahun yang lalu, tepat nya 6 tahun yan lalu, aku melarikan diri ke sini, "
__ADS_1
" bukan karena aku melakukan tindak kriminal atau apa pun, tetapi aku melarikan diri dari kenangan pahit yang ada di kota kelahiran ku, kota J."
" dulu nya kami hidup bertiga dengan rukun dan damai, ayah adalah sosok penyayang, dan ramah. Sedangkan bunda, bunda ku adalah yang terbaik dari sekian banyak orang yang kutemui,
" peristiwa itu bermula saat perusahaan ayah berkembang sangat pesat. Banyak proyek besar masuk saat itu. Ayah memiliki perusahaan yang bergerak di bidang real estate. banyak perumahan dan gedung apartemen yang di danai oleh nya dahulu."
" lalu, saat itu masuklah seorang wanita paruh baya, seumuran dengan bunda ku dan seorang janda. Ia tidak memiliki anak saat berpisah dengan suami nya."
" dan ia mulai menggoda ayahku, saat itu ayah tidak tergoda. Tetapi saat kemudian tiba - tiba bunda jatuh sakit,. Entah kenapa, tiba - tiba bunda yang selalu sehat bisa jatuh sakit. Kesehatan nya menurun drastis dan hanya bisa menghabiskan sepanjang waktu di atas tempat tidur"
" setahun berlalu, ayah masih merawat bunda, tetapi masuk ke pertengahan tahun kemudian, mungkin ayah sudah tidak kuat. Dan mulai jatuh ke rayuan sekertaris ayah tersebut."
Aya merasakan genggaman di tangan nya semakin erat, ia sedikit kesakitan. Tapi ia tahu jika rama sedang di landa emosi dengan menguak masa lalu nya.
" mas boleh nggak lanjutin, " kata aya lembut. Rama menggeleng. Ia bertekad untuk terbuka dengan sang istri saat ini juga.
" aku yang baru kelas 10, saat itu hanya merasa kebingungan dan sedih. Sedih karena bundaku merasakan sakit selama itu, marah karena ayah yang tidak lagi peduli kepada bunda. Lalu, suatu hari aku memergoki ayah dan wanita j*lang itu tengah bercumbu di sofa ruang tamu. Aku langsung marah dan meneriaki mereka, "
" ayah langsung kaget dan melepaskan cumbuan nya, aku sempat melirik ke arah wanita itu, ia tersenyum menyeringai padaku, "
" aku sudah lama menebak jika wanita itu bermaksud jahat. Tetapi ia sangat pandai berkelit. Ia menggunakan air mata untuk selalu memperdaya ayahku, "
" tak lama dari kejadian itu, saat aku pulang dari sekolah yang lebih awal dari biasa, aku melihat mobil ayah terparkir di halaman rumah kami, aku masuk karena aku mengira jika yah sudah pulang dan sedang menemani bunda. Aku sangat bahagia saat itu. Aku masuk tetapi tidak menemukan siapapun di ruang tamu. Lalu aku berjalan pelan menuju kamar bunda, "
" aku hendak masuk begitu saja untuk memberi kejutan kedua orang tua ku, tetapi aku malah mendengar jeritan bunda dan samar - samar terdengar tawa seorang wanita. "
__ADS_1
" aku kaget, dan segera mengintip, di dalam sana aku melihat bukan ayahku yang ada. Tetapi wanita itu ! Wanita j*lang yang menggoda ayah ku. Dengan jelas aku mendengar jika ternyata selama ini ia mencampurkan racun dengan kadar yang sedikit setiap hari nya,"
" ia menyuruh seorang pelayan baru yang kebetulan adalah anak buah nya untuk memasukkan racun itu ke dalam makanan atau minuman yang di konsumsi oleh bunda setiap hari "